Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 111


__ADS_3

Dokter Risma mulai memeriksa kesehatan Tiara. Ia memeriksa pasiennya tersebut dengan teliti.


"Sepertinya mbak Tiara sudah semakin pulih kesehatannya," kata dokter Risma menjelaskan hasil pemeriksaannya.


"Wah, syukurlah," kata Sandi dengan perasaan gembira.


"Iya mas, tapi mbaknya masih butuh satu hari lagi untuk dirawat supaya kesehatannya bisa pulih dengan baij secara menyeluruh," kata dokter Risma.


"Baik dok, tidak apa-apa. Jika itu yang terbaik untuk istri saya, saya akan menurut dan mengikuti saran yang dokter berikan," kata Sandi.


"Baik mas, terima kasih untuk pengertiannya," kata dokter Risma.


"Iya sama-sama dok," kata Sandi.


"Oh iya, ini saya bawakan obat dan vitamin. Mohon diminum segera! obat ini diberikan setiap kali setelah makan," kata dokter Risma memberikan obat tersebut kepada Sandi.


"Baik dok saya paham," kata Sandi.


"Baiklah mas, kalau begitu saya tinggal dulu," kata dokter Risma.


"Iya dok, silahkan!," kata Sandi.

__ADS_1


"Terima kasih ya dok," kata Tiara.


"Iya mbak Tiara, sama-sama," kata dokter Risma.


Sandi menuangkan air hangat kedalam gelas. Ia juga membuka bungkus obat dan memberikannya kepada Tiara.


"Obatnya besar-besar sekali sih mas," kata Tiara mengeluh.


"Ya memang seperti itu adanya. Kamu harus minum obat ini supaya kamu cepat sehat," kata Sandi.


"Baik mas," kata Tiara menurut dengan apa yang disampaikan Sandi.


Bu Lilis masih nampak gelisah dimeja toko miliknya. Ia terus kepikiran dan khawatir dengan keadaan putrinya.


Tiba-tiba ponsel milik bu Lilis berdering. Panggilan itu berasal dari pak Arifin. Tiba-tiba juga jantung bu Lilis berdebar. Ia sudah mulai berfikir buruk akan terjadi sesuatu pada Tiara, putri sulungnya itu.


"Halo pak," kata bu Lilis.


"Halo bu, lagi dimana sekarang?," tanya pak Arifin.


"Lagi dirumah pak, ada apa memangnya?," tanya bu Lilis dengan nada yang tidak biasa.

__ADS_1


"Kok ibu bertanya dengan nada yang tidak biasa?," tanya pak Arifin.


"Ibu sedang khawatir pak. Ibu juga dalam keadaan yang tidak tenang saat ini," kata bu Lilis.


"Memangnya ada apa bu? tanya pak Arifin.


"Tiara pak," kata bu Lilis tidak melanjutkan perkataannya.


"Tiara? ada apa dengan putri kita itu bu?," tanya pak Arifin.


"Tiara sakit pak, sekarang ia sedang dirawat diklinik besar" kata bu Lilis menjelaskan.


"Astaga, kenapa bisa begitu? apa yang terjadi pada Tiara bu?," tanya pak Arifin merasa sangat risau.


"Ibu juga tidak tahu. Yang jelas tadi pagi ibu menghubungi Tiara tapi yang mengangkat telepon ibu itu seorang perempuan. Dia itu seorang dokter. Dokter itulah yang merawat Tiara dan dokter itu juga ya memberi tahu ibu kalau Tiara sedang sakit dan dirawat diklinik," kata bu Lilis.


"Astaga, bapak betul-betul sangat sedih mendengar hal ini. Tiara kesana sebenarnya untuk bersenang-senang tapi kenapa dia malah ketimpa kemalangan?," kata pak Arifin merasa sedih.


"Iya pak, ibu juga berfikir hal yang sama seperti bapak. Tapi ada hal yang lebih menjengkelkan lagi pak," kata bu Lilis.


"Apa itu bu?," tanya pak Arifin penasaran.

__ADS_1


"Alasan kenapa bu dokter tadi yang mengangkat telepon dari ibu adalah karena ternyata Sandi sedang tidak bersama Tiara saat Tiara pingsan dan dilarikan ke klinik," kata bu Lilis menjelaskan dengan rasa geram didalam hatinya.


__ADS_2