Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 76


__ADS_3

"Tumben-tumbenan kamu dan mamah jam segini masak bareng berdua," tanya Sandi.


"Soalnya ada tamu mamah yang akan datang nanti malam mas. Mereka sekalian makan malam disini," kata Tiara.


"Gitu ya, ok deh," kata Sandi dengan anggukan.


"Aku kembali ke dapur ya mas, soalnya nanggung," kata Sandi.


"Iya Tir," kata Sandi.


Selang beberapa waktu, pak Airlangga pun pulang dari kantor.


"Papah sudah pulang juga?," tanya Sandi.


"Iya San," kata pak Airlangga.


"Papah mau minum kopi?," tanya Sandi menawarkan.


"Tidak San, papah baru minum kopi dengan beberapa manager perusahaan kita sebelum jam pulang kantor tadi," kata pak Airlangga.


"Iya deh pah," kata Sandi.


"Ngomong-ngomong kenapa rumah sepi sekali? biasanya mamah kamu dan Tiara akan berada disini menyambut kita pulang kerja," kata pak Airlangga.


"Kata Tiara nanti malam akan ada tamu yang datang. Katanya sih tamunya mamah," kata Sandi.


"Tamu? siapa San," tanya pak Airlangga.


"Sandi juga tidak tahu pah," kata Sandi.

__ADS_1


"Kita akan tahu nanti," kata pak Airlangga.


"Iya pah," kata Sandi.


"Kalau begitu papah duluan ke atas, badan papah mulai gerah," kata pak Airlangga.


"Iya pah," kata Sandi.


Pak Airlangga meninggalkan Sandi sendiri diruang keluarga.


Semua masakan sudah selesai. Bu Sari meminta asisten rumah tangga untuk menghidangkan masakan-masakan tersebut diatas meja makan.


Bu Sari dan Tiara pun kembali ke kamar masing-masing sebelum makan malam nanti.


"Ini mas, kemejanya," kata Tiara kepada Sandi yang sudah selesai membersihkan diri.


"Kenapa pakai kemeja Tir?," tanya Sandi.


"Apa kita akan kedatangan tamu seorang pejabat pemerintahan?," kata Sandi.


"Hehehe, aku tidak tahu mas kalau soal itu," kata Tiara.


Bukan hanya Sandi yang merasa keberatan dengan kemeja itu tapi pak Airlangga juga.


"Kenapa harus pakai kemeja segala sih mah?" kata pak Airlangga menggerutu.


"Biar papah samaan dengan Sandi," kata bu Sari.


"Apa tamu kita yang akan datang ini seorang pejabat pemerintahan?," tanya pak Airlangga.

__ADS_1


Bu Sari tertawa kecil mendengar ucapan dari suaminya tersebut.


"Bukan begitu pah, yang akan datang ini Faris sama Rika," kata bu Sari.


Pak Airlangga pun terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya tersebut.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan mereka, kenapa tiba-tiba ingin berkunjung?," tanya pak Airlangga.


"Mamah juga tidak tahu pah, mungkin hanya sebatas silaturahmi biasa. Soalnya kan kita sudah lama tidak bertemu dengan mereka," kata bu Sari.


"Bisa jadi sih mah," kata pak Airlangga.


"Lebih baik kita sekarang turun ke bawah pah, pasti sebentar lagi mereka datang," kata bu Sari.


"Ayo mah," kata pak Airlangga.


Disisi lain, Farhan dan keluarganya juga sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju rumah Sandi.


"Kan jadi nampak indah untuk dipandang kalau ayah dan anaknya memakai pakaian yang seragam seperti ini," kata bu Rika.


"Mamah bisa saja," kata Farhan.


"Ayo kita segera keluar, supir sudah menyiapkan mobil kita," kata pak Faris.


"Iya pah," kata Farhan dan bu Rika dengan kompak.


"Kalian sudah disini ternyata," kata bu Sari yang melihat Sandi dan Tiara sudah terlebih dahulu berada diruang tamu.


"Iya mah, soalnya sudah pukul 19:20," kata Sandi.

__ADS_1


"Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai," kata bu Sari.


__ADS_2