Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 137


__ADS_3

Bu Sari masih merasa khawatir karena sepertinya Selvi sudah mulai curiga Sandi memiliki kekasih.


Dia tidak mau putri sulungnya itu akan marah-marah jika tahu adik laki-lakinya sudah menikah dengan orang lain.


Hal itu karena bu Sari dan pak Airlangga tidak memberitahukan tentang pernikahan Sandi pada Selvi.


Jika mereka memberi tahu Selvi tentang adiknya menikah dengan perempuan pilihan mereka pasti Selvi akan mengomel. Hal itu malah membuat rencana pernikahan Sandi dan Tiara terganggu.


Selvi pasti akan menolak Tiara menikah dengan Sandi karena sedari dulu Selvi menginginkan Lia sebagai adik iparnya.


Alasan kedua, Selvi memiliki sifat yang kurang baik. Dia tidak ingin orang tuanya memiliki besan dengan status sosial dibawah mereka.


Selvi menginginkan status sosial besan orang tuanya harus sepadan dengan mereka.


Bu Sari segera menghubungi Sandi selagi ia masih memiliki kesempatan memberitahu putra bungsunya itu tentang kecurigaan kakaknya.


Tapi sayang teleponnya tidak diangkat.


"Pasti Sandi masih didalam pesawat," gumam bu Sari.


Aku harus beritahu kepada Sandi supaya jangan sampai kakaknya tahu kalau ia menikah dengan Tiara.

__ADS_1


Bu Sari masih terlihat tidak tenang.


Selvi menghubungi bu Sari kembali. Bu Sari segera mengangkat panggilan dari putrinya tersebut.


"Mah, aku sudah selesai membaca surat wasiat mendiang tante Anita, mamahnya Lia," kata Selvi dengan nada sedih.


"Bagaimana? apa kamu sudah membacanya dengan cermat dan teliti nak?," tanya bu Sari.


"Iya mah, Selvi sudah membacanya dengan cermat dan teliti. Sekarang Selvi sudah mengerti kenapa mamah tidak menyetujui hubungan Lia dan Sandi?," kata Selvi.


"Iya sayang, mamah senang kamu sekarang paham alasannya," kata bu Sari.


"Iya mah. Mah, kalau misalnya Lia tidak menyukai laki-laki yang hendak dijodohkan dengannya apa kah perjodohan itu tetap akan dipaksakan?," tanya Lia.


"Itu sepenuhnya ada ditangan Lia dan tante Asta. Mereka yang memiliki peran besar untuk memutuskan perkara ini. Bukan mamah sayang," kata bu Sari.


"Iya deh mah, Selvi paham," kata Selvi.


"Kamu sendiri kapan menikah?," tanya bu Sari.


"Kemungkinan tahun depan deh mah," kata Selvi.

__ADS_1


Hal itu betul-betul membuat kaget bu Sari. Dia tidak yakin apakah putrinya serius atau tidak?.


"Kamu serius nih?," tanya bu Sari.


"Iya mah, serius. Mungkin pernikahannya akan dilakukan di Indonesia," kata Selvi.


"Pacar kamu itu, maksud mamah calon suami kamu orang Indonesia atau Bule sayang?," tanya bu Sari.


"Orang Indonesia donk mah. Dia juga punya bisnis yang ia handle disini. Bisnis keluarga gitu mah," kata Selvi.


"Bagus donk, kalau begitu mamah akan doakan ya terbaik untuk anak perempuan mamah dan juga mamah akan sampaikan kabar baik ini ke papah," kata bu Sari.


"Iya mah, Selvi minta doa mamah," kata Selvi.


"Pasti donk," kata bu Sari.


Panggilan tersebut berakhir.


Pesawat Sandi dan Tiara pun tiba dengan selamat di Jakarta. Semua penumpang turun dari pesawat.


Tiara dan Sandi pun keluar. Supir Sandi dan Tiara sudah menunggu. Meskipun Tiara dan Sandi tidak memberitahu kepada bu Sari tapi bu Sari berinisiatif sendiri untuk meminta supir pribadi keluarga menjemput mereka.

__ADS_1


Karena bu Sari juga sudah terbiasa melakukan perjalanan ke Bali. Ia tahu jarak tempuh dari Bali ke Jakarta dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan itu?.


__ADS_2