Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 12


__ADS_3

"Kamu sedang dimana sekarang?," tanya pak Airlangga kepada seseorang melalui sambungan telepon.


"Saya sedang mengawasi salah satu proyek kita pak yang sedang dalam pembangunan," kata Hardi.


Siapa Hardi?, hardi adalah orang kepercayaan pak Airlangga. Dia sudah begitu banyak melakukan tugas penting dari pak Airlangga, baik tugas pribadi pak Airlangga dan tugas kantor. Dan anehnya, dia selalu berhasil melakukannya.


"Memangnya ada apa pak?," tanya Hardi.


"Saya ada tugas penting untuk kamu," kata pak Airlangga.


"Tugas pak?, tugas apa itu pak?," tanya Hardi.


"Sekarang anak saya Sandi, sedang berada disalah satu photo studio, dia sedang melakukan foto prewedding," kata pak Airlangga.


"Apa pak?, foto prewedding?, apakah bapak akhirnya menyetujui hubungan tuan muda Sandi dengan nona Lisa?," tanya Hardi.


"Bukan Har, bukan itu. Saya sudah menjodohkan Sandi dengan putri pak Arifin, salah satu staff diperusahaan kita," kata pak Airlangga.


"Oh begitu ternyata ya pak?," kata Hardi.


"Ia Har, bahkan pernikahan mereka tinggal seminggu lagi," kata pak Airlangga.


"Saya kaget mendengarnya pak. Lalu tugas saya apa pak?," tanya Hardi.


"Tugas kamu adalah kamu pergi kesana dan minta foto-foto prewedding Sandi dan calon istrinya itu kepada pemilik photo studio itu!," kata pak Airlangga.


"Saya mengerti pak. Apa hanya itu pak?," tanya Hardi.


"Ada satu yang penting. Setelah kamu meminta foto-foto prewedding itu, kamu temui wartawan dari media berita terpercaya.


Kamu minta wartawan itu mempublikasikan hal itu ke khalayak umum supaya Lisa tahu bahwa Sandi akan menikah. Lisa juga akan tahu, bahwa dia tidak akan bisa mempermainkan Sandi lagi," kata pak Airlangga.


"Baik pak, saya memahami perintah bapak, saya akan pergi kesana sekarang," kata Hardi.


"Bagus Har, informasikan segera informasinya!, saya tutup teleponnya Har," kata pak Airlangga.


"Siap pak," kata Hardi menutup telepon.


Hardi pergi ke photo studio dimana Sandi dan Tiara melakukan pre-wedding.


Sandi dan Tiara kini sudah sampai. Sandi memarkirkan mobilnya. Mereka berdua keluar dari mobil.


"lho San, ini siapa?," kata Angga. Angga adalah pemilik experience photo studio. Dia juga salah satu teman akrab Sandi.


"Dia calon istri Ku Ngga," kata Sandi. Angga menjadi bingung.


"Bukannya pacar kamu Lisa ya?," tanya Angga.


Tiara tersenyum. Sandi memandangnya dan merasa tidak enak.

__ADS_1


"Sudah jangan dibahas. Aku sudah putus dengannya," kata Sandi.


"kok bisa?," tanya Angga.


"Sudah aku bilang jangan dibahas Ngga, kenapa kamu masih bertanya?," kata Sandi.


"Oh iya San maaf," kata Angga.


"Sudah bisa dimulai belum Ngga?," tanya Sandi.


"Sudah San, ayo masuk!," kata Angga.


"Ayo sayang kita masuk," kata Sandi. Tiara kaget dan canggung dipanggil "sayang" oleh Sandi.


"Ia mas," kata Tiara.


Angga hanya geleng-geleng kepala melihat Sandi dan Tiara. Dia masih tidak percaya kepada Sandi kalau dia sudah putus dengan Lisa. Angga mengingat dengan jelas bahwa Sandi menjadi sangat tergila-gila pada Lisa sampai-sampai Sandi memilih Tidak makan seharian karena pernah diputuskan oleh Lisa.


Padahal hubungan mereka baru berjalan empat bulan.


"San, kalian mau pakai baju yang mana nih?," kata Angga memberikan pilihan. Sandi melihat album pilihan itu.


"Kita pilih yang casual saja ya sayang," kata Sandi.


"Iya mas, sepertinya cocok," kata Tiara. Sandi tersenyum memberi balasan.


