Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 98


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, kira-kira pukul 05:30, Tiara sudah terbangun dari tidurnya. Hal ini mungkin karena tadi malam ia begitu cepat terlelap.


Dia melihat Sandi tertidur disampingnya, ia tersenyum. Dia melihat wajah Sandi yang begitu teduh saat terlelap. Dia mengusap lembut wajah Sandi.


Menunggu pagi datang dengan sempurna, Tiara memilih menonton acara televisi.


Tidak terasa Tiara sudah menikmati acara yang disajikan di televisi selama dua jam. Sandi pun sudah terbangun. Sandi mengambil ponselnya, melihat jam. Terlihat pada ponselnya tersebut sekarang pukul 07:30.


Sandi terbangun dari tidurnya. Dia melihat Tiara sedang menonton televisi. Namun semerbak wangi memenuhi ruangan kamar mereka, hal itu karena Tiara memang baru saja mandi dan ia juga melakukan lulur sederhana.


Sesekali Tiara tertawa karena lelucon acara cartoon yang sedang ia tonton. Sandi yang memperhatikannya pun ikut senang.


"Kamu nampaknya sangat senang sekali menonton acaranya," kata Sandi.


"Lho mas sudah bangun? ia nih aku suka sekali acara ini tapi karena sibuk kuliah jadi jarang sekali bisa menontonnya," kata Tiara.


"Oh begitu ya," kata Sandi.


Tiara tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya, mas mau minum kopi tidak?," tanya Tiara.


"Iya nih," kata Sandi.


Tiara pun memesannya kepada pelayan hotel.


"Tir, aku minta maaf ya," kata Sandi merasa bersalah.


"Kenapa mas Sandi minta maaf?," tanya Tiara yang nampak serius menanggapi permintaan maaf dari Sandi tersebut.


"Karena aku kemarin seharian bahkan sampai malam sibuk diluar. Padahal harusnya kita melalui hari-hari yang menyenangkan selama disini," kata Sandi.


"Iya memang. Aku merasa tidak enak saja kepada kamu Tir," kata Sandi.


"Tidak perlu mas merasa tidak enak padaku. Aku baik-baik saja kok," kata Tiara.


"Baiklah kalau begitu Tir, terima kasih untuk pengertianmu untukku," kata Sandi.


"Iya mas, sama-sama," kata Tiara.

__ADS_1


"Oh iya, hari ini aku ingin kita berkunjung ke tempat-tempat tradisional dan pagar budaya yang ada disini," kata Sandi.


"Wah, seru juga tuh mas. Nampaknya sangat menarik. Aku setuju mas," kata Tiara.


"Baguslah kalau kamj sependapat. Tapi kita kesananya sekitar pukul 10-an saja nanti. Jangan terlalu pagi. Tapi setelah mandi kita sudah harus beranjak dari sini. Aku ingin kita sarapan diluar. Menyantap makanan jalanan yang sederhana," kata Sandi.


"Aku suka mas dengan rencana mas itu. Aku akan menyiapkan pakaian mas dan aku juga akan bersiap-siap," kata Tiara.


"Baik Tir," kata Sandi yang sedang menikmati secangkir kopi panas yang telah diantar oleh pelayan hotel.


Lisa sedang berbicara dengan crew yang akan menemaninya menyelesaikan projek dibali.


"Pertama kita akan syuting disalah satu pagar budaya yang ternama disini karena iklan yang akan kita garap ini berhubungan dengan produk yang dihasilkan dari daerah ini," kata salah satu tim projek.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ikuti bagaimana alurnya saja mas," kata Lisa.


"Baiklah, aku suka dengan kamu Lis. Sedari dulu sampai sekarang tetap saja bisa diajak kerja sama dengan baik," kata mas Anang (tim projek).


Sandi dan Tiara sudah terlihat rapi. Mereka sudah siap untuk pergi pagi ini. Mereka meninggalkan hotel.

__ADS_1


"Kita tidak perlu menggunakan mobil hari ini. Kita akan menggunakan kendaraan tradisional yang ada disini," kata Sandi.


__ADS_2