
''Om merasa senang kalau kamu bisa memelihara budaya kita," kata pak Andre.
Tiara saat ini sedang berada di perpustakaan. Dia tidak sendiri, dia ditemani oleh sahabat dekatnya yaitu Fira.
Tiara sedang mencari buku untuk membantunya menyelesaikan semua tugas dari dosen.
Tiara sengaja meminta Fira menemaninya supaya Fira membantunya untuk menemukan buku yang ia cari.
Setelah buku-buku yang ia cari ia dapatkan, mereka meninggalkan perpustakaan. Fira meminta Tiara mentraktir dirinya.
"Tir, aku kan sudah membantu kamu mencari buku-buku yang kamu cari, sekarang aku ingin kamu mentraktirku," Fira meminta tanpa sungkan.
"Hm, kamu tidak ikhlas nih ceritanya," kata Tiara.
"Bukan tidak ikhlas sih, hanya saja aku ingin makan bakso dan ngobrol sampai puas dengan kamu. Sudah lama sekali tahu kita tidak mengobrol dan makan bersama. Sekarang adalah waktu yang tepat," kata Fira.
"Hm, ia deh. Aku juga sebenarnya ingin makan bakso," kata Tiara.
"Tuh kan, ya sudah, ayo gas!," kata Fira.
__ADS_1
Mereka pun memilih warung bakso yang biasa mereka kunjungi yaitu bakso kang ujang yang terdapat didepan kampus.
"Mang, pesan baksonya dua porsi ya. Es tehnya juga dua," kata Fira.
Fira tidak perlu bertanya apa yang diinginkan Tiara, karena ia tahu jika pilihannya itu pasti senada dengan keinginan Tiara.
Menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol.
"Kamu sepertinya sudah sangat dekat ya dengan suami kamu?,'' tanya Fira.
"Ya begitulah Fir, benih-benih cinta sudah tumbuh diantara kami," kata Tiara.
"Hahaha, kamu pasti cemburu ya aku dengan suamiku mesra-mesraan," Tiara memberikan sindiran pada Fira.
"Apa? tidak ya. Aku hanya menilai kamu sudah menjadi budak cinta," kata Fira.
"Kamu nanti akan merasakan juga saat kamu sudah menikah atau memiliki pacar yang kamu cintai. Kamu akan menjadi budak cinta juga seperti aku," kata Tiara.
"Hm, mudah-mudahan sih tidak," kata Fira.
__ADS_1
"Hahaha," Tiara tertawa kecil.
Tidak lama kemudian dua porsi bakso kuah dan dua gelas es teh menghampiri mereka. Mereka pun tidak berlama-lama untuk menyantap makanan yang berbau khas tersebut.
"Tir, setahu aku kalau orang menikah kan pasti ingin memiliki anak donk. Sama halnya dengan kamu dan suami kamu," kata Fira.
"Itu pasti Fir, semua orang yang sudah menikah pasti mengharapkan seorang keturunan hadir ditengah-tengah mereka," kata Tiara.
"Apa kamu tidak apa-apa kalau nanti hamil?," tanya Fira.
"Ya tidak apa-apa donk. Aku malah senang sekali kalau diberi anugerah dari Tuhan. Pertanyaan kamu aneh deh," kata Tiara.
"Maksudnya kamu kan sekarang sedang dalam proses belajar diperkuliahan, apa tidak apa-apa kalau semisalnya kamu nanti hamil? apa hal itu tidak menganggu kamu selama menjalani kuliah?," tanya Fira.
"Hm, aku sangat yakin kalau saat aku hamil nanti aku bisa menjalani proses perkuliahanku dengan baik. Suamiku juga ingin memiliki anak. Lagi pula, aku tidak akan kelelahan nanti saat hamil karena semua pekerjaan rumah sudah ada yang mengerjakan. Aku hanya fokus dengan kehamilanku dan kuliahku saja," kata Tiara.
"Oh begitu ternyata? baguslah kalau kamu sudah siap mental dan fisik," kata Fira.
"Ibu mertuaku sangat baik kepadaku. Dia ingin sekali memiliki seorang cucu. aku ingin sekali memberikan ia cucu, supaya keinginan sederhananya itu bisa tercapai," kata Tiara.
__ADS_1