
"Kamu mau tanya apa sayang?," kata bu Rika.
"Mamah punya foto Lia tidak?," tanya Farhan.
"Maaf sayang, mamah tidak punya," kata bu Rika.
"Hm," kata Farhan.
"Memangnya kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang foto Lia?," tanya bu Rika.
"Farhan pingin tahu wajahnya saja sih mah,$ kata Farhan.
"Ok, mamah nanti minta ke tante Sari. Pasti tante Sari punya foto Lia?," kata bu Rika.
"Iya mah," kata Farhan.
Semua barang-barang Sandi dan Tiara sudah mulai dimasukkan ke mobil oleh pekerja dan supir yang bekerja dirumah Sandi.
Bu Sari mengantarkan Sandi dan Tiara menuju mobil.
"Kalian hati-hati dijalan ya! kalau sudah sampai di Bali nanti hubungi mamah," kata bu Sari.
"Pasti mah," kata Sandi.
Sandi dan Tiara pun berpamitan kepada bu Sari sebelum memasuki mobil dan meninggalkan rumah.
Baik Sandi dan Tiara, mereka sama-sama mencium kedua punggung tangan bu Sari.
"Kami pergi dulu mah," kata Sandi.
"Iya San," kata bu Sari.
__ADS_1
Mereka berdua pun memasuki mobil. Supir menancapkan gas mobil dan perlahan bu Sari hilang dari pandangan mereka.
"Mamah merasa sedih tidak mas kalau kita tinggal begini?," tanya Tiara.
"Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu, mamah pasti merasa bahagia melihat kita berbulan madu. Lagi pula aku dan papah sudah biasa meninggalkan mamah ke luar kota atau ke luar negeri untuk urusan bisnis," kata Sandi menenangkan Tiara.
"Baik mas, aku tidak akan memikirkan hal ini," kata Tiara.
Sandi tersenyum.
Setelah menghabiskan perjalanan lebih dari 30 menit, Sandi dan Tiara akhirnya sampai dibandara. Supir menurunkan semua barang-barang majikannya itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.40, artinya penerbangan mereka akan berangkat pada pukul 10:00 WIB. Mereka berdua pun duduk dikursi tunggu.
Tiara lupa akan sesuatu.
"Mas, aku belum mengabari bapak dan ibu tentang kepergian kita ini," kata Tiara.
"Maaf mas, memang seharusnya seperti itu, tapi aku lupa," kata Tiara.
"Kalau begitu sebaiknya kamu menghubungi bapak dan ibu, beritahu mereka kalau kita akan pergi ke Bali hari ini," kata Sandi.
"Baik mas," kata Tiara.
Tiara mengeluarkan ponsel pintar miliknya dari dalam tas. Ia membuka ponsel tersebut dan mencari nomor telepon ibunya.
"Halo bu," kata Tiara.
"Halo nak, sudah lama sekali kamu tidak menghubungi ibu dan bapak," kata bu Lilis.
"Maaf bu, belakangan ini sibuk terus," kata Tiara.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa," kata bu Lilis.
"Ibu apa kabar?," tanya Tiara.
"Baik nak," kata bu Lilis.
"Bagaimana kabar bapak dan Doni bu?," tanya Tiara lagi.
"Mereka juga baik-baik saja kok nak," kata bu Lilis.
"Syukurlah," kata Tiara.
"Kalau kamu dan Sandi bagaimana kabarnya?," tanya bu Lilis.
"Baik juga bu," kata Tiara.
"Bagaimana dengan mertua kamu?," tanya bu Sari lagi.
"Baik juga," kata Tiara.
"Syukurlah, ibu senang mendengarnya," kata bu Lilis.
''Oh iya bu, Tiara mau menyampaikan sesuatu," kata Tiara.
"Menyampaikan apa nak?," tanya bu Lilis.
"Hari ini, Tiara dan mas Sandi akan berangkat ke Bali bu," kata Tiara.
"Ke Bali? kamu dan Sandi mau ngapain kesana? jauh sekali," kata bu Lilis keheranan.
"Mas Sandi dan aku mau berbulan madu bu, seperti pengantin baru pada umumnya," kata Tiara.
__ADS_1