
Selamat membaca...
***
Beberapa hari kemudian Zeny sudah mulai pulih, dan besok dia sudah bisa beraktifitas seperti biasa.
"Kak, bagaimana perasaanmu?" Tanya Kirei sambil meletakkan bubur di meja.
"Aku baik-baik saja." Ucap Zeny.
Setelah itu pun mereka dihantam oleh keheningan. Setelah beberapa Lama diam, akhirnya Zeny membuka suara.
"Kirei... Sebentar lagi aku akan keluar, tidak perlu repot repot. Aku akan mencari tempat tinggalku sendiri Kirei." Ucap Zeny karena ia tidak ingin menyusahkan Kirei.
"Tidak kak, kau tinggal saja dirumahku!" Paksa Kirei.
"Kirei, aku tidak ingin menyusahkanmu sayang, merawatku disini saja sudah cukup. Kumohon agar kau tidak mrmbantuku lagi.... " Ucap Zeny memohon agar Kirei mau mengikuti kemauannya.
Setelah itu Kirei terdiam sejenak, dia kelihatan sedang memikirkan sesuatu.
"Baiklah kak, tetapi kau harus tinggal di termpat Yang ku pilih!" Ucap kirei.
"Baiklah, terserah kau saja... "Ucap Zeny dengan nada Yang sangat lembut.
Setelah itu mereka terus berbincang sampai sore, hingga tiba tiba Zeny teringat dengan salah satu sahabatnya, yaitu Jihan.
Zeny dan Jihan sudah Lama bersahabat,yaitu pas 10 tahun Yang lalu. Dimana Jihan saat itu sedang dibully karena terlalu cantik dan dikata katai memakai susuk. Tetapi itu semua hanyalah mitos Yang dikatakan oleh gadis gadis Yang iri dengannya. Jihan adalah orang Yang galak. hingga waktu itu disaat Jihan diejek, dia tidak bisa menahan amarahnya. Hingga Jihan berbuat nekat. Jihan mendorong gadis itu hingga tersungkur dilantai kemudian dengan cepat dia mengangkat tubuh gadis itu dengan cara menjambaknya. Kemudian Jihan menampar gadis itu berulang kali hingga pingsan. Zeny Yang melihat kejadian itupun sempat bergidik ngeri dengan kekejaman Jihan. Kemudian besok paginya Jihan dipanggil kepala sekolah dan dihukum habis habisan. Zeny tidak tahan dengan perlakuan kepsek Yang kejam terhadap Jihan, walaupun dia tidak kenal dengan Jihan. Kemudian Zeny menerobos masuk kedalam ruang kepala sekolah dan menjelaskan kronologinya. Disitu Zeny berdebat dengan kepala sekolah untuk membela orang Yang belum ia kenal.Jihan terlihat sangat terkejut Dengan kelancangan Zeny. Akhirnya kepala sekolah menyerah dan hanya memberikan Jihan sanksi kecil karena Jihan ditetapkan tidak bersalah. Kemudian dari saat itu Zeny dan Jihan terus bersama hingga sekarang.
Mengingat itu membuat Zeny berpikir bahwa sekarang Jihan sedang mencarinya.Zeny tidak ingin membuat sahabatnya itu khawatir kepadanya.
"Emmm... kirei, bisakah aku meminjam hpmu sebentar?"Tanya Zeny.
"Boleh kak" Ucap Kirei sembari memberikan Hp-nya kepada Zeny.
"Kak, aku pergi keluar dulu ya, nanti aku akan kembali lagi!" Ucap Kirei.
"Baiklah, jaga dirimu dik!" Ucap Zeny memperingatkan.
Kemudian setelah itu Zeny pun menelepon Jihan.
"Halo?" Sapa seorang gadis diseberang sana.
Tetapi zeny masih terdiam sejenak karena dia telmi.
"Halo? Apakah ada orang disana? Jika tidak aku akan menutup telponnya!" Ucap Jihan dengan nada mengancam
"Eh tunggu dulu!" Ucap Zeny.
"Zeny?! Lu Zeny?!" Tanya Jihan karena terkejut.
"Iya beg*k ini gue!" Ucap Zeny.
"Dih baru ketemu langsung ngegas aja siany*nk! Gatau apa gue ngekhawatirin lu ya?!" Tegas Jihan karena dia kesal dengan Zeny Yang tidak memberinya kabar.
"Hehe, yaudah sih gue minta maaf!" Ketus Zeny.
"Ya! Gimana keadaan Lo? Baik² aja kan?" Tanya Jihan.
"Ga juga tuh... Gue lagi dirawat di rs.ACBD. " jelas Zeny.
"Yaudah gue kesana sama Dira sekarang! Lo tunggu ya disana! Jangan kemana mana Lo!! " perintah Jihan, karena dia khawatir dengan keadaan Zeny.
