Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 88


__ADS_3

"Begitu ya mas," kata Tiara.


Saat ini adalah happy time buat Tiara, aku tidak boleh membuatnya memiliki beban pikiran. Batin Sandi.


Malam semakin larut, angin malam pun semakin terasa menusuk pori-pori kulit, Sandi dan Tiara memutuskan untuk kembali masuk ke kamar hotel.


Tiara mengganti pakaian tidurnya dengan kimono, pakaian tidurnya kali ini berbahan tipis dan sedikit menerawang. Tiara mendapatkan pakaian tidur itu dari bu Sari.


Kenapa mamah memberikan aku pakaian tidur dengan bahan yang setipis ini?. Batin Tiara menggerutu.


Tiara keluar dari ruang ganti. Sandi yang memperhatikan Tiara tiba-tiba terbelalak melihat Tiara dengan pakaian itu. Sekarang lekukan tubuh Tiara dapat terlihat dengan sangat jelas.


Sandi semakin salah tingkah saat Tiara mendekatinya. Bahkan, Tiara duduk berhadapan dengan dia. Sandi berusaha bersikap biasa saja namun nampaknya sulit untuk membuat dirinya melakukan hal tersebut.


Tiara kembali berdiri dan Sandi masih memperhatikan Tiara. Tiara mengambil kotak obat dan vitamin yang diberikan bu Sari untuknya dan Sandi.


Dia membawa obat itu dan meletakkannya diatas meja.


"Mas, ini obatnya," kata Tiara memberikan obat tersebut kepada Sandi.

__ADS_1


Sandi mengambil obat itu dari tangan Tiara. Sandi langsung meminum obat yang diberikan oleh Tiara itu tanpa membaca khasiat dan kegunaan obat tersebut.


Tiara juga meminum obat dan vitamin tersebut.


Tiba-tiba baik Sandi dan Tiara merasa gerah.


Ternyata obat tersebut penyebabnya. Obat tersebut bukan hanya untuk kesuburan akan tetapi obat tersebut juga berguna sebagai obat "perangsang".


Dosis obat tersebut pun cukup tinggi, sehingga baik Tiara dan Sandi semakin merasa gerah.


Entah dimulai dari mana?, Sandi beranjak dari kursinya dan duduk mendekati Tiara. Tiara kaget melihat tindakan suaminya itu. Mereka pun melakukan tindakan itu.


"Fir, aku mau tanya sesuatu donk," kata Sandi.


"Apa yang mau kamu tanyakan?," tanya Fira.


"Tiara dan suaminya kemarin aku lihat dari staus what's app Tiara sedang berada dipesawat, mereka mau kemana sih?," tanya Farhan.


"Oh itu, mereka mau ke Bali Han untuk berbulan madu," kata Fira.

__ADS_1


"Berbulan madu?," kata Farhan.


"Iya Han, berbulan madu sama seperti pasangan suami istri pada umumnya. Kenapa kamu kaget begitu mendengar jika mereka berbulan madu?," tanya Fira.


"Ya Tiara kan masih sibuk kuliah dan sebentar lagi kita kan mau ada praktik lapangan dari perkuliahan," kata Farhan.


"Mereka kan cuma sebentar Han, paling dua mingguan kok," kata Fira.


"Oh begitu," kata Farhan.


"Han, aku mau tanya sesuatu nih sama kamu, tapi kamu jangan marah ya," kata Fira.


"Kamu mau tanya apa memangnya?," tanya Farhan.


"Setelah kamu tahu kalau Tiara sudah menikah dengan laki-laki lain, apakah kamu merasa kecewa dan sakit hati terhadap dia?,'' tanya Fira.


"Sakit hati? tentu tidak. Kalau kecewa pasti aku sangat kecewa, kamu tahu sendiri aku sudah menaruh rasa suka pada Tiara sejak lama tapi tiba-tiba dia sudah menikah saja dengan laki-laki lain," kata Farhan.


"Oh, jadi itu alasan kamu cuek dan mendiamkan Tiara beberapa hari kebelakangan ini?," tanya Fira.

__ADS_1


"Iya kamu benar, aku melakukan itu untuk sekedar meluapkan kekecewaanku padanya. Sebenarnya pagi itu aku sudah menyiapkan bunga untuk mengungkapkan perasaanku padanya," kata Farhan.


__ADS_2