
"Memangnya mau makan bersama dengan siapa mah?," tanya Tiara.
"Oh, itu, teman lama mamah mau datang kesini bareng suami dan anaknya," kata bu Sari.
"Oh begitu ya mah," kata Tiara.
"Iya nak, kamu tolong bantu mamah donk pilih-pilih menu yang pas untuk dihidangkan nanti," kata bu Sari meminta saran.
"Baik mah, coba Tiara lihat-lihat," kata Tiara.
Tiara dan bu Sari terlihat kompak dalam memilih menu-menu masakan tersebut.
"Tapi kita akan memasaknya nanti sore," kata bu Sari yang telah menemukan menu yang cocok bersama Tiara untuk dihidangkan nanti malam.
"Baik mah, tapi bagaimana dengan bumbu-bumbunya," tanya Tiara.
"Kalau itu biar nanti asisten rumah tangga yang membeli," kata bu Sari.
"Ok mah," kata Tiara.
"Oh iya mamah mau tanya sesuatu nih," kata bu Sari.
"Oh iya mah, mamah mau tanya apa?," kata Tiara.
"Bagaimana jadwal keberangkatan kalian ke Bali?," tanya bu Sari.
"Tadi waktu dikampus mas Sandi menghubungi Tiara mah, kata mas Sandi jadwal keberangkatan kami sudah dipastikan besok oleh pihak jasa layanan travelnya," kata Tiara menjelaskan.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu nak, mamah sangat senang mendengar hal itu," kata bu Sari.
"Iya mah," kata Tiara.
"Kalau begitu sebaiknya kamu beristirahat sekarang, supaya stamina dan kondisi tubuh kamu fit besok saat berangkat ke Balinya," kata bu Sari.
"Baik mah, kalau misalnya Tiara nanti kedituran sampai sore mamah bangunin aja ya," kata Tiara.
"Iya sayang," kata bu Sari.
Tiara pun melangkahkan kakinya menuju kamar tidur.
Diruang tengah rumah Farhan, bu Rika memberikan sebuah kemeja kepada Farhan.
"Kemeja untuk apa ini mah,"? tanya Farhan.
"Hm, kirain untuk apa mah," kata Farhan.
"Mamah sengaja memberikan kamh kemeja ini supaya samaan dengan papah, soalnya papah juga akan mengenakan kemeja ini," kata bu Rika.
"Oh begitu ya mah," kata Farhan.
"Iya sayang," kata bu Rika.
"Mah, Farhan mau tanya sesuatu boleh tidak?," kata bu Farhan.
"Boleh donk sayang," kata bu Rika.
__ADS_1
"Mamah masih ingat dengan Tiara tidak?," tanya Farhan.
"Masih ingat donk sayang pastinya, memangnya kenapa dengan dia sayang?," tanya bu Rika.
"Aku sebenarnya sudah sejak lama menyukainya," kata Farhan.
Bu Rika tertegun mendengar apa yang dikatakan Farhan.
"Kamu menyimpan rasa suka padanya? lalu kenapa kamu menyetujui rencana perjodohan ini?," tanya bu Rika.
"Karena Tiara sudah menikah dengan laki-laki lain mah," kata Farhan.
Bu Rika terkejut.
"Menikah? menikah dengan siapa? kenapa mendadak sekali?," tanya bu Rika bertubi-tubi.
"Tiara menikah dengan seorang laki-laki yang sepertinya dari keluarga kaya karena suaminya itu pernah mengantar Tiara ke kampus dengan menggunakan mobil mewah," kata Farhan.
"Kenapa pernikahan Tiara bisa terjadi saat dia masih menempuh pendidikan di bangku kuliah ya? harusnya dia fokus dulu menyelesaikan pendidikan sarjananya terlebih dahulu baru menikah," kata bu Rika.
"Entahlah mah, mungkin itu keputusan yang Tiara ingin ambil," kata Farhan.
"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu saat ini?," tanya bu Rika yang memikirkan perasaan putra semata wayangnya itu.
"Parti sakit sih mah, tapi aku juga tidak boleh lagi menyimpan rasa suka pada istri orang kan?," kata Farhan.
"Iya nak, kamu benar. Akan lebih baik kamu pendam dalam-dalam rasa sakit kamu itu. Lupakan juga Tiara karena dia bukan lagi seorang gadis yang bisa kamu miliki," kata bu Rika memberi nasihat.
__ADS_1