
"Sandi sedang ada urusan diluar mah, dengan rekan kerja," kata Sandi memberi tahukan keberadaannya.
"Oh begitu? kenapa kamu tidak memberi tahu kami maupun Tiara? dan juga tadi Tiara menghubungi kamu juga tidak kamu angkat," kata bu Sari.
"Iya mah, Sandi minta maaf. Tadi Sandi terburu-buru. Mamah bilang ke Tiara sebentar lagi Sandi pulang," kata Sandi.
"Iya, nanti mamah sampaikan, lain kali jangan diulangi ya," kata bu Sari.
"Iya mah," kata Sandi.
Panggilan tersebut pun berakhir.
"Sandi sedang ada urusan diluar pah dengan teman kerjanya," bu Sari mengulang penjelasan Sandi.
"Oh begitu ya mah, baiklah," pak Airlangga merasa lega karena keberadaan Sandi diketahui secara jelas.
"Baguslah mah, kekhawatiran Tiara kini sudah terjawab," kata Tiara.
"Iya nak," kata bu Sari.
"Tiara, papah mau bertanya sesuatu kepada kamu," kata pak Airlangga.
__ADS_1
"Iya pah, silahkan pah!," kata Tiara.
"Bagaimana perlakuan Sandi kepada kamu? apakah dia memperlakukan kamu dengan baik atau tidak?," tanya pak Airlangga.
"Papah tidak perlu khawatir, mas Sandi memperlakukan Tiara dengan sangat baik pah. Kami sudah menjalani rumah tangga kami seperti pasangan suami istri pada umumnya," kata Tiara.
"Papah bersyukur jika memang kalian berdua sudah menerima pernikahan ini," kata pak Airlangga.
"Iya pah, Tiara juga senang karena mas Sandi sudah menerima Tiara sebagai istrinya," kata Tiara.
"Mudah-mudahan rumah tangga kalian selalu utuh," kata pak Airlangga.
"Mudah-mudahan pah," kata Tiara.
"Mamah kamu minta kamu pulang sekarang ya sayang?," tanya Tiara.
"Tidak kok sayang, hanya saja mamah khawatir aku belum pulang jam segini. Istriku juga bertanya-tanya," kata Sandi.
"Oh karena itu sayang, artinya kamu harus pulang donk malam ini," kata Lisa.
"Iya sayang, kamu kecewa ya? kalau kamu mau aku temani malam ini, aku akan bilang je Tiara kalau aku tidak bisa pulang malam ini," kata Sandi.
__ADS_1
"Tidak usah sayang, aku tidak apa-apa kok," kata Lisa.
"Baiklah kalau kamu tidak apa-apa," kata Sandi.
Mereka pun menghabiskan makan malam itu. Setelah makan malam tersebut selesai, Sandi pun mengantar Tiara ke rumahnya.
Tiara kembali ke kamarnya, begitu pun pak Airlangga dan bu Sari. Tiara duduk dikursi belajarnya.
Dia mengerjakan tugasnya namun ia hanya bisa menyelesaikan sedikit dari keseluruhan tugasnya karena ia sudah kelelahan sejak tadi siang mengerjakan tugas-tugas yang ada
Dia pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya diranjang. Ia pun tertidur. Tidak lama setelahnya, Sandi datang. Ia langsung masuk ke kamar. Ia melihat istrinya sudah tertidur.
Ia kemudian menatap wajah Tiara untuk sejenak. Seperti ada penyesalan didalam dirinya telah melakukan hubungan gelap dibelakang Tiara namun apa daya, dia juga sudah dikuasai oleh perasaan yang ada didalam hatinya.
Ia kemudian mencium kening Tiara dan kemudian mandi. Ia mandi dengan air hangat.
Setelah mandi ia pun tidur disamping Tiara.
Pagi harinya, Tiara bangun pada lebih awal. Tiara yang bangun pun melihat suaminya disampingnya. Dia merasa senang karena Sandi sudah berada disampingnya.
Ia pun segera mandi dan menyiapkan kopi panas untuk Sandi. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi.
__ADS_1
Tiara membawa kopi panas yang ia sedih tadi ke kamar Sandi. Tiara senang karena Sandi sudah terbangun dari tidurnya.
"Mas baru bangun atau sudah lama bangunnya?," tanya Tiara kepada Sandi.