
"Serius mah? coba Farhan lihat fotonya donk mah," kata Farhan penasaran.
"Iya deh, nih!," kata bu Rika memberikan ponselnya.
Farhan yang melihat foto Lia juga ikut berdecak kagum seperti ibunya tadi.
"Wah, cantik juga ya mah ternyata gadis yang bernama Lia ini," kata Farhan.
"Iya Han, mamah juga tadi merasa kagum saat melihat foto Lia ini," kata bu Rika.
"Iya mah," kata Farhan.
"Ya sudah, mamah akan kirim ke what's app kamu foto Lia ini ya," kata bu Rika.
"Ok mah," kata Farhan.
Setelah menghabiskan perjalanan kurang lebih 45 menit, Sandi dan Tiara sampai juga dihotel tempat mereka akan menginap selama di Bali nanti.
Besar sekali hotelnya, mewah juga. Batin Tiara. Tiara tidak ingin menunjukkan kekagumannya pada hotel ini, dia takut Sandi akan meledeknya nanti seperti tadi.
Sandi dan Tiara pun memasuki hotel, mereka melakukan reservasi terlebih dahulu. Setelah reservasi selesai, karyawan hotel pun mengantarkan Tiara dan Sandi ke kamar tempat mereka akan menginap.
Mereka memasuki kamar tersebut. Kamar tersebut sangat luas dan memiliki fasilitas yang lengkap. Wajar, pak Airlangga memesan kamar hotel kelas VIP untuk anak dan menantunya tersebut.
__ADS_1
Tiara segera duduk dikursi melepaskan kepenatannya seharian ini. Sandi juga duduk tapi mereka tidak bersebelahan.
"Apa kamu kurang enak badan Tir?," tanya Sandi.
"Tidak kok mas, aku hanya merasa penat saja setelah melakukan perjalanan seharian ini," kata Tiara.
"Kamu masih memiliki waktu untuk tidur siang, masih pukul 13:45 sekarang," kata Sandi.
"Iya mas, masih ada waktu banyak rupanya," kata Tiara.
"Ya sudah, kamu lebih baik tidur sana," kata Sandi.
"Mas, tidak mengantuk?," tanya Tiara.
"Tidak Tir, aku sudah biasa melakukan perjalanan panjang seperti ini," kata Sandi.
"Iya," kata Sandi
Sandi merasa gerah ia pun mandi.
"Kenapa mereka belum telepon juga ya? apa mungkin mereka belum sampai ya tapi sudah jam segini, tidak mungkin juga kalau belum sampai," gumam bu Sari.
Usai mandi Sandi memainkan ponselnya namun lama-kelamaan matanya mulai mengantuk karena memainkan ponsel tersebut. Ia pun memutuskan untuk tidur disamping Tiara.
__ADS_1
"Apa lebih baik aku hubungi Sandi dan Tiara saja?," gumam bu Sari.
Bu Sari pun terlebih dahulu menghubungi Sandi namun tidak diangkat. Ia kemudian mencoba menghubungi Tiara tapi hasilnya sama, panggilan bu Sari tidak diangkat oleh Tiara.
"Haduh, kenapa panggilanku tidak diangkat?," gumam bu Sari menggerutu.
Bu Sari mencoba menghubungi mereka namun hasilnya tetap nihil nampaknya Sandi dan Tiara terlelap dalam tidurnya yang pulas sehingga tidak dapat mendengar panggilan telepon yang masuk.
Sama seperti bu Sari bu Lilis pun nampak khawatir karena Tiara belum juga menghubunginya memberikan kabar apakah dia sudah sampai atau belum?.
"Kenapa Tiara belum menghubungiku juga ya?," gumam bu Lilis.
Bu Lilis akhirnya menghubungi bu Sari.
Bu Sari yang asyik memainkan ponselnya, kaget mendapat panggilan dari bu Lilis.
"Bu Lilis? kenapa bu Lilis menghubungiku siang-siang begini ya?," gumam bu Sari bertanya.
"Halo bu," kata bu Sari.
"Halo bu, apa kabar?," tanya bu Lilis.
"Baik kok bu, ibu sendiri bagaimana kabarnya?," tanya bu Sari balik.
__ADS_1
"Baik juga kok bu," kata bu Lilis.
"Syukurlah, oh iya, tumben siang begini ibu menghubungi saya? apa ada hal yang penting?," tanya bu Sari