__ADS_1
Setelah itupun Jihan langsung mematikan ponselnya dan berangkat bersama Dira menuju rumah sakit tempat Zeny dirawat.Beberapa menit telah berlalu, kini Jihan sudah berada di depan rumah sakit. Mereka pun langsung berlari untuk menaiki lift. Tetapi karena lift sudah penuh, akhirnya mereka pun terpaksa menggunakan tangga. Ruangan Zeny Yang cukup jauh yaitu di lantai 4 membuat Jihan dan Dira semakin Lama bertemu dengan Zeny. Setelah berusaha dengan semaksimal mungkin akhirnya mereka bisa sampai Ke urutan lantai tempat Zeny dirawat. akhirnya Jihan dan Dira sudah berada didepan kamar Zeny.Tanpa berlama Lama lagi mereka langsung masuk kedalam ruangan dan pandangan mereka tertuju kepada Zeny Yang sedang asik mengemil.
"Woi! Lu manusia kan? Gimana bisa lu makan coklat disaat sedang sakit begini? udah bosan hidup?" Celetuk Dira sambil mengeluarkan beberapa buah-buahan Yang dia beli.
Zeny pun langsung menjawab "Terserah gue dong! Lagian kalo gue mati juga nggak ada Yang sedih kok!"
Mendengar kata-kata Zeny membuat Jihan langsung menatap Zeny dengan tajam. Ia sangat tau bahwa Zeny sering ada masalah dikeluarganya, tetapi walau bagaimana pun keluarganya pasti sangat menyayangi Zeny.
"N-ngapain lu natap gue kayak gitu ji?" Tanya Zeny terbata-bata.
"Kenapa lu bisa bilang itu?"
"Bilang apa? Apa Yang gue bilang? " Tanya Zeny lagi. Dia masih belum mengerti maksud Jihan.
"Kenapa lu bisa bilang kalo lu mati gak ada Yang sedih?! Apa lu gak tau seberapa sayangnya gue dan Dira sama lu!? kenapa lu gak mikir kalo kita ngekhawatirin lu!? Apa lu nggak tau kita kita kalang kabut buat cari elu selama kurang lebih seminggu?! Apa lu gak memikirkan itu Zeny?!" Ucap Jihan karena dia sangat kecewa dengan Zeny sementara Dira hanya bisa memandangi kedua sahabatnya itu.
"Tenanglah jihan... " Ucap Dira agar Jihan mengerti bahwa dia sedang berada dirumah sakit.
"Gimana gue bisa tenang? Sahabat mana Yang gak tenang jika melihat dia terbaring di rumah sakit?!"
Mendengar kata-kata Yang di lontarkan Jihan membuat Zeny menunduk dan meneteskan air matanya.Dira yang peka dengan keadaan sahabatnya itu pun langsung berusaha menenangkan Zeny.
"Gue keluar!" Ucap Jihan sembari berjalan kearah pintu dan membanting pintu dengan kasar.
"Lu tunggu disini Zen! Gue akan segera kembali setelah menenangkannya! " Ucap Dira meninggalkan Zeny.
Dira sangat mengetahui bahwa Jihan keluar untuk menenangkan diri, karena Dira tahu bahwa Jihan sangat sulit mengontrol emosinya. Dira mengejar Jihan sampai ke parkiran mobil, lalu dengan keceparan maksimal akhirnya Dira berhasil menarik tangan Jihan.
"Apa Yang kau lakukan? Tangan gue sakit! " keluh Jihan, tetapi Dira tidak merespon kata kata Jihan melainkan hanya diam.
"Lepaskan!!" Ucap Jihan lagi.
Tetapi nihil. Dira masih saja tidak meresponnya, kemudian Jihan pun pasrah kepada Dira. Hingga tiba tiba Dira berhenti di depan toilet.
"Elu Yang ngapain?! Udah tau temennya sakit gitu malah dimarahin! Gimana kalo dia depresi huh?! Seharusnya tadi lu gak bentak-bentak dia Jihan!! Lu harus bisa ngontrol emosi lu! Dia masih sakit woi! Bisa mikir ga sih lu kalo dia nangis sakitnya tambah parah?! Gimana kalo dia tambah sakit?! Tanggung jawab lu?! " Ucap Dira karena dia kesal dengan perlakuan Jihan.
"Kenapa aku Yang disalahkan?! Dia Yang tidak disalahkan? Aku mengkhawatirkannya tetapi dia merasa seperti aku tidak peduli dengannya!" Ucap Jihan tidak mau kalah.
"Lu gak ngerti keadaannya! Dia bilang ke gue kalau dia kabur dari rumah karena perjodohan! Dan kemudian dia dipecat dan diusir dari apartmentnya!! Dia gak punya apa apa sekarang Jihan! Lu Yang harus ngertiin dia!! " Ucap Dira. Mendengar ucapan Dira membuat Jihan terdiam sejenak. Ia merasa sangat bersalah kepada Zeny.
