Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 101


__ADS_3

"Kita kesananya naik delman lagi atau gimana mas?," tanya Tiara.


"Boleh juga," kata Sandi.


Mereka berdua mencari delman yang bisa mengantarkan mereka ke tempat bangunan bersejarah tersebut.


Tidak lama kemudian, mereka mendapatkan sebuah kereta delman. Mereka memberhentikan kereta delman tersebut dan menaikinya.


Sesudah sampai ditempat tujuannya, Tiara dan Sandi turun. Mereka meminta izin terlebih dahulu untuk melihat-lihat bangunan tersebut.


"Mau masuk ya mas?," tanya petugas.


"Iya mas," kata Sandi.


"Mas-nya mau berwisata saja atau sedang ada tugas dari perkuliahan?," tanya petugas.


"Saya dan istri saya hanya ingin berwisata saja mas bukan untuk tujuan lain," kata Sandi memberi penjelasan.


"Baiklah mas kalau begitu. Tapi untuk hari ini tidak semua bagian dari bangunan bersejarah ini bisa dikunjungi," kata Sandi.


Sandi merasa heran mendengar perkataan petugas tersebut.

__ADS_1


"Kenapa begitu mas? apa alasannya?," tanya Sandi.


"Begini mas, salah satu tempat disini sudah ada yang memakainya untuk syuting projek iklan. Jadi mereka butuh keluasan untuk bisa mengerjakan projek tersebut," kata petugas.


Sandi tiba-tiba teringat akan sesuatu setelah mendengar perkataan yang disampaikan oleh petugas tersebut.


Tiara kan pernah bilang dia datang kesini untuk urusan pekerjaan dan pekerjaannya tersebut berkaitan dengan projek iklan. Lokasinya juga tidak jauh dari tempat kami menginap. Apa mungkin itu Lisa? atau hanya perkiraanku semata?," Batin Sandi.


"Begitu ya mas, baiklah saya paham," kata Sandi.


Setelah mendapat persetujuan dan izin dari pihak petugas, Sandi dan Tiara mulai berkeliling didalam bangunan. Sama seperti sebelumnya mereka berfoto-foto dan kemudian Tiara akan membagikan foto-foto tersebut ke jejaring sosial media miliknya.


"Sepertinya itu mas tempat bangunan yang dimaksudkan oleh petugas tadi yang sedang dipakai untuk kebutuhan syuting projek iklan," kata Tiara. menunjuk ke lokasi yang ia maksudkan.


Sandi memperhatikan ke arah yang ditunjuk oleh Tiara. Dia nampak serius memperhatikan kesana. Dia tidak sengaja melihat Lisa sedang berjalan ke arah tim crew.


Ia dengan terburu-buru menggenggam tangan Tiara dan membawanya pergi dari tempat tersebut.


"Tir, ayo kita kesana!," kata Sandi menggenggam tangan Tiara dan menariknya dengan sedikit terburu-buru.


Tiara hanya menurut saja dengan ajakan Sandi tersebut.

__ADS_1


"Mas, kenapa mas menarik tanganku dan terburu-buru?," tanya Tiara merasa bingung.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin melihat ruangan ini. Nampaknya sangat menarik melihat senjata-senjata tradisional ini dari kejauhan," kata Sandi mencari alasan.


"Astaga mas, Tiara kira ada apa? Tiara sempat takut dan khawatir, takutnya ada apa-apa," kata Tiara.


"Hehehe, maaf deh," kata Sandi.


"Iya mas, tidak apa-apa kok," kata Tiara.


Untung saja, aku bisa bawa Tiara segera dari sana tadi. Kalau tidak? bisa-bisa Tiara akan melihat Lisa yang sedang berada ditempat syuting tadi. Haduh, untung-untung. Batin Sandi merasa lega.


"Kenapa mas melamun?," tanya Tiara.


"Tidak apa-apa Tir," kata Sandi.


Tiara jadi ikut bingung dengan sikap Sandi tersebut.


Hari semakin sore, Sandi mengajak Tiara untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Dia sepertinya memiliki niat yang baik untuk Tiara. Tapi hanya Sandi yang mengetahuinya.


Karena sudah malam, Sandi dan Tiara memilih menggunakan taksi sebagai kendaraan untuk mengantarkan mereka ke pusat perbelanjaan.

__ADS_1


__ADS_2