
"Lia senang sekali tan, kalau kita berangkat pada pukul 06:00 pagi," kata Lia.
"Kenapa begitu?," tanya bu Asta.
"Ya tidak apa-apa," kata Lia.
Bu Asta pun bingung hendak menjawab keponakannya tersebut.
Sandi kini sudah selesai membersihkan diri. Ia mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Tiara. Ia pun memakainya.
"Tir, kamu sudah lapar belum?," Sandi bertanya kepada Tiara yang sedang asyik menonton acara televisi.
"Belum begitu sih mas," kata Tiara.
"Aku juga belum nih, tapi aku ingin sekali minum kopi," kata Sandi.
"Kalau Tiara pingin minum susu coklat mas," kata Tiara.
"Baiklah, aku akan memesankan untuk kamu," kata Sandi.
"Terima kasih ya mas," kata Tiara.
Sandi mengangguk.
Mereka kemudian menikmati acara televisi sambil menanti minuman yang mereka pesan datang.
__ADS_1
Lisa yang sedang menikmati pagi ini dengan membaca portal berita online diponsel pintar miliknya.
Ia kaget ternyata Sandi sudah menyelesaikan proyek besar. Ia membaca artikel bisnis terpercaya tersebut dengan perasaan bangga.
Ia kemudian berniat menghubungi Sandi. Ponsel Sandi yang terletak berada dekat dengan Tiara pun berbunyi.
Sandi melihat nama kontak telepon yang menghubunginya. "Sekretaris pribadi 2" itulah nama kontak yang disematkan Sandi pada ponselnya.
Ia segera menyadari bahwa yang menghubunginya adalah Lisa. Ia pun mengangkat panggilan Lisa tersebut.
"Halo Nan, ada apa? kenapa kamu menghubungi saya sepagi ini?," Sandi bersandiwara.
Nanda? aku kan Lisa. Nanti dulu, apa jangan-jangan Sandi sedang berada didekat orang tuanya atau tidak dia sedang berada didekat istrinya? aku paham, Sandi sedang bersandiwara supaya mereka tidak curiga kalau aku menghubungi Sandi. Batin Lisa.
"Baiklah," kata Sandi.
Lisa memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Kenapa mas?," tanya Tiara.
"Ini sayang, sekretaris pribadi aku dikantor salah pencet nomor telepon katanya," kata Sandi.
"Begitu ya mas, kirain ada apa?,'' kata Tiara.
"Hehehe, iya," kata Sandi.
__ADS_1
"Tapi kenapa ya mas? Tiara mendengar suara mbak Nanda seperti asing, tidak seperti biasanya," kata Tiara.
"Tidak seperti biasanya seperti apa yang kamu maksud sayang?," Sandi mulai menyadari keanehan yang dirasa oleh Tiara.
"Ya asing mas. Tiara merasa itu bukan mbak Nanda yang berbicara, tapi orang asing," kata Tiara.
"Haduh, kamu ini ya bisa saja," Sandi mencubit hidung Tiara.
Tiara tersenyum dengan perlakuan Sandi tersebut.
Hal itu pun tidak lagi diperbincangkan oleh mereka berdua. Mereka hanya tertawa-tawa dengan canda ria.
Selvi yang memiliki waktu luang memutuskan untuk mengunjungi Lia diapartement pribadi Lia. Dia menggunakan pakaian yang sangat stylish saat mengunjungi Lia.
Ia memilih mengendarai mobil sendiri menuju apartemen Lia. Ia sudah sampai disana. Ia memasuki ruang apartemen. Ia mencari apartemen milik Lia.
Selang beberapa waktu, Selvi pun menemukan dimana keberadaan apartemen Lia. Ia pun mengetuk-ngetuk pintu apartemen tersebut.
Lia membukanya. Lia merasa terkejut karena yang datang adalah salah satu orang terdekatnya.
Ia pun memeluk hangat perempuan yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya. Lia bahkan seperti tidak ingin melepaskan pelukan tersebut.
Karena kesibukan masing-masing, mereka sudah sangat jarang bisa bertemu. Bahkan sudah lebih dari sekitar lima mereka berdua tidak bertemu. Tidak tatap wajah satu sama lain.
"Kak, Lia senang sekali kakak datang mengunjungi Lia. It's long time we don't meet each other," kata Lia.
__ADS_1