
Telepon tersebut masuk tapi tidak diangkat oleh Sandi. Sandi memang sengaja tidak mengangkat telepon tersebut supaya Lisa merasa nyaman.
Kini Lisa dan Sandi makan malam bersama diatas satu meja. Betul-betul nampak terlihat sangat mesra.
Hal tersebut jauh berbeda dengan Tiara yangz makan malam sendiri dimeja makan. Tiara terus merasa khawatir. Ia semakin merasa khawatir karena Sandi tidak mengangkat teleponnya.
Ia tidak putus asa, ia mencoba untuk menghubungi Sandi untuk kedua kalinya. Namun hasilnya tetap sama, ia tetap tidak bisa dihubungi.
Ia yang telah menyudahi makan malamnya, menemui mertuanya diruang santai dekat kolam renang.
"Pah, mah, mas Sandi kenapa belum pulang juga ya? sekarang sudah pukul 19:30," kata Tiara.
"Belum pulang juga semalam ini? apa dia masih banyak pekerjaan pah dikantor?," Bu Sari ikut merasa cemas.
"Papah juga tidak tahu mah, kan hari ini papah tidak ada ke kantor," kata pak Airlangga.
"Haduh, Sandi kemana ya pah? kok belum pulang juga.
"Papah juga tidak tahu mah, mungkin saja ia sedang lembur," kata Sandi.
"Coba papah telepon sekretaris pribadi Sandi. Papah ada nomornya bukan?," kata bu Sari.
"Ada sih mah, bentar papah cari nomornya," kata pak Airlangga.
Pak Airlangga pun menemukan nomor Nanda, sekretaris pribadi Sandi dikantor.
__ADS_1
"Halo Nan, ini saya pak Airlangga," kata pak Airlangga.
"Oh iya pak, selamat malam pak. Ada yang bisa saya bantu pak," tanya Nanda.
"Selamat malam juga Nan, begini Nan, Sandi belum pulang juga, apa dia masih berada dikantor?," tanya pak Airlangga.
"Pak Sandi tidak ada dikantor pak, beliau sudah meninggalkan kantor sejak sore tadi pak," Nanda memberikan penjelasan.
"Begitu rupanya? kamu tidak tahu kemana Sandi pergi?," tanya pak Airlangga.
"Tidak tahu pak, hanya saja pak Sandi bilang ada urusan penting yang harus beliau selesaikan pak," kata Nanda.
"Urusan penting? urusan apa Nan," tanya pak Airlangga.
"Baiklah Nan, terima kasih untuk informasi yang kamu berikan pak," kata pak Airlangga.
"Iya pak, sama-sama. Memang sudah menjadi tugas saya melakukannya," kata Nanda.
"Iya Nan, selamat malam," kata pak Airlangga.
"Selamat malam pak," kata Nanda.
"Kata sekretaris pribadi Sandi, Sandi tidak saat ini tidak berada dikantor. Sandi sudah keluar kantor dari sore tadi," kata pak Airlangga.
"Lalu, jika Sandi tidak ada dikantor, kemana dia Sandi perginya pah?," tanya bu Sari.
__ADS_1
"Tidak tahu mah, sekretaris Nanda hanya mengatakan bahwa Sandi keluar kantor karena ia memiliki urusan penting yang ia harus selesaikan diluar," kata pak Airlangga.
"Tiara, kamu sudah coba hubungi Sandi?," tanya bu Sari.
"Sudah mah, tapi tidak diangkat. Tapi Tiara coba hubungi kedua kali, malah tidak bisa dihubungi lagi mah," kata Tiara.
"Haduh, kemana sih dia?," bu Sari bertanya-tanya dengan perasaan cemas.
Bu Sari mencoba menghubungi Sandi. Ia berharap Sandi akan mengangkat teleponnya.
Mudah-mudahan saja Sandi mau mengangkat teleponnya. Batin bu Sari.
Sandi yang sedang menikmati makan malamnya pun terganggu dengan nada dering ponsel ibunya.
"Siapa sayang yang telepon?," tanya Lisa.
"Mamah sayang," kata Sandi.
"Ya sudah sayang, kamu angkat sekarang teleponnya," kata Lisa.
"Iya sayang, sebentar," kata Sandi.
"Halo mah," kata Sandi.
"Halo San, kamu lagi dimana sekarang? kenapa belum pulang juga?," tanya bu Sari
__ADS_1