
"Iya sayang, akan aku pikirkan," kata Sandi.
"Baiklah," kata Lisa.
"Ya sudah sayang, hanya itu yang ingin aku sampaikan ke kamu," kata Sandi.
"Iya sayang," kata Lisa.
Sandi menutup teleponnya dan kembali bekerja.
Waktu terus berlalu hari ini, Tiara segera pulang setelah jam kuliah selesai.
"Kenapa kamu nampak buru-buru?," tanya Fira.
"Suamiku sudah menyuruh supir pribadinya untuk menjemputnku Fir," kata Tiara.
"Hm, tapi kan biasanya seorang nyonya yang mengatur pekerja," kata Fira.
"Hm, bukan itu masalahnya, aku akan pergi ke Bali besok," kata Tiara.
"Wah, ke Bali? seru sekali tuh," kata Fira.
"Ya begitulah," kata Tiara tersenyum.
"Acara apa ke Bali?," tanya Fira.
"Biasanya kalau pengantin baru ngapain?," tanya Tiara balik.
"Oh, aku tau. Kamu pasti mau berbulan madu kesana," kata Fira.
"Kamu benar sekali," kata Tiara.
"Wah, pasti sangat menyenangkan. Kamu jadi punya banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama suamimu," kata Fira.
"Iya, begitulah," kata Tiara.
__ADS_1
"Tapi tidak terbayangkan kalau nanti kamu hamil? gimana ya?," kata Fira menyindir.
"Kamu kok sampai ke situ sih bicaranya," kata Tiara.
"Ya iya donk, namanya orang menikah itu pasti ingin punya anak, punya keturunan," kata Fira.
"Tapi aku belum berfikiran kesana," kata Tiara.
"Tapi kamu sudah melakukannya kan bareng suami?," tanya Fira.
"Melakukan apa?," tanya Tiara.
"Jangan pura-pura begitu deh," kata Fira.
"Berpura-pura apa sih?," kata Tiara.
"Kamu pasti sudah melakukan hubungan suami istri kan dengan suamimu? seperti suami istri pada umumnya," kata Fira memperjelas maksudnya.
"Ih, kamu kok nanya begitu sih," kata Tiara mencubit lengan Fira.
"Kamu sih bertanya hal seperti itu kepadaku," kata Tiara.
"Hm," kata Fira.
"Ya sudah, ayo kita pulang!," kata Tiara.
"Ayo!," kata Fira.
Mereka berdua turun menunju parkiran motor.
"Supir yang akan menjemput kamu dimana?," tanya Fira.
"Aku memintanya untuk menunggu digerbang," kata Tiara.
"Oh," kata Fira.
__ADS_1
"Kamu bonceng aku sampai ke gerbang ya," kata Tiara meminta tumpangan.
"Iya-iya," kata Fira.
Fira pun membonceng Tiara sampai gerbang. Sesampainya digerbang, sebuah mobil sedan putih sudah menunggu Tiara.
"Silahkan non," kata supir membukakan pintu belakang mobil tersebut.
''Baik pak," kata Tiara.
Fira geleng-geleng kepala melihat nasib sahabatnya yang sekarang sudah menjadi konglomerat.
"Aku duluan ya Fir," kata Tiara.
"Ok," kata Fira.
Supir pun menancapkan gas mobil dan mobil mulai berjalan meninggalkan Fira. Fira pun menancapkan gas motornya meninggalkan kampus.
Kalau Sandi dan istrinya itu akan berbulan madu ke Bali, itu artinya mereka akan semakin dekat. Bahkan kemungkinan terburuk yang harus aku terima adalah istrinya bisa saja hamil. Batin Lisa.
"Jika istri Sandi sampai hamil, pasti akan sangat sulit untuk memisahkannya dari Sandi," gumam Lisa.
Lisa terus memikirkan perihal bulan madu Sandi dan Tiara itu.
"Apa aku ikut saja ke Bali?," gumam Lisa.
"Tidak-tidak, itu pasti akan sangat berbahaya. Kalau sampai ketahuan, kasihan Sandi," gumam Lisa.
Lisa semakin tidak tenang memikirkan masalah tersebut tanpa henti.
Tiara kini sudah sampai dirumah, ia masuk dan menemui ibu mertuanya.
"Mah, lagi apa?," tanya Tiara yang melihat ibunya sedang melihat beberapa menu masakan yang cocok untuk dihidangkan pada acara makan bersama.
"Mamah lagi lihat menu-menu masakan yang pas nih untuk dihidangkan pada acara makan bersama," kata bu Sari.
__ADS_1