Sementara itu ditempat lain Yang tepatnya dikamar rawat Zeny, Kirei sudah duduk di samping tempat tidur Zeny sambil mengupas apel. Kirei tampak bingung dengan keadaan kakaknya karena sedari tadi Zeny hanya diam sambil menunduk. Setelah memerhatikan Zeny cukup Lama, akhirnya Kirei menyadari bahwa saat ini Zeny sedang menangis ntah karena apa.
"K-kak kirei... Ada apa denganmu kak? Apa kau menangis? " Tanya gadis itu.
Sementara kini pikiran Zeny melayang layang ketempat lain, sehingga sampai sekarang Zeny belum menjawab pertanyaan Kirei.
"Kak apa kau mendengarku? " Ulang gadis itu.
Tetapi lagi lagi Zeny tidak merespon perkataan kirei sehingga Kirei harus menggoyangkan lengan Zeny. Zeny Yang pikirannya melayang sedari tadi itupun langsung tersadar.
"hah? i-iya apa dik? "
"Kak, mengapa kau menangis?" Tanya Kirei karena melihat mata Zeny Yang masih berkaca-kaca.
"Ah,, tidak apa apa dik. "
Hanya itulah Yang mampu Zeny katakan karena dia terlanjur malu. Dia malu karena menangis didepan seorang anak Yang lebih kecil darinya. Seolah olah dia adalah wanita Yang lemah. Kirei pun langsung mengerti keadaan, ia tahu bahwa kakaknya itu sedang menyembunyikan sesuatu dan ia tidak pantas tahu itu. Akhirnya pun kirei angkat suara dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kak, apakah kau sudah menemukan tempat tinggal? Sesuai perjanjian kita kemarin, kau harus tinggal ditempat Yang kupilih kak!"
"Ya,, bagaimana? Apa kau sudah menemukan tempat tinggal Yang cocok untukku? " Tanya Zeny.
__ADS_1
"Sudah! Nanti setelah kau keluar kita langsung melihat tempatnya ya? " Ucap Kirei sambil memeluk lengan Zeny dan berusaha memasang puppy eyesnya.
"Iya iya... Haha" Ucap Zeny sembari memeluk kirei dan mengelus rambutnya Yang hitam dan ikal itu. Tentu saja Kirei tidak menyia-nyiakan keadaan itu, dia membalas pelukan Zeny.
Kirei memang sudah Lama menginginkan kakak perempuan. Ia selalu meminta kakak lelakinya untuk memiliki pacar, tetapi semua pacar kakaknya itu acuh saat bertemu dengannya. Inilah pertama kali Kirei memiliki kakak perempuan. Setelah beberapa saat memeluk merasakan kehangatan satu sama lain, tiba tiba mereka berdua dikagetkan dengan suara pintu terbuka.
||Ckleek||
Pintu terbuka dan muncullah dua wanita Yang tadi baru saja pergi keluar. Ya,, mereka adalah Jihan dan Dira. Jihan hanya masuk sembari menundukkan kepala dan Dira langsung duduk disamping Kirei.
"Hei gadis cantik! Apa kau Yang membantu Zeny waktu itu? " Tanya Dira.
"Y-ya kakak! Siapa kalian? "
"Oh ya, aku Dira dan ini Jihan, kami adalah sahabat baik Zeny. "
"H-hai.. " Sapa Jihan kepada gadis kecil itu.
"Hai kak! Senang bertemu dengan kalian. Aku Kirei! "
Setelah memperkenalkan diri, Kirei izin pamit karena sekarang sudah malam. Dia akan pulang kerumahnya. Setelah Kirei keluar dari ruangan, tidak ada satupun dari mereka Yang berbicara. Sampai tibalah saatnya Dira Yang angkat bicara.
"Betah ya kalian diem kayak gini, ga ngerasa canggung apa? " Sindir Dira kepada dua sahabatnya itu.
Kemudian Dira pun mengalihkan pandanganya dari Zeny ke Jihan. Dira pun menatap tajam Jihan Yang sedang menunduk itu. Kemudian Jihan sedikit mengangkat kepalanya dan kini mata mereka beradu. Dira lalu memutarkan bola matanya seolah olah mengisyaratkan agar Jihan minta maaf kepada Zeny. Jihan Yang melihat Dira pun langsung mengerti apa maksud dari perbuatan sahabatnya tersebut.
"Z-zen... Gue minta maaf ya soal Yang tadi, yakan elu tau sendiri kalo gue susah ngontrol emosi. " Ungkap Jihan.
Kemudian setelah mendengar itu Zeny pun langsung mengangkat kepalanya dan kini mata mereka saling beradu pandang. Walau Zeny sudah menatap Jihan, tetapi Zeny belum membuka suara dan menjawab Jihan. Sehingga Jihan terpaksa angkat bicara lagi.
