Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 147


__ADS_3

"Kan aku hanya bertanya. Aku tidak mengatakan akan memberhentikan kamu didepan gerbang," kata Sandi.


"Hehehe, iya mas," kata Tiara.


Sandi mengantarkan Tiara ke dalam area kampus.


"Sayang, kamu nanti akan dijemput supir pribadi kita ya," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara.


Tiara keluar dari mobil.


"Aku pergi dulu ya sayang," kata Sandi.


"Iya mas, hati-hati dijalan ya," kata Tiara.


"Iya sayang," kata Sandi.


Sandi meninggalkan kampus dan Tiara memasuki kampus dengan langkah kaki yang beradu dengan santai.


Fira, sahabat karib Tiara baru saja sampai. Ia sepertinya belum tahu jika Tiara sudah sampai dikampus.


Tiara langsung berjalan menuju kelas. Didalam kelas Tiara sudah melihat beberapa teman kuliahnya sudah terlebih dahulu sampai.


Farhan, sahabatnya pun sudah sampai. Dia hendak menyapa Farhan tapi Farhan sudah terlebih dahulu mengalihkan pandangannya dari Tiara.

__ADS_1


Tiara mengurung niatnya untuk bersalam sapa dengan sahabatnya itu. Dia kemudian duduk dikursinya.


Tidak lama, Fira datang. Fira langsung membuat heboh kelas setelah melihat sahabatnya Tiara kembali kuliah hari ini.


Dia memeluk sahabatnya itu dengan perasaan yang sangat senang.


"Kapan kamu sampainya? sudah lama?," tanya Fira.


"Belum sih, baru saja sampainya," kata Tiara.


"Baguslah. Aku sangat merindukanmu lho dan juga merindukan oleh-oleh yang kamu bawa dari Bali untukku," kata Fira.


"Kamu sebenarnya menanti-nantikan aku atau menanti-nanti oleh-oleh yang ku bawa?," tanya Tiara dengan perasaan kesal.


"Kamu donk yang pertama, oleh-oleh yang kedua, haha," Fira tertawa kecil.


Fira menerimanya dengan senang hati. Dia memeluk Tiara.


"Kamu tidak membawa oleh-oleh untuk Farhan juga?," Fira berbisik ditelinga Tiara.


''Tidak, aku takut ia tidak menerimanya karena hubungan kami yang kurang membaik," Tiara menjawab pertanyaan Fira.


"Oh begitu, baiklah, aku mengerti," kata Fira.


Aku sangat merindukanmu Han, merindukan kebersamaan kita yang dulu sebagai sahabat dekat. Batin Tiara.

__ADS_1


Pelajaran pun dimulai karena dosen sudah datang.


Sandi sudah berada dikantor. Sekretaris pribadinya memberikan hormat. Sandi memasuki ruang kerjanya.


Ia kaget melihat ada sebuah barang berada diatas meja kerjanya. Barang berbentuk persegi tersebut dibungkus dengan rapi.


Ia pun membukanya karena penasaran apa sebenarnya benda tersebut. Setelah membukanya, ternyata itu sebuah lukisan. Lukisan dirinya dan pengirimnya adalah Lisa.


Sandi tersenyum. Sepertinya dia terharu dengan pemberian kekasihnya itu kali ini. Dia kemudian melihat ada sebuah kertas diatas lukisan tersebut.


"Buat lelaki terhebatku, Sandi Airlangga. I love you so much for everything," Lisa menulis pesan manis.


Sandi kembali tersenyum dengan senyuman yang manis.


Ia kemudian mengambil ponsel pintarnya dan menghubungi Lisa. Panggilan tersebut pun diangkat.


"Halo sayang," kata Lisa.


"Halo sayang, terima kasih ya untuk hadiah yang luar biasa bagus yang kamu berikan padaku," Sandi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lisa.


"Kamu sudah melihatnya ternyata sayang?," Lisa bertanya.


"Sudah sayang, aku sangat menyukai hadiah yang kamu berikan itu," kata Sandi.


"Syukurlah kalau kamu menyukainya. Mudah-mudahan kamu bisa menyimpan hadiah yang ku berikan itu kepada kamu dengan baik," Lisa memohon.

__ADS_1


"Iya pasti sayang. Aku juga ingin meminta maaf untuk perilaku kasarku kemarin terhadap kamu, aku seharusnya tidak begitu," kata Sandi.


"Iya, tidak apa-apa sayang. Santai santai saja. Sebenarnya itu juga kesalahanku," kata Lisa.


__ADS_2