
Farhan sedang dalam perjalanan dan sudah dekat dengan salah satu salon yang khusus menangani penampilan pria dalam suatu acara.
Bu Rika sengaja memesannya agar putranya tersebut tampil maksimal dalam acara hari ini.
Setelah urusannya selesai disalon ia kemudian meminta supir pribadinya supaya langsung saja menuju ke kantor ayahnya.
Sama seperti Farhan, Bu Sari dan pak Airlangga juga sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara tersebut.
Sebelum mereka berangkat, Tiara sudah datang dahulu. Tiara yang memasuki rumah dikagetkan dengan penampilan ke dua mertuanya yang seperti sedang menuju acara penting.
"Lho, papah dan mamah mau kemana?," tanya Tiara.
"Papah sama mamah mau menghadiri acara peluncuran produk baru perusahaan om Faris, papahnya Farhan," kata bu Sari.
Pantas saja tadi Farhan langsung meninggalkan kelas dan terlihat terburu-buru, ternyata ia ada kepentingan hari ini," Batin Tiara.
"Oh itu alasan papah dan mamah berpenampilan rapi seperti ini," kata Tiara.
"Iya nak, Tiara mau ikut?," tanya bu Sari.
"Sebaiknya kamu ikut saja Tir, Farhan kan sahabat dekat kamu dikampus dan ini acara yang penting bagi dia," kata pak Airlangga.
__ADS_1
"Bukannya Tiara tidak mau ikut mah, pah. Akan tetapi tugas kuliah Tiara sudah sangat banyak sekali, Tiara ingin menyelesaikan tugas tersebut dengan memakai waktu luang yang ada hari ini pah, mah," kata Tiara.
Pak Airlangga dan bu Sari begitu memaklumi karena memang Tiara sudah banyak meninggalkan tugas perkuliahan semenjak dirinya berbulan madu bersama Sandi dibali.
"Baiklah nak, tidak apa-apa kalau misalnya kamu tidak bisa ikut hari ini," kata pak Airlangga.
"Iya pah, mah. Titip salam saja ya buat mereka," kata Tiara.
"Iya nak, sebenarnya Sandi juga tidak bisa ikut hari ini karena dia juga memiliki banyak sekali pekerjaan dikantor yang harus ia lakukan," kata bu Sari.
"Oh baiklah mah," kata Tiara.
"Iya pah, hati-hati dijalan!," kata Tiara.
Mereka berdua pun meninggalkan Tiara.
Tiara melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
Farhan kini tiba dikantornya, dia langsung disambut oleh ayah dan ibunya.
"Wah, anak mamah tampan sekali," bu Rika memuji putra semata wayangnya itu.
__ADS_1
"Hehehe, mamah bisa saja," kata Farhan.
"Kamu kalau berpakaian seperti ini sudah nampak dewasa sekali," kata pak Faris.
"Hehehe," Farhan tertawa kecil.
Tidak lama kemudian bu Sari dan pak Airlangga datang. Bu Sari dan pak Airlangga pun saling salam sapa dengan pak Faris, bu Rika dan Farhan.
Bu Sari bahkan memuji Farhan yang terlihat sangat tampan dan sudah selayaknya sebagai salah satu pemimpin perusahaan.
Mereka semua pun tertawa. Namun bu Rika merasa ada yang kurang.
"Dimana Sandi dan Tiara mbak?," tanya bu Rika.
"Oh iya, maaf ya Rik, mereka tidak bisa datang karena Tiara sedang sibuk mengerjakan tugas perkuliahannya yang sudah harus disetor kepada dosen secepatnya sedangkan Sandi masih sibuk dengan pekerjaan yang ia tinggalkan kemarin saat berbulan madu dibali," kata bu Sari.
"Oh begitu ya mbak, baiklah aku paham dan memaklumi mereka berdua," kata bu Rika.
"Ia meskipun mereka tidak bisa datang, mereka menitip salam dan ucapan selamat yang hangat untuk kalian berdua," kata bu Sari.
"Wah, titip salam balik ya mbak ke Sandi dan Tiara dan terima kasih juga untuk ucapan selamatnya," kata bu Rika.
__ADS_1