Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 108


__ADS_3

Aku harusnya tidak meninggalkan kamu sendiri tadi dihotel. Ini semua salahku. Kalau sempat terjadi apa-apa sama kamu, aku tidak bisa memanfaatkan diriku Tir. Batin Sandi.


Tidak lama kemudian, dokter Risma pun datang.


"Suami pasien ya?," tanya dokter Risma.


"Iya dok," kata Sandi.


"Oh bagus kalau begitu. Jadi, istri mas ini pingsan karena kelelahan dan juga ditambah belum sarapan tadi pagi," kata Dokter Risma.


"Begitu ya dok, apa hanya itu penyebabnya dok? apakah ada hal lainnya," tanya Sandi lebih dalam untuk mengetahui penyebab mengapa istrinya pingsan.


"Satu lagi, karena pasien mendapatkan siklus haidnya hari ini jadi keadaan fisiknya menjadi lemah," kata dokter Risma menjelaskan keadaan Tiara.


"Baiklah dok, saya paham. Jadi kira-kira kapan istri saya akan sadar," tanya Sandi.


"Mungkin sebentar lagi mas, nanti kalau sudah sadar tolong beritahu perawat atau tekan tombol telepon tersebut. Nanti kami akan kesini lagi mengecek kesehatan pasien dan sekaligus membawakan makanan," kata dokter Risma.


"Baik dok, terima kasih banyak ya dok," kata Sandi

__ADS_1


"Iya, sama-sama mas. Saya tinggal sebentar ya," kata dokter Risma.


"Baik dok, silahkan!," kata Sandi.


Dokter meninggalkan Tiara dan Sandi diruangan tersebut berdua. Sandi mengambil kursi untuk duduk karena ia kelelahan berdiri.


"Kamu ini Tir, buat aku risau. Cepatlah sadar," gumam Sandi.


Ponsel Tiara berbunyi, panggilan itu berasal dari ibu mertua Sandi, bu Lilis. Sandi mengangkatnya.


"Halo bu," kata Sandi.


"Iya bu, ini Sandi. Ada apa bu," tanya Sandi.


"Oh iya, ibu mau tanya bagaimana keadaan Tiara? apa dia baik-baik saja?" tanya bu Lilis dengan rasa ingin tahu yang besar.


"Iya bu, Tiara masih belum siuman. Kata dokter mungkin sebentar lagi akan siuman bu," kata Sandi.


"Haduh, kenapa belum siuman juga sampai sekarang? betul-betul membuat ibu semakin khawatir," kata bu Lilis.

__ADS_1


"Iya bu, Sandi juga sama. Tapi kata dokter yang menangani Tiara bilang kalau Tiara akan baik-baik saja. Tiara pingsan begini karena efek dia kelelahan dan juga belum sarapan. Satu lagi, Tiara mengalami siklus haid hari ini. Hal itu membuat tubuhnya menjadi lemah," kata Sandi menjelaskan dengan panjang lebar.


"Mudah-mudahan saja Tiara baik-baik saja. Kalau memang itu penyebabnya kata dokter ibu sedikit lega mendengarnya. Yang jelas ibu mau minta kepada kamu nak supaya menjaga Tiara dengan baik-baik," kata bu Lilis memohon.


"Baik bu, Sandi akan menjaga Tiara. Sandi juga berjanji untuk berusaha tidak lalai lagi," kata Sandi.


"Iya San, kalau nanti ada apa-apa hubungi ibu ya! dan juga kalau Tiara sudah siuman beritahu ibu," kata bu Lilis.


"Pasti bu, Sandi akan memberi tahu ibu," kata Sandi.


Sambungan telepon berakhir.


Lisa masih nampak murung dipinggir pantai. Ia yang seharusnya merasa bahagia menghabiskan waktu bersama Sandi seharian ini malah gagal karena Tiara tiba-tiba pingsan.


Lisa akhirnya memutuskan untuk menghubungi Sandi, tapi sayang panggilan tersebut ditolak oleh Sandi hingga dua kali.


Lisa memutuskan untuk kembali ke hotel beristirahat karena ia juga besok akan kembali ke Jakarta.


Sandi masih terus menunggu Tiara siuman. Kesabarannya betul-betul diuji. Jari tangan Tiara mulai bergerak secara perlahan, memberikan pertanda bahwa Tiara akan siuman.

__ADS_1


Tiara akhirnya siuman dengan membuka kedua bola matanya secara perlahan-lahan.


__ADS_2