Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 118


__ADS_3

"Hubunganku dengan Tiara kan sedang dingin saat ini," kata Farhan.


"Oh iya Han, aku minta maaf. Aku tadi tidak ingat kalau hubungan kamu sama Tiara kurang baik," kata Fira.


"Iya, tidak apa-apa," kata Farhan.


"Memangnya apa tujuan kamu ingin ikut lomba ini Han kalau aku boleh tahu?," tanya Fira.


"Begini, inikan lombanya kaya membuat artikel tentang kewirausahaan gitu kan. Aku akan membuat artikel dengan tema usaha coffee shop gitu dengan tambahan gagasan pengusaha muda gitu. Jadi kan siapa pun yang membaca artikelku sama dengan dia juga sedang membaca tentang usaha coffee shopku. Bisa dibilang sih ini adalah cara aku untuk membuat iklan usahaku," kata Farhan menjelaskan panjang lebar.


"Hm, berarti itu tujuan kamu. Menarik juga sih. Lalu, apakah mereka akan membuat post untuk semua artikel peserta yang ikut serta?," tanya Fira.


"Tentu, mereka juga kan salah satu penyedia berita online terbesar dan terpercaya. Jadi sudah pasti mereka akan menyertakan semua artikel para peserta," kata Farhan.


"Baguslah kalau begitu Han," kaya Fira.


"Lalu bagaimana? apakah kamu bersedia untuk membantuku?," tanya Farhan.


"Tentu, aku akan membantu kamu," kata Fira.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengirimkan link halaman syarat-syarat lomba itu," kata Farhan.


"Baik Han, aku tunggu ya," kata Fira.


Setelah makan bubur ayam yang dibelikan Sandi tadi, Tiara beristirahat supaya kesehatannya semakin pulih dan membaik. Sandi menemaninya tidur siang. Ia tidur tepat disamping Tiara.


Sore pun tiba, jam sudah menunjukkan pukul 16:00. Sandi dan Tiara pun terbangun dari tidurnya.


Sandi kemudian memesan kopi panas dan teh panas kepada pelayan hotel. Meskipun Tiara tidak memintanya, Sandi memang sengaja memesan teh panas itu sebagai minuman sehat bagi Tiara.


"Mas, tolong hidupkan televisinya donk!," kata Tiara meminta bantuan.


Sandi memberikan remote televisi itu ke tangan Tiara agar Tiara dapat sesuka hati mengganti film yang ia suka.


Pelayan hotel memencet bel pintu kamar, Sandi membukakan pintu kamar. Pelayan membawa pesanan Sandi tadi.


"Ini kamu minum tehnya," kata Sandi.


"Terima kasih mas," kata Tiara yang juga ingin minum segelas teh hangat.

__ADS_1


Sandi mulai menikmati kopi yang diantar pelayan hotel. Sandi ikut menikmati acara komedi yang sedang ditayangkan.


Sandi dan Tiara sesekali tertawa terbahak-bahak dengan gurauan-gurauan yang dibuat oleh para pemain pada pertunjukan komedi


tersebut.


Sandi memperhatikan jam yang melingkar ditangan kirinya. Ia kemudian memberi tahu Tiara supaya bebersih diri.


Tiara kemudian meminta supaya Sandi bersedia untuk membantunya bebersih diri.


Sandi pun bersedia.


Sandi menuntun istrinya tersebut ke dalam kamar mandi. Ia menghidupkan keran dan shower. Dan menyetelnya supaya air terasa hangat untuk dimandikan.


Sandi mengguyur Tiara dengan air secara perlahan. Kemudian ia menggosok seluruh tubuhnya dengan lembut.


Setelah Tiara merasa cukup ia akan meminta Sandi berhenti untuk menggosoknya. Sandi segera menghidupkan shower dan membasahi tubuh Tiara dengan air shower yang deras.


Karena keadaannya yang sudah mulai membaik, Tiara meminta supaya dia mengganti pakaiannya sendiri. Saat Tiara berganti pakaian, disitulah Sandi mengambil kesempatan untuk mandi.

__ADS_1


Mereka kembali bersama-sama menikmati acara komedi yang masih tayang. Mereka tertawa-tawa sambil kadang memegangi perut mereka. Kebahagiaan kecil nampak sekali terpancar pada wajah pasangan muda yang dijodohkan ini.


__ADS_2