Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 49


__ADS_3

Setelah mencari Farhan kedua tempat Tiara memutuskan untuk melanjutkan pencariannya ke taman.


Saat Hendak melangkahkan kakinya menuju taman Fira menghentikan langkah kakinya.


Fira yang memperhatikan Tiara yang nampak tidak tenang saat awal memasuki kelas pun bertanya.


"Kamu mau kemana Tir?," tanya Fira.


"Mau ke taman Fir," kata Tiara.


"Mau ngapain ke taman? kamu nampaknya seperti tidak tenang dan terburu-buru," kata Fira.


"Tidak apa-apa Fir, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin mencari udara segar ke taman," kata Tiara.


"Mencari udara segar? kamu lihat donk sudah jam berapa sekarang? sebentar lagi dosen akan masuk mengajar," kata Fira.


"Benarkah?," kata Tiara sembari melihat jam tangan yang melingkar dilengan kirinya.


"Betulkan? kamu ke-tamannya nanti saja denganku," kata Fira.


Tiara pun menghentikan langkahnya untuk mencari Farhan ke taman. Ia pun duduk dikursi.


Farhan yang kini masih terpukul terlihat merenung sendiri. Ia sejak tadi sudah membuka layar ponselnya melihat foto-foto kenangan dirinya bersama Tiara.

__ADS_1


Ia mulai bernostalgia dengan foto-foto itu. Sesekali ia tersenyum, sesekali pula ia bersedih.


Tiara yang melihat waktu jam kelas sudah dekat, mengirimkan pesan what's app kepada Farhan.


"Han, kamu dimana sekarang? sebentar lagi jam masuk kuliah tiba," kata Tiara.


Notifikasi pesan dari Tiara tersebut terbaca oleh ponsel Farhan. Farhan membuka isi pesan itu. Ia pun melihat jam yang terdapat pada ujung layar atas ponselnya.


Ternyata benar, sudah waktunya kelas dimulai.


Dia memasukkan ponselnya ke dalam tas dan pergi ke kelas.


Langkah kaki Farhan sudah mendekati pintu kelas. Ia datang terlebih dahulu. Farhan memasuki kelas.


Tiara kaget melihat sikap Farhan.


Sebegitu marahkah Farhan kepadaku?. kata Tiara.


Fira yang memperhatikan Farhan berpindah duduk pun ikut kebingungan. Dia berbisik memanggil nama Tiara.


Tiara pun menoreh mendengar namanya dipanggil. Sebelum Fira mempertanjika ggkan pertanyaannya ke Tiara dosen terlebih dahulu tiba dikelas.


Semuanya pun duduk tenang. Dosen mulai menjelaskan pelajaran. Sesekali Tiara mengarahkan pandangannya ke Farhan namun Farhan nampak merenung dan tidak mempedulikan apapun termasuk dosen yang sedang menjelaskan pelajaran.

__ADS_1


Tiara menghela nafas panjang. Ia kemudian mengarahkan pandangan kepada dosen.


Sudah satu setengah jam lebih kelad berlangsung, dosen pun mengakhiri pertemuan kali ini. Hari ini Tiara hanya memiliki satu mata kuliah saja jadi mereka bisa pulang cepat hari ini.


Setelah Dosen meninggalkan kelas, Farhan pun segera beranjak dari kursinya dengan sikap acuh. Ia meninggalkan kelas dengan langkah kaki yang sangat cepat.


Sepertinya Farhan tidak ingin berbicara denganku saat ini. Batin Tiara setelah melihat sikap Farhan.


Fira yang melihat langkah kaki Farhan yang nampak buru-buru pun mendekati Tiara.


"Ada apa dengan Farhan?," tanya Fira.


"Hah?," kata Tiara yang kaget mendengar pertanyaan Fira.


"Ada apa dengan sikap Farhan hari ini? tidak biasanya ia langsung meninggalkan kelas seusai kelas selesai dan juga tadi ia berpindah duduk," kata Fira.


"Farhan sudah mengetahui jika aku telah menikah," kata Tiara.


"Apa? bagaimana mungkin?," kata Fira dengan suara keras. yang mengagetkan beberapa teman kelas mereka yang masih belum beranjak.


Tiara mencubit lengan Fira sebagai peringatan.


"Ah, sakit," kata Fira.

__ADS_1


"Kamu sih pakai ngomong keras-keras. Bagaimana kalau yang lain pada dengar apa yang kamu baru saja katakan?," kata Tiara.


__ADS_2