
Dia mengusap air mata Doni dan memeluknya.
Bu Lilis dan Pak Arifin yang memperhatikan hal tersebut merasa terharu.
"Kenapa kamu menangis dek?," tanya Sandi.
"Aku sedih mas Sandi pergi," kata Doni.
"Kamu tidak perlu menangis begini Don. Mas akan sering kesini untuk mengunjungi kamu," kata Sandi.
"Janji ya mas," kata Doni masih menangis tersedu-sedu.
"Iya Don, mas janji ke kamu," kata Sandi mengusap kepala Doni.
"Terima kasih mas," kata Doni.
"Sama-sama adikku," kata Sandi.
Tiara kagum dengan kebaikan Sandi yang bisa dengan begitu cepat membuat Doni merasa terkesan.
"Ya sudah, Mas pergi dulu ya," kata Sandi.
"Iya mas, hati-hati dijalan ya mas," kata Doni.
"Iya dek. Ini untuk beli jajan kamu," kata Sandi mengeluarkan sejumlah uang pecahan lima puluh ribu rupiah.
__ADS_1
"Ini untukku mas," tanya Doni.
"Iya donk, jadu untuk siapa lagi kalau bukan untuk Doni," kata Sandi.
"Terima kasih ya mas sekali lagi," kata Doni menerima uang pemberian Sandi.
Sandi tersenyum dengan anggukan.
Sandi dan Tiara masuk mobil. Perlahan mobil pun berjalan meninggalkan rumah Tiara.
"Mas, aku merasa kagum dengan mas," kata Tiara.
"Kagum? kenapa kamu merasa kagum denganku?," tanya Sandi.
"Karena mas bisa membuat Doni menangis tersedu-sedu seperti itu dengan kepergian mas dari rumah tadi," kata Tiara.
"Kemungkinan besar yang mas bilang ada benarnya tapi kebenaran bahwa mas memang membuat Doni merasa nyaman dan senang tidak bisa ditolak," kata Tiara.
"Hahaha, terserah kamu sajalah Tir," kata Sandi tertawa.
Farhan hari ini berangkat lebih pagi dari biasanya. Sekarang ia sudah terlebih dahulu sampai ke kampus.
Sebelum berangkat ke kampus, ia menyempatkan diri untuk membeli bunga mawar. Bunga mawar itu adalah bunga yang biasa dipakai oleh kebanyakan laki-laki untuk menembak perempuan yang mereka sukai.
Sama halnya dengan Farhan. Ia membeli bunga itu untuk diberikannya kepada Tiara sebagai tanda untuk mengutarakan rasa sukanya.
__ADS_1
Dia nampak gugup diluar pintu gerbang kampus saat ini. Bunga mawar tadi ia masukkan dalam tas kuliahnya.
Semoga saja Tiara menerimaku sebagai kekasihnya. Batin Farhan.
Mobil Sandi sudah mulai mendekati pintu gerbang. Karena terlalu pagi berangkat ke kampus, pintu gerbang masih tertutup.
Mata Tiara tiba-tiba terbelalak melihat keberadaan seorang laki-laki disisi luar pintu gerbang yang tak lain adalah Farhan.
Jarak pintu gerbang dengan mobil Sandi hanya tinggal 20 meter lagi. Tiara sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Sekeras apapun ia menghindar, ia tidak dapat menyembunyikan kebenaran bahwa ia sudah menikah.
Farhan kaget ada mobil mewah yang datang seakan-akan menghampirinya.
Baru kali ini aku melihat mobil semewah ini datang ke kampus. Batin Farhan merasa asing.
Mobil Sandi saat ini sudah berhenti tepat didepan pintu gerbang kampus. Pastinya dekat dengan posisi Sandi berdiri.
Farhan menengok ke arah dalam mobil, ia merasa tidak asing.
Itukan Tiara. Batin Farhan.
Tiara sedikit menghindar dengan gerakan yang tidak menimbulkan kecurigaan.
"Sudah sampai Tir," kata Sandi.
Tiara hanya diam.
__ADS_1
"Mas aku ingin ...," kata Tiara terhenti.
Farhan ternyata mendekati pintu kaca mobil depan dan mengetuknya. Farhan melakukannya karena ia yakin bahwa yang didalam mobil itu adalah Tiara.