"Kami pilih yang ini Ngga," kata Sandi.


Sandi dan Tiara pergi ke ruang ganti.


Seseorang berpakaian hitam dan topi hitam memasuki photo studio Angga. Dia adalah Hardi, suruhan pal Airlangga.


"Saya ingin foto shot mbak, tapi cuma pengambilan 2 foto saja. Fotonya dibingkai mbak," kata Hardi kepada salah satu karyawan perempuan Angga.


"Boleh mas, silahkan masuk," kata karyawan Angga.


Mereka berjalan menuju ruanga pemotretan.


"Pak, mas ini mau melakukan foto shot," kata karyawan Angga.


"Disuruh antri saja dulu, soalnya akan ada yang akan melakukan foto shot juga diruangan ini. Atau gak diruangan lain saja gimana?," kata Angga.


"Ruangan yang lain penuh pak, lagipula dia cuma ingin melakukan foto shot dua kali saja," kata karyawan Angga.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Dimulai saja sekarang," kata Angga.


"Baik pak," kata karyawan Angga.


Hardi memasuki ruang sesi pemotretan. Usai selesai, ia meninggalkan kamera tersembunyi yang teramat kecil. Kamera itu diatur oleh smartphone yang Hardi genggam. Ia meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Sandi dan Tiara usai sudah mengganti pakaian mereka. Kini mereka berada diruang pemotretan.


Mereka memulai berbagai jenis gaya didepan kamera. mereka nampak terlihat mesra. Tiara sebenarnya merasa sungkan. Sandi pun seperti itu. Tapi keduanya lama-lama menjadi terbiasa. Sesi pemotretan pun usai.


Hardi sudah mendapatkan banyak foto kemesraan Tiara dan Sandi. Ia ingin melancarkan aksinya.


Kalau dipikir-pikir, akan sangat berbahaya jika Lisa tahu Sandi akan menikah. Dia bisa saja nekat melakukan apapun agar pernikahan Sandi dan Tiara batal. Sebaiknya aku mengurungkan niatku ini. Batin pak Airlangga.


Hardi memberikan laporan dahulu kepada pak Airlangga sebelum melancarkan aksinya.


"Halo pak, saya sudah selesai melakukan tugas yang bapak berikan. Saya tinggal menemui wartawan dan mempublikasikannya pak," kata Hardi.


"Batalkan saja Har!," kata pak Airlangga.


"Kenapa begitu pak?," tanya Hardi terkejut.


"Saya merasa itu sangat berbahaya bagi kelangsungan pernikahan Sandi. Saya khawatir Lisa akan melakukan apa saja untuk membatalkan pernikahan Sandi Har," kata pak Airlangga.


"Baik pak kalau begitu. Yang bapak katakan memang benar adanya. Apakah bapak memiliki tugas lain untuk saya pak?," tanya Hardi.


"Tidak Har, kamu sebaiknya kembali ke proyek kita sekarang. Saya minta maaf karena telah membuat kamu melakukan tugas yang akhirnya saya batalkan," kata pak Airlangga.


"Tidak apa-apa pak. Saya akan kembali ke proyek kita sekarang pak," kata Hardi.


"Baik Har. Terima kasih Har," kata pak Airlangga.


"Sama-sama pak Airlangga," kata Hardi.


Pak Airlangga menutup sambungan teleponnya dengan Hardi.


"Tir, aku kesana dulu ya, membayar photo shoot kita," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara tersenyum.


Sandi berjalan menemui Angga.


"Ngga, aku mau bicara sama kamu," kata Sandi.


"Masalah photo shoot aku dengan Tiara jangan kamu publikasikan ya. dan juga satu lagi, kamu tidak usah bilang ke Lisa," kata Sandi.


"Kenapa begitu?," tanya Angga.


"Aku tidak mau pernikahan ku terusik oleh opini publik nantinya. Kalau masalah Lisa, aku tidak mau berhubungan dengan dia lagi," kata Sandi.


"Baiklah, aku akan menjaga rahasia ini. aku tidak menyangka hubungan mu dengan Lisa berujung kandas seperti ini," kata Angga,"


"Bagaimana lagi Ngga, sudah tidak ada kecocokan diantara kami," kata Sandi.


"Kalau itu alasannya tidak apa-apa. Tidak baik juga jika hubungan dipaksakan," kata Angga.

__ADS_1


Sandi tersenyum.


__ADS_2