Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 91


__ADS_3

Sandi dan Tiara sudah bersiap-siap untuk pergi ke ruang makan. Mereka turun dengan menggunakan Lift.


Setelah makan, mereka berdua akan mengunjungi fer


Sambil menunggu pelayan membawa makanan, Sandi memainkan ponselnya. Tiba-tiba aplikasi what's appnya memberikan informasi pesan dari Lisa. Sandi pun segera membukanya.


"Sayang kamu kemana saja sih? kenapa susah sekali aku hubungi? dan juga kenapa kamu reject panggilanku berkali-kali? apa salahku? aku juga mau kasih tahu kamu sesuatu, aku sekarang akan terbang ke Bali untuk projek syuting iklan. Jadi, aku ingin kita bertemu disana. Aku mau tahu keberadaan kamu dimana sekarang? dihotel mana?," tulis Lisa dalam pesan itu.


Lisa juga melampirkan foto tiket pesawatnya dan juga ia memberi tahu lokasi hotel tempat dia menginap selama pembuatan projek dibali.


Sandi terkejut bahwa hotel tersebut sangat dekat lokasinya dengan keberadaan dia dan Tiara. Sandi seperti menunjukkan kekhawatirannya jika Lisa kehilangan kendali dan akan meminta Sandi menghabiskan waktu bersamanya nanti.


Sandi juga kaget saat melihat jam keberangkatan Lisa.


Artinya pada pukul 21.00 lebih Lisa sudah sampai disini. Haduh, bagaimana ini? lokasi festival yang hendak aku datangi dengan Tiara hanya berjarak beberapa menit saja dari Lokasi hotel Lisa. Ah, masa bodohlah, aku yakin kami tidak akan bertemu? lagi pula aku kan naik mobil pribadi yang aku rental khusus. Batin Sandi.


Sandi memang tidak mendapatkan akomodasi khusus dimalam hari dari pihak agensi atau semua aktivitas yang diluar ketentuan yang telah disepakati bersama.

__ADS_1


Makanan pun datang. Sandi dan Tiara segera mencicipinya. Sandi memakan hidangan yang ada dengan lahap. Ia sengaja melakukan itu agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada Tiara.


Setelah makan, Tiara dan Sandi keluar hotel karena mobil pesanan Sandi sudah menunggu diluar. Hanya butuh lima belas menit saja menuju ke acara festival yang hendak mereka kunjungi. Mereka keluar dari mobil.


"Mas, jaraknya kan dekat sekali, kenapa mas harus minta rental mobil khusus tadi?," kata Tiara.


"Aku hanya ingin kita mendapatkan kenyamanan. Letih juga tahu kalau kita sampai jalan kaki dari hotel kesininya. Lagi pula, siapa tahu ada tempat lain yang mah kita kunjungi dan hal-hal lain yang darurat, kan mobil rental kita ini bisa sangat membantu," kata Sandi menjelaskan.


"Iya juga sih mas, aku hanya berfikir apa mas tidak terlalu menghabiskan uang untuk hal-hal seperti ini?," kata Tiara.


"Hehehe, kamu tidak perlu berfikir berlebihan seperti itu," kata Sandi.


"Iya mas, ayo!," kata Tiara.


Didalam festival itu banyak sekali jenis permainan untuk menghibur diri. Bukan hanya itu, banyak juga makanan yang sangat menggugah selera.


"Mas, aku mau makanan itu mas," kata Tiara menunjuk pada makanan pedas itu.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita kesana!," kata Sandi.


Sandi dan Tiara mendekati penjual makanan tersebut.


"Bu, pesan dua porsi makanan pedasnya," kata Sandi.


"Baik den, akan saya buat," kata penjual makanan.


"Kenapa dua mas? aku mau satu porsi saja cukup," kata Tiara.


"Memangnya cuma kamu yang mau? aku juga mau," kata Sandi.


Penjual makanan pun tertawa kecil mendengar perkataan Sandi.


"Hehehe, maaf mas. Kirain mas mau beliin 2 porsi," kata Tiara.


"Ya tidak mungkin lah, soalnya kamu mana kuat makan dua porsi. Makanan ini kan pedas," kata Sandi.

__ADS_1


"Hehehe, iya juga sih mas," kata Tiara.


__ADS_2