Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 65


__ADS_3

"Aku hanya merasa mbak sudah sangat baik padaku," kata Rika.


"Sudah sepatutnya aku melakukan itu," kata Anita.


Air mata Rika tertumpah dikala menceritakan masa lalu itu.


"Begitulah ceritanya nak," kata bu Rika.


"Kebaikan Tante Nita sungguh luar biasa ya mah, ia sudah menyelamatkan mamah," kata Farhan.


"Ia sayang, oleh karenanya mamah sangat berhutang budi kepadanya," kata bu Rika.


"Lalu kenapa mamah berinisiatif untuk menjodohkan Farhan dengan anak mendiang tante Nita?," tanya Farhan.


"Itu karena," kata bu Rika menceritakan kembali masa lalu.


Cerita masa lalu

__ADS_1


Nita saat ini sudah mengandung. Ia mengandung anak perempuan. Hari ini dia sudah berada dirumah sakit untuk melakukan persalinan.


Arief pun tepat berada disampingnya diruang persalinan. Arief menggenggam erat tangan Nita. Bukan hanya Arief yang menemani Nita tapi ada juga Sari yaitu ibu Sandi yang merupakan sahabat dekat dari Anita.


Rika tidak bisa hadir saat persalinan Anita karena ia baru melahirkan Farhan tiga hari sebelum proses persalinan Anita.


Dokter segera datang setelah mendapat kabar dari suster yang menangani Anita bahwa Anita sudah mau melahirkan.


Setelah melalui proses yang menegangkan akhirnya Anita melahirkan seorang anak perempuan yang mereka beri nama Aprilia Arief.


Ia memanggil sahabatnya, yaitu Sari yang sedang menemaninya sedangkan Arief harus mengurus administrasi rumah sakit.


"Sar, tolong ambilkan aku kertas dan pena," kata Anita.


"Baik Nit," kata Sari mengambilkan pena dan kertas.


Sari menyerahkan kertas dan pena itu ke tangan Anita.

__ADS_1


Anita mula menuliskan surat yang akan dia berikan langsung ke tangan Faris.


*Mas, ini surat dari aku, Anita Arman. Mas Faris, aku minta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan dimasa lalu kepada kamu. Aku sejujurnya masih mencintai kamu, aku masih belum bisa sepenuhnya melupakan masa-masa kebersamaan kita. Sampai saat ini aku masih merasa bersalah karena aku tidak bisa memperjuangkan cinta kita. Aku tidak bisa dan tidak berdaya melawan kehendak papah untuk menjauhi kamu dan menikahi mas Arief.


Sampai akhirnya kita berpisah dan mengambil jalan hidup masing-masing. Hidup dengan pilihan kita.


Oh iya mas, aku dengar Rika sudah melahirkan seorang anak laki-laki dengan selamat. Aku sangat senang mendengarnya dan aku juga ucapkan selamat ya mas sudah menjadi ayah mas. Tepat setelah kelahiran putra kalian berdua aku juga sudah melahirkan seorang anak perempuan dengan selamat mas. Kita sekarang sudah sama-sama menjadi orang tua.


Tapi berbeda dengan Rika yang keadaan sudah membaik pasca melahirkan, keadaanku malah sebaliknya, kesehatanku menurun pasca melahirkan anakku. Aku juga merasa ajalku sudah dekat jadi aku tidak akan memperpanjang lagi isi suratku ini mas.


Aku ingin anak kita melanjutkan cinta kita yang tidak ditakdirkan bersama. Aku berharap kamu dan Rika mampu mempersatukan mereka saat mereka dewasa nanti dan menjadi saksi atas pernikahan mereka. Aku yakin kalian akan mengabulkan permintaanku ini. Itu adalah permohonan terbesarku untuk kalian berdua. Jadi, aku harap kalian dapat mewujudkannya. Aku memohon dengan sangat*. Tulis Anita dalam surat tersebut.


"Ini adalah surat yang harus kamu berikan kepada Faris dan Rika," kata Anita kepada Sari.


"Kenapa kamu meminta aku memberikan surat ini kepada mereka?," tanya Sari.


"Aku merasa umurku tidak lama lagi," kata Anita.

__ADS_1


__ADS_2