
"Karena itu ternyata penyebabnya. Dia sering mengalami hal itu memang selama ini nak tapi dia akan baik-baik saja kalau mengkonsumsi obat yang biasa ia beli diapotek," kata bu Lilis.
"Iya bu, itu penyebabnya. Tiara juga kelelahan dan keadaan tubuhnya lemas bu," kata Sandi merasa sedih.
"Dia memang akan mengalami hal-hal seperti itu nak pada saat masa-masa haidnya. Kalau itu memang penjelasan dokter, ibu sudah merasa tenang sekarang setelah mengetahui keadaan Tiara itu," kata bu Lilis.
"Iya bu," kata Sandi.
"Baiklah nak, tolong jaga Tiara dengan baik ya!," kata bu Lilis memohon.
"Iya bu, Sandi akan berusaha menjaga Tiara sebaik-baiknya. Sandi juga minta maaf atas kesalahan Sandi yang tidak bisa menjaga Tiara dengan baik bu," kata Sandi.
"Tidak apa-apa nak, ibu sudah maafkan. Ibu berharap kamu tidak lagi mengulangi kesalahan itu lagi," kata bu Lilis.
"Baik bu, Sandi akan berusaha," kata Sandi.
Sambungan telepon tersebut pun berakhir.
__ADS_1
Tiara sudah mulai terlelap tidur, Sandi mengusap-usap kepala istrinya tersebut dengan lembut.
Sore sudah tiba, pak Arifin kembali ke rumah setelah seharian ini kerja. Bu Lilis menyambut kedatangan suaminya itu dengan secangkir kopi panas.
"Pak, sudah tahu keadaan Tiara dari Sandi?," tanya bu Lilis.
"Sudah bu," kata pak Arifin.
"Begitu ya pak, Tiara ternyata sakit seperti yang sebelum-sebelumnya dia alami pak," kata bu Lilis.
"Ia bu, bapak juga sudah mendengar hal itu dari Sandi," kata pak Arifin.
"Bapak juga tidak tahu bu," kata pak Arifin.
"Hm, mudah-mudahan saja anak kita bisa sembuh total dari sakitnya itu," bu Lilis.
"Mudah-mudahan saja bu," kata pak Arifin.
__ADS_1
Tiara sudah bangun dari tidurnya. Tiara meminta Sandi untuk menuntunnya ke kamar mandi. Ia ingin sekali untuk bebersih diri. Ia merasa tubuhnya semua lengket.
Sandi pun menurut dengan permintaan istrinya itu. Ia membuka pakaian Tiara satu persatu dan memandikannya. Ia menggosok tubuh Tiara dengan lembut.
Setelah Tiara selesai mandi, Sandi kemudian bergantian bebersih diri. Setelah Sandi membersihkan dirinya, ia memesan makanan keluar sebentar. Tidak lama kemudian, perawat juga mengantarkan makan malam untuk Tiara.
Sandi menyuapi Tiara secara perlahan dengan penuh perhatian. Tiara nampak lebih lahap dari sebelumnya. Mungkin karena moodnya semakin baik setelah beristirahat.
"Mas, aku minta maaf ya," kata Tiara.
"Minta maaf untuk apa?," kata Sandi merasa bingung.
"Aku merasa bersalah karena sudah merepotkan mas yang harus menjagaku yang sakit seperti ini," kata Tiara.
"Kamu itu bicara apa sih? kan memang sudah sewajarnya sebagai suami aku harus menjaga kamu yang sedang sakit," kata Sandi.
"Iya mas, terima kasih. Jika saja aku tidak ceroboh, aku mungkin tidak tergeletak diruang rawat seperti ini," kata Tiara.
__ADS_1
"Aku juga bersalah atas apa yang menimpa kamu saat ini. Coba saja aku tidak terburu-buru pergi tadi pagi dan memberi tahu kamu kalau aku ada urusan penting pasti kamu bisa menghubungiku untuk meminta bantuan untuk menemani kamu ke apotek," kata Sandi merasa bersalah.
"Iya mas, mungkin sudah ini jalannya. Aku akan menerimanya dengan ikhlas. Aku hanya merasa sedih mas, dihari yang menyenangkan seperti ini, kita harus melaluinya dirumah sakit. Aku tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi," kata Tiara.