Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 37


__ADS_3

"Rasanya, aku ingin sekali berenang," kata Sandi.


"Mas ingin berenang?," tanya Tiara.


"Ia, aku kan sudah mengatakannya," kata Sandi.


"Aku akan memanggil Doni terlebih dahulu ya mas," kata Sandi.


"Iya Tir," kata Sandi.


Tiara melangkah mendekati Doni


"Bagaimana permainannya? apa sudah selesai?," tanya Tiara.


"Sudah kak," kata Doni.


"Kamu mau berenang tidak?," tanya Tiara.


"Mau kak. Pasti sangat menyenangkan," kata Doni.


Setelah mendengar jawaban Doni, Tiara kembali berjalan mendekati Sandi.


"Bagaimana? apakah Doni mau diajak berenang?," tanya Sandi.

__ADS_1


"Mau kok mas, dia malah senang mendengar ajakan dariku tadi," kata Tiara.


"Baguslah," kata Sandi.


Mereka bertiga berjalan bersama menuju kolam renang yang terdapat didalam wahana. Kolam renang tersebut sangat luas. Doni yang sebelumnya belum pernah melihat kolam renang seluas itu merasa sangat kagum.


"Betul-betul luar biasa," kata Doni bergumam dengan nada kecil.


"Kak, bagaimana aku bisa ikut berenang? aku kan tidak membawa baju ganti," kata Doni.


"Jangan khawatir dek! kakak sudah menyiapkan baju ganti kamu tadi sebelum kesini," kata Tiara.


"Wah, benarkah kak? hore! sekarang aku bisa ikut berenang," kata Doni riang gembira.


Mereka bertiga memasuki ruang ganti dan mengganti pakaian mereka.


Doni terlebih dahulu masuk ke kolam renang karena ia sudah tidak sabar lagi. Sandi dan Tiara kemudian menyusul. Semuanya menikmati suasana renang pada pagi menjelang siang ini.


"Tir, kenapa kamu diam saja disana? ayo kesini ikut renang bersama ku," kata Sandi.


"Takut ah mas, disitu lebih dalam dari pada disini," kata Tiara.


"Tidak usah takut, aku akan memegangimu," kata Sandi.

__ADS_1


"Tidak ah mas, aku takut sekali," kata Tiara.


"Tidak usah takut," kata Sandi memegangi tangan Tiara dan membawanya ke tengah-tengah kolam.


Tiara nampak ketakutan, namun ketakutannya perlahan menghilang setelah Sandi menuntunnya perlahan.


Setelah cukup lama berenang-renang Sandi, Tiara dan Doni beranjak dari kolam. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan mereka dengan makan siang. Semuanya sudah mulai merasa lapar.


Doni memilih menu makanan yang ia sukai dan begitu pula dengan Sandi dan Tiara. Mereka menikmati santap siang ini dengan perasaan yang senang gembira.


Usai makan siang, Sandi mengajak Tiara untuk berbelanja pakaian dan kebutuhan lainnya. Sandi juga mengajak Doni untuk belanja pakaian, sepatu dan beberapa kebutuhan Doni lainnya.


Mereka meninggalkan wahana dan melanjutkan perjalanan menuju salah satu mall besar dikota tersebut.


Bu Sari sedang duduk dikursi santai dekat kolam renang. Ia menikmati siang ini dengan ditemani segelas teh dan udara segar angin sepoi-sepoi yang berhembus secara bergantian.


Pada Airlangga nampak berenang santai. Bu Sari iseng-iseng membuka aplikasi what's app pada layar ponselnya. Ia melihat story what's app milik Tiara yang sedang menunjukkan kebersamaannya dengan Sandi diwahana, ikut pula Doni didalamnya.


Bu Sari menghela nafas. Dia merasa sangat tenang dan sekaligus senang melihat kedekatan putra bungsunya dengan menantu pilihannya.


Mudah-mudahan aku tidak salah memilih kamu Tiara. Ibu berharap hubungan kalian berdua semakin langgeng dan harmonis kedepannya. Hmm, kebahagiaan kalian pasti akan semakin lengkap jika kalian berdua dikaruniai seorang anak. Kata bu Sari dalam batinnya.


Pak Airlangga beranjak dari kolam renang. Bu Sari segera memberikan handuk kepada suaminya tersebut untuk mengeringkan tubuh. Bu Sari juga menyediakan jus jeruk untuk dinikmati pak Airlangga.

__ADS_1


__ADS_2