
Tiara melihat sekelilingnya. Ia merasa asing dengan tempat ia berada saat ini. Sandi sedang berada dikamar mandi, jadi dia tidak mengetahui kalau istrinya sudah sadar.
"Aku dimana sekarang?," gumam Tiara bertanya dalam keadaan yang belum sadar sepenuhnya.
Sandi keluar dari kamar mandi. Ia kaget melihat Tiara yang sudah tersadar. Dia bergegas menghampiri Tiara.
"Bagaimana keadaan kamu Tir?," tanya Sandi merasa senang melihat Tiara sudah siuman.
"Aku dimana ini mas?," tanya Tiara.
"Kamu sedang berada diklinik sekarang. Kamu dirawat disini. Kamu tadi pingsan saat hendak membeli obat diapotek," kata Sandi.
"Pingsan?. Oh iya mas, aku baru ingat. Tadi pagi aku hendak membeli obat peringan rasa nyeri saat haid diapotek. Tapi tiba-tiba kepalaku keleyengan mas, lalu aku pingsan. Setelah itu, aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya," kata Tiara menjelaskan.
"Oh begitu kejadiannya. Sekarang yang terpenting kamu sudah sadar. Kamu sudah lumayan cukup lama pingsannya," kata Sandi.
"Sudah berapa lama mas?," tanya Tiara.
__ADS_1
"Kira-kira sekitar empat jam-an lah," kata Sandi.
"Empat jam mas? lumayan lama juga ya," kata Tiara.
"Iya. Bagaimana keadaan kamu sekarang? apa ada yang sakit? ada yang salah dengan tubuh kamu? bilang saja Tir!," kata Sandi.
"Aku cuma merasa lemas mas," kata Tiara.
"Hanya itu?," tanya Sandi lagi.
"Iya mas, hanya itu saja. Tidak ada lagi yang lain," kata Sandi.
"Syukurlah. Aku juga ingin minta maaf kepada kamu Tir, ini semua terjadi karena salahku. Coba saja aku tidak pergi pagi ini, kamu tidak akan mengalami hal ini. Aku bisa membelikan obat itu kian untuk kamu tanpa harus kamu kesana," kata Sandi meminta maaf karena ia merasa bersalah terhadap Tiara.
"Iya mas, aku paham. Tidak apa-apa mas. Jangan menyalahkan diri mas. Hal ini terjadi bukan karena kesalahan mas sepenuhnya. Tiba-tiba saja jadwal datang bulanku datang tadi pagi dan aku merasa sakit. Aku lalai tidak memasukkan obat pereda rasa nyeri yang ada dirumah kedalam tas maupun koper mas. Aku merasa tidak tahan untuk menahannya, jadi aku membeli obat pereda rasa nyeri saat haid," kata Tiara menjelaskan.
"Bagaimana pun aku tetap lalai, maafkan aku Tir. Aku akan berusaha lebih baik lagi dalam menjagamu," kata Sandi.
__ADS_1
"Iya mas, terima kasih ya mas untuk niat baiknya. Aku juga mau tanya, mas pergi kemana tadi pagi, kenapa tidak meninggalkan pesan?,'' tanya Tiara.
Sandi terdiam dan terlihat gelagapan saat melihat diberi pertanyaan oleh Tiara
"Aku tadi bertemu dengan kolegaku yang kemarin Tir. Kemarin kami belum mencapai kesepakatan akhir. Jadi pagi ini kami bertemu untuk membicarakan hal itu lagi untuk mencapai kesepakatan bersama," kata Sandi mencari alasan.
"Kenapa dia begitu terburu-buru mas? apa dia tidak memiliki waktu pada siang hari?," tanya Tiara.
"Oh itu karena dia harus kembali ke Jakarta pagi ini. Pesawatnya fly pada pukul 10:00 pagi," kata Tiara.
"Sebenarnya salut juga ya mas, kolega mas Sandi dan mas bisa bertemu disini," kata Tiara.
"Itu karena dia ada urusan pekerjaan juga disini," kata Sandi.
"Oh iya mas," kata Tiara.
"Iya. Oh iya, aku akan panggil dokter untukmu," kata Sandi.
__ADS_1
"Tidak perlu mas, aku kan baik-baik saja. Hanya sedikit lemah," kata Tiara.
"Aku memanggil dokter karena memang dokternya berpesan jika kamu sadar aku harus memanggil beliau," kata Sandi.