Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 90


__ADS_3

"Aku nanti tanya mas Andre dulu nih mbak, bisa atau tidak?," kata bu Asta.


"Baiklah kalau begitu, mbak tunggu infonya As," kata bu Sari.


"Iya mbak, nanti segera aku kabari,'' kata bu Asta.


Siang ini Tiara dan Sandi memilih bermain speed boat. Mereka nampak sangat menikmati permainan itu. Tapi sesekali Tiara meminta Sandi untuk mengurangi kecepatan speed boat yang mereka naiki. Sampai-sampai Tiara memeluk erat tubuh Sandi dari belakang karena takut terjatuh.


Berbeda dengan Sandi dan Tiara yang menikmati liburan hari ini, Farhan disibukkan dengan mengurus coffee shop. Farhan sengaja bekerja dicoffee shop miliknya hari ini untuk melihat perkembangan usahanya tersebut.


Waktu terus berjalan, matahari pun mulai terbenam pertanda sore telah tiba. Sandi dan Tiara memutuskan pulang ke hotel.


Hari ini sungguh sangat menyenangkan bagi mereka berdua, terlebih Tiara yang belum pernah merasakan sensasi liburan seperti sekarang.


"Tir, bagaimana perasaan kamu sekarang?," tanya Sandi.


"Aku sangat senang sekali hari ini mas bisa merasakan sensasi liburan yang berkesan," kata Tiara.


"Bukan itu yang ku maksud. Kalau itu sih aku sudah tahu dari ekspresi raut wajah kamu yang begitu sumringah," kata Sandi.

__ADS_1


"Hehehe, jadi apa yang mas maksud dengan pertanyaan mas ini," tanya Tiara.


"Soal tadi malam, aku minta maaf ya Tir," kata Sandi.


"Kenapa mas minta maaf," tanya Tiara yang mengerti maksud dari perkataan Sandi.


"Aku terlalu terburu-buru melakukannya tanpa bertanya apa kamu sudah siap untuk melakukan hal itu denganku," kata Sandi.


"Mas seharusnya tidak perlu minta maaf seperti itu, aku inikan istri mas, jadi wajar donk aku harus "melayani" mas," kata Tiara.


"Aku takut kamu belum siap untuk hal itu," kata Sandi.


"Terima kasih Tir," kata Sandi.


"Iya mas, sama-sama," kata Tiara.


Sandi tersenyum.


"Mas, aku mandi duluan ya," kata Tiara.

__ADS_1


"Iya," kata Sandi.


Tiara membersihkan diri ke kamar mandi sedangkan Sandi melamunkan sesuatu ditempat duduknya.


Kenapa tiba-tiba aku melakukan "hal itu" dengan spontan? Sudahlah aku seharusnya tidak usah memikirkan hal itu, lagi pula aku dan Tiara adalah suami istri dan juga supaya mamah juga bisa cepat-cepat memiliki cucu dari kami berdua. Batin Sandi.


Lisa saat ini sedang mempersiapkan barang-barangnya untuk dibawa ke Bali selama projek kerja yang akan dia garap disana bersama tim nya.


Hari ini jadwal penerbangan Lisa dijadwalkan akan terbang pada pukul 19.00 WIB. Lisa sebenarnya masih dalam kondisi mood yang tidak baik karena Sandi belum bisa ia hubungi dan Sandi belum juga menghubunginya balik sampai saat ini.


Lisa mencoba menghubungi Sandi sekali lagi tapi sayang HP Sandi tidak aktif. Hal itu karena seharian ini Sandi tidak mengisi baterai ponselnya.


"Kenapa dia belum juga bisa dihubungi?," gumam Lisa kesal.


Lisa kemudian mengambil lembaran tiket pesawat miliknya dan mengambil foto lembaran tiket tersebut. Ia mengirimkan foto tersebut kepada Sandi.


Lisa juga memberitahukan kepada Sandi alamat hotel tempat dia akan menginap. Ternyata lokasi hotel tempat Lisa menginap tidak jauh dari tempat lokasi hotel Sandi dan Lisa menginap. Hanya berjarak belasan menit saja.


Maghrib telah tiba. Lisa bersiap-siap untuk berangkat ke bandara bersama supir pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2