
"Kakak juga sangat senang bisa bertemu Lia," kata Selvi.
"Ayo kak kita masuk!," kata Lia.
Mereka berdua memasuki apartemen Lia.
Apartemen milik Lia ini memang lumayan luas. Sehingga meskipun bu Asta dan pak Andre menginap disana, ruangannya masih banyak tersisa.
"Sepertinya kamu kedatangan tamu ya Lia? ada koper dan tas-tas pakaian bepergian," Selvi menerka-nerka.
"Iya nih kak, tante dan omnya Lia datang dari Jakarta," Lia menjelaskan pertanyaan Selvi.
"Om Andre dan tante Asta yang kamu maksud Lia?," tanya Selvi.
"Iya kak, siapa lagi om dan tante Lia?," kata Lia.
"Iya siapa tahukan kalau kamu punya saudara yang lain dijakarta yang kakak tidak tahu," kata Selvi.
"Iya juga sih mbak, hehehe," kata Lia.
"Terus om Andre dan tante Asta sekarang dimana?," Selvi bertanya karena ia tidak melihat keduanya berada diapartement.
__ADS_1
"Tadi lagi keluar mbak, katanya tante mau ke swalayan beli sesuatu untuk dimasak nanti malam," kata Tiara.
"Oh begitu rupanya," kata Selvi.
"Iya mbak," kata Lia.
"Oh iya, mbak bawa sesuatu untuk kamu, ada buah-buahan, ada kue, dan juga beberapa kebutuhan bahan masak serta beberapa potong daging untuk dijadikan steak," kata Selvi.
"Wah, kak Selvi dari dulu tidak pernah berubah. Kakak selalu memperhatikan Lia seperti adik kandung kakak," kata Lia.
"Ia donk Lia, kita kan sudah hidup bersama. Kamu dulu kan kakak juga lho yang jagain kalau tante Asta titipin kamu dirumah," kata Selvi.
"Iya kak, Lia terharu sekali kalau ingat masa-masa itu. Rasanya baru kemarin," Lia tersenyum.
Tidak lama kemudian, bu Asta dan pak Andre datang. Lia memang belum menutup pintu apartemennya, sehingga pak Andre dan bu Asta langsung masuk tanpa harus mengetuk pintu atau memencet bel.
"Lho kamu kedatangan tamu?," kata bu Asta.
Selvi menatap ke arah bu Asta.
"Iya Tan, ini kak Selvi," kata Lia.
__ADS_1
"Selvi? astaga, maaf ya sayang, tante tidak menyadari keberadaan kamu," bu Asta memeluk hangat Selvi.
"Tidak apa-apa tan," Selvi membalas pelukan bu Asta.
"Tante sangat merindukan kamu, sudah lama sekali ya. Sekarang perubahan wajah dan tubuh kamu tampak sekali, sampai-sampai tante tidak menyadari kalau itu kamu," kata bu Asta.
"Tante Asta bisa saja. Selvi memang ingin menjalani hidup yang lebih sehat. Jadi sering berolahraga dan sering diet. Pola makannya juga diubah tan," kata Selvi.
"Bagus sekali itu," kata bu Asta.
Selvi juga memberikan salam sapanya kepada pak Andre. Ia juga memeluk pak Andre karena memang mereka memiliki kedekatan dan keakraban yang cukup baik selama ini.
Mereka ber-empat duduk dikursi bersampingan.
"Kenapa kamu jarang sekali pulang ke Indonesia Selvi?," tanya pak Andre.
"Selvi memiliki kesibukan disini om. Bisnis dan pekerjaan Selvi yang lain tidak bisa ditinggal," Selvi memberi penjelasan.
"Tapi papah dan mamahmu selalu merindu akan kamu pastinya. Apa kamu tega membiarkan mereka membeku dalam kerinduan?," pak Airlangga berbicara lebih dalam.
"Om nih bicaranya dalam sekali," kata Selvi.
__ADS_1
"Hehehe, tapi betul lho. Orang tua tidak bisa jauh dari om. Seperti Rian dan Erin, anak om dan tante, kalau mereka pulang dari sekolah malam hari dan om pulang sore hari, om pasti sudah khawatir dan tidak tenang karena biasanya sore pasti bertatap muka. Apalagi kamu yang jarang sekali bisa bertemu papah dan mamah," kata pak Andre.