
"Syukur deh kalau kamu akan Fly pagi ini. Hati-hati dijalan ya. Selamat sampai tujuan," kata Fira dalam pesan yang ia tulis.
"Ok, terima kasih sahabatku yang cantik," kata Tiara menutup percakapan itu.
Sandi melihat Tiara senyum-senyum sendiri saat memainkan ponsel. Dia heran melihat istrinya tersebut tersenyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa tersenyum sendiri?," tanya Sandi.
"Oh, ini mas. Aku baru saja selesai chat-an dengan sahabatku mas," kata Tiara menjelaskan.
"Sahabat? atau lelaki simpanan?," tanya Sandi bergurau dengan nada serius.
"Lelaki simpanan? tidak kok mas. Ini memang benar-benar sahabatku," kata Tiara menunjukkan bukti chatnya dengan Fira, sahabat karibnya.
"Iya-iya, mas hanya bercanda kok. Kamu jangan serius begitu donk nanggapinya," kata Sandi.
"Mas sih, bilangnya pakai nada serius begitu. Tiara kira mas sungguhan bicaranya," kata Tiara.
"Hehehe, mas cuma bercanda kok," kata Sandi.
"Mas kenapa tidak langsung ganti pakaian?," tanya Tiara.
__ADS_1
"Mas tadi keluar dari kamar mandi lihat kamu tersenyum-senyum begitu kirain ada apa?," kata Sandi.
"Hehehe," kata Tiara tertawa kecil.
Sandi pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Karena hari ini adalah jadwal kepulangan Tiara
dan Sandi. Tiara berniat memberi tahu ibu mertuanya tentang kepulangan mereka terlebih dahulu.
Bu Sari sedang bersama pak Airlangga diruang tamu saat ini. Pak Airlangga tidak berangkat kerja karena dia flu. Mungkin karena kelelahan bekerja.
Mendapat panggilan dari menantunya bu Sari segera mengangkatnya.
"Iya nak," kata bu Sari.
"Mamah bagaimana kabarnya? maaf ya mah, Tiara baru sekarang sempatnya menelpon mamah," kata Tiara.
"Tidak apa-apa nak, mamah paham kok. Kamu pasti sibuk disana. Mamah maklum," kata bu Sari memahami menantunya itu.
"Iya mah, terima kasih atas pengertiannya ya mah," kata Tiara.
__ADS_1
"Iya, menantu mamah sayang. Oh iya, tumben menghubungi mamah pagi-pagi seperti ini. Ada apa sayang?," tanya bu Sari.
"Oh iya mah, Tiara mau kasih tahu mamah kalau Tiara dan mas Sandi akan kembali ke Jakarta hari ini. Tiket pesawatnya sudah dipesan mas Sandi kemarin mah dan pagi ini rencananya pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta akan terbang pagi ini," kata Tiara menjelaskan panjang lebar.
"Oh begitu ya nak. Baiklah kalau memang kalian akan pulang hari ini. Apa kalian sudah betul-betul merasa puas berliburan disana?," tanya bu Sari.
"Kalau liburan itu kan gak ada puasnya mas, hahaha. Tapi Tiara sudah sangat merasa senang sekali bisa dibawa mas Sandi kesini. Ini adalah salah satu kebahagiaan yang besar bagi Tiara mah," kata Tiara mengungkapkan perasaannya.
Bu Sari senang mendengar perkataan menantu perempuan satu-satunya itu.
"Mamah sangat senang mendengar perkataan kamu nak. Kamu sangat menghargai upaya Sandi. Baiklah, kalau nanti kalian sudah mau sampai hubungi mamah ya supaya supir kita nanti menjemput kalian ke bandara. Kita cerita panjang lebarnya disini saja kalau kamu dan Sandi sudah sampai," kata bu Sari.
"Hehehe, iya mah. Tapi jangan aja Tiara gosip ya mah, hahaha," kata Tiara membuat gurauan.
"Hahaha, bisa saja kamu ini," kata bu Sari.
"Ya sudah mah. Tiara tutup ya," kata Tiara.
"Iya nak, sekali lagi hati-hati dijalan ya," kata bu Sari.
"Iya mah," kata Tiara.
__ADS_1
Sandi keluar dari ruang ganti dan melihat istrinya tersenyum-senyum sendiri untuk kedua kalinya.