Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 138


__ADS_3

"Hanya ini saja mas barang-barangnya?," tanya supir pribadi Sandi saat memasukkan barang-barang milik Sandi ke dalam bagasi mobil.


"Iya mas, hanya ini saja," kata Sandi.


"Baik mas, saya mengerti," kata supir pribadi memasukkan semua barang-barang ke dalam bagasi.


Setelah memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil, sang supir pun menancapkan gas mobil dan siap membawa majikannya ke rumah.


Bu Sari kemudian menghubungi Sandi.


"Halo mah," kata Sandi.


"Halo San, kalian sudah sampai mana?," tanya bu Sari.


"Kami sudah dalam perjalanan pulang mah. Ini sudah berada didalam mobil bersama supir pribadi kita," kata Sandi.


"Syukurlah nak, mamah senang sekali mendengarnya. Kalian hati-hati dijalan ya," kata Sandi.


"Siap mah," kata bu Sari.


"Oh iya San. Kakak kamu tadi lihat status kamu disosial media yang menandakan kamu sedang berada di bandara.

__ADS_1


"Oh iya mah, kak Selvi memang benar. Aku memang membuat status keberadaanku dibandara," kata Sandi.


"Kakak kamu curiga kalau kamu sedang bersama perempuan karena kamu mengambil gambar dua porsi mie instan tadi," kata bu Sari.


"Iya kan memang Sandi dengan perempuan mah, Tiara, istri Sandi," kata Sandi.


"Iya nak, tapi bukan itu maksud mamah. Maksud mamah kakak kamu tidak boleh tahu dulu kalau kamu sudah menikah," kata bu Sari.


"Kenapa sih mah? kenapa pernikahanku dengan Tiara seperti tidak boleh diketahui oleh kak Selvi. Apa yang salah?," tanya Sandi.


"Mamah akan cerita sama kamu tapi kalau kamu sudah sampai sini saja ya sayang," kata bu Sari.


"Iya deh mah," kata Sandi tidak banyak berkomentar.


"Iya deh mah, Sandi akan ikuti seperti yang mamah minta. Apalagi mah yang harus aku bilang ke kakak?," tanya Sandi mengingatkan ibunya apa yang harus ia katakan ke Selvi?.


"Tidak ada sayang. Mamah akan jelaskan ke kamu nanti alasan kenapa kakak kamu sebaiknya tidak tahu kalau kamu sudah menikah dengan Tiara. Tiara juga akan mendengar penjelasan ibu supaya tidak terkesan menutup-nutupi," kata bu Sari.


"Ok mah, Sandi akan ikuti apa yang mamah bilang," kata Sandi.


"Iya sayang, terima kasi ya putra bungsu mamah," kata bu Sari.

__ADS_1


"Iya mah," kata Sandi.


Panggilan pun berakhir.


Tiara tidak terbiasa menguping pembicaraan siapapun, termasuk suaminya sendiri. Ia memilih melihat pemandangan saat Sandi menghubungi bu Sari.


"Tir," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara.


"Kamu dengar tidak apa yang aku bicarakan dengan mamah tadi?," tanya Sandi.


"Dengar mas, tapi samar-samar dan tidak secara keseluruhan," kata Tiara.


"Aku sedang membicarakan kakakku," kata Sandi.


"Ada apa rupanya dengan mbak Selvi mas?," tanya Tiara.


"Kak Selvi kan belum tahu kalau aku sudah menikah dengan kamu," kata Sandi.


"Lalu mas?," tanya Tiara.

__ADS_1


"Mamah tidak ingin aku memberi tahu kak Selvi kalau aku sudah menikah untuk saat ini," kata Sandi menjelaskan.


"Kenapa begitu mas? apa alasannya?," tanya Tiara.


__ADS_2