Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
150


__ADS_3

"Suami kamu anak pertama ya?,'' Fira bertanya.


"Tidak Fir, suamiku anak bungsu," Tiara memberi jawaban.


''Lalu apakah kakak ipar kamu belum menikah atau sudah menikah tapi belum memiliki anak?,'' Fira bertanya.


"Suamiku hanya memiliki satu saudara kandung saja, dia adalah perempuan tapi ia belum menikah. Kakak iparku ini seorang wanita karir, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya bahkan bisa dibilang ia sangat mencintai pekerjaannya," Tiara memberi penjelasan.


''Hm, begitu rupanya. Pantas saja mertua kamu sangat mengharapkan kehadiran cucu ditengah-tengah keluarga besar kalian," kata Fira.


"Iya Tir, oleh karenanya tekadku sudah bulat untuk memiliki anak meskipun aku masih dalam bangku kuliah," kata Tiara.


''Iya Tir, semangat. Aku akan dukung kamu sepenuhnya," Fira memberi dukungan.


"Terima kasih Fir," kata Tiara.


Setelah makan bakso, Tiara menghubungi supir pribadi keluarga untuk menjemputnya sesuai dengan instruksi Sandi.


Supir pribadi yang diminta oleh Tiara untuk menjemputnya pun datang.


"Aku pulang dulu ya Fir,'' Tiara pamit pulang.


"Iya deh, tidak apa-apa," Fira memaklumi.

__ADS_1


"Oh iya, kamu harus selalu online dan harus bisa dihubungi. Aku soalnya harus tanya-tanya kamu tentang tugas yang akan aku kerjakan ini kepada kamu," Tiara berpesan.


"Iya-iya," kata Fira.


"Ok deh, aku akan pergi sekarang," Tiara memasuki mobilnya.


Mobil pun berjalan. Tiara melambaikan kedua tangannya kepada Fira. Fira pun melambaikan tangannya kepada Tiara.


Dalam perjalanan Tiara mendapat panggilan dari ibu mertuanya.


"Halo mah," Tiara menjawab panggilan bu Sari.


"Halo nak, mamah mau pesan sesuatu nih. Tolong belikan obat papahmu diapotek ya," kata bu Sari.


"Obat apa mah? papah sakit apa lagi," tanya Tiara dengan perasaan khawatir.


"Oh itu ternyata alasannya mah Tiara beli obat," kata Tiara.


"Iya nak, mamah akan kirim jenis obat apa yang harus kamu beli nanti diapotek," kata bu Sari.


"Baik mah," Tiara menurut.


Sambungan telepon berakhir, kemudian Tiara mendapat pesan dari bu Sari. Pesan tersebut berisi jenis-jenis obat yang harus dibeli oleh Tiara diapotek.

__ADS_1


"Mas, nanti berhenti ya diapotek Mitra Farma," Tiara berpesan kepada sang supir pribadi.


"Baik non," sang supir menurut.


Sesudah sampai diapotek, Tiara keluar dari mobil. Tiara meminta supir pribadinya supaya tetap menunggu didalam mobil.


Tiara memasuki apotek.


"Mbak, saya mau beli obat. Ini jenis obat yang ingin saya beli,'' Tiara menunjukkan jenis obat yang hendak ia beli melalui ponselnya.


"Oh baik mbak. Semua obat yang mbak butuhkan ini tersedia. Tunggu sebentar ya mbak! akan saya ambilkan obatnya,'' petugas apotek meminta untuk menunggu.


''Baik mbak, saya tunggu,'' Tiara mengiyakan perkataan petugas apotek.


''Ini mbak obatnya,'' petugas apotek menyerahkan obat yang diminta oleh Tiara.


''Berapa mbak semuanya?,'' tanya Tiara.


''280,000 rupiah mbak," kata petugas apotek.


''Ini uangnya mbak,'' Tiara menyerahkan uang untuk pembayaran obat yang ia beli.


Setelah menyelesaikan pembayarannya, Tiara melihat ada minuman dingin mengandung vitamin C, dia merasa itu bagus untuk supir pribadinya.

__ADS_1


Ia kemudian membeli tiga botol. Satu botol untuk dirinya dan dua lagi untuk supir pribadinya.


Ia kemudian keluar dari apotek setelah membayar minuman itu. Supir pribadi keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk Tiara. Tiara pun memasuki mobil setelah dibukakan pintu oleh sang supir pribadi.


__ADS_2