"Zeny.. Gue khawatir banget sama Lo tadi! Makanya gue marah marah gitu.. Maafin gue ya cantik? " Bujuk Jihan.
Kini Zeny tidak lagi cemberut dan masam. Ia sekarang tersenyum manis kearah Jihan. Perlakuan Jihan itu tidak bisa ia tolak begitu saja. Karena setiap kali ia ngambek, sahabat sahabatnya itu selalu membujuknya dengan cara memujinya dan entah mengapa ia menjadi langsung luluh. Jihan Yang melihat Zeny tersenyum pun langsung lega, itu artinya Zeny telah memaafkannya.
"Lu harus bisa ngontrol emosi Ji! Lu harus secepatnya menuhin keinginan Stella ya. "Ucap Zeny.
Mendengar perkataan Zeny itu membuat hati Jihan tersentuh. Matanya kini sudah berkaca-kaca mengingat keinginan terakhir mendiang sahabatnya itu, yaitu Stella. Stella adalah sahabat mereka sedari SMP dulu. Saat SMP kelas 2//8 mereka menjadi sahabat Yang dekat, sampai sampai mereka membuat grup khusus mereka. Anggota grup persahabatan itu ada 8,yaitu Zeny, Jihan, Dira, Zahra, Stella, Riska, Yumi dan yang terakhir adalah Vidya. Zeny, Vidya dan Dira adalah sahabat sejak kecil. Pada saat SMP mereka seperti saudara. Tetapi
Saat mereka Beranjak SMA tiba tiba saja Yumi dan juga Riska keluar dari grup. Yumi dan Riska menjadi musuh pembuyutan mereka pada saat Riska dan Yumi memaki dan merendahkan Stella. Mereka benci dengan Stella Yang selalu saja menarik perhatian lelaki dan Stella yang selalu disayang oleh semua orang. Yumi dan Riska sangat iri kepada Stella. Hingga terjadilah hal Yang tidak diinginkan oleh semua orang. Pada saat moment perpisahan SMA, Tiba tiba saja Stella diberi obat Yang membuatnya berhalusinasi Yang tidak tidak. Stella langsung berlari ke arah jalan raya.
Walau waktu itu sudah malam tetapi keadaan masih sangat rame. Dira waktu itu hampir meraih tangan Stella tetapi tidak berhasil. Setelah itu pun ternyata semua tindakan ini adalah pembunuhan berencana. Stella Yang berlari ke jalan raya itu pun langsung tertabrak mobil. Dan tepat sekali. Mobil itu dikendarai oleh Riska. Saat di TKP Stella masih bisa bertahan dan dirawat dirumah sakti beberapa hari. Tetapi pada hari ke-empat Pada jam 14.37 hari jumat Stella menghembuskan nafas terakhirnya. Itu membuat semua orang sangat geram dengan perlakuan Riska dan Yumi karena mereka kabur keluar negeri untuk menghindari mereka.
Setelah beberapa hari perpisahan mereka dengan Stella, akhirnya Zahra pun harus melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Dan beberapa bulan setelah itu Vidya juga keluar Negri beralasan untuk kembali ketempat orang tuanya. Dan kini sisalah mereka bertiga Yang saling menyayangi satu sama lain.
Melihat mata Jihan Yang sudah berkaca kaca akhirnya Zeny menghembuskan nafasnya. Zeny merentangkan kedua tangannya tanda agar Jihan bisa memeluknya. Kemudian Jihan pun langsung menghampiri Zeny kemudian memeluknya dan Dira Yang melihat itu pun tidak sangggup membendung kedua air matanya lagi. Kemudian Jihan Zeny dan Dira pun berpelukan bersama sambil mengingat mendiang teman mereka, Stella.
"Apakah kita akan seperti ini selamanya? " Tanya Jihan Yang masih berada dibawah pelukan Zeny.
"Tentu saja! Siapa Yang mau gangguin kita lagi? Kita strong girls!! " Ucap Dira sembari menghapus air mata Jihan.
"Kita Best friend forever! Inget itu guys. " Ucap Zeny ikut nimbrung.
Kemudian mereka menikmati waktu bersama sampai tengah malam. Jihan dan Dira pun berencana menginap di rumah sakit.
***
Hai guys, gimana panjang kan? Hehe... Author sengaja kasih yang panjang, soalnya buat ngebayar utang update wkwkwk.
Kalian suka gak? Kalo suka jangan lupa kasih aku likenya ya sayang... ❤❤
Maap yak kalo aku jarang update, soalnya bingung juga ni mau mikirin alurnya apalagi aku sibuk, jadi ga sempet buatnya👉👈
__ADS_1
Jadi maklumin aja deh ya manteman:(
Bye~❤😚