
Ternyata pesan dari salah satu rekan kerjanya. Mata Lisa terbelalak seketika setelah ia melihat isi pesan itu.
"What is this? Sandi menghianati kamu Lis," kata Amira, rekan kerja Lisa.
Amira mengirimkan foto-foto pernikahan Sandi. Ia juga mendetailkan bahwa pernikahan Sandi itu dilaksanakan hari ini.
Lisa sudah diam membisu, kebenaran tidak bisa lagi dielakkan.
"Ternyata kamu sudah berani bermain dibelakang ku ya San. Kurang ajar kamu Sandi, beraninya kamu menghianati aku," kata Lisa menahan amarah. Ia mulai berteriak tak terkendali didalam mobil, hal itu dapat sedikit membantu untuk meluapkan emosi.
Kini Lisa betul-betul kehilangan kesadaran. Ia menancapkan gas mobil dengan kecepatan tinggi, ingin segera menemui Sandi dirumahnya.
Lisa kini sudah sampai dirumah Sandi. Pintu gerbang ditutup. Pintu gerbang tersebut memiliki penjagaan yang begitu luar biasa ketat. Bahkan, seekor semut kecil pun tidak dapat menerobos masuk. Lisa keluar dari mobil, berjalan menuju pintu gerbang. Ia dihadang oleh penjaga gerbang.
"Mbak siapa kalau boleh tahu?," tanya penjaga gerbang dengan sopan.
"Saya kekasih Sandi Airlangga, majikan kalian," kata Lisa.
Mendengar itu, para penjaga sangat kebingungan. Bagaimana tidak? saat ini tuan muda mereka sedang melangsungkan pernikahan. Maka, secara otomatis mereka berfikir bahwa pengantin perempuan yang didalamlah kekasih tuan muda.
"Maaf mbak, sepertinya mbak salah orang. Tuan muda Sandi saat ini sedang menikah. Bahkan mungkin, sudah selesai mengucapkan ijab qabul. Lalu kenapa mbak mengaku sebagai kekasih tuan muda?," tanya penjaga.
"Kalian tidak akan mengerti apa yang terjadi? sebaiknya kalian diam saja dan bukakan pintu gerbang ini!," kata Lisa.
"Maaf mbak, mohon jangan lancang! kami tidak akan membiarkan tamu seperti mbak masuk, karena hanya akan mengacaukan acara pernikahan yang sedang berlangsung," kata penjaga.
Lisa melihat upayanya sia-sia, ia memilih memberontak dengan memaksa membuka pintu gerbang dengan tenaganya. Penjaga segera menghentikannya.
__ADS_1
"Mbak, jangan bertindak seperti ini! kami bisa saja bersikap kasar kepada mbak," kata penjaga.
"Diam kalian!," kata Lisa kembali memberontak. Penjaga tetap menghalanginya.
"Baiklah, kalau mbak masih saja bertindak seperti ini, saya akan menelpon polisi," kata penjaga memberi ancaman.
Mendengar hal itu, Lisa menjadi gusar.
Kurang ajar, kalau mereka sempat menelepon polisi, aku bisa menanggung malu. Batin Lisa.
Melihat upayanya yang kedua gagal, Lisa memilih meninggalkan mereka dan kembali masuk kedalam mobil. Ia mengambil ponsel dan menghubungkan panggilan seluler ke ponsel Sandi. Namun sayang, ponsel Sandi sedang berada diluar jangkauan. Ia benar-benar merasa hampir frustasi.
Lisa kemudian mencoba menenangkan diri.
Dia memilih tetap bertahan disitu sampai panggilan telpon milik Sandi aktif.
"Terima kasih banyak ya pak untuk hari ini. Saya sangat bersyukur sekali bahwa bapak menyediakan semuanya dengan baik," kata pak Arifin.
"Sama-sama pak. Sudah kewajiban saya untuk melakukan itu," kata pak Airlangga.
"Iya pak. Sekarang kita sudah menjadi besan, tandanya kita juga sudah menjadi saudara. Sangat wajar jika kami memberikan sesuatu yang kami anggap baik," kata bu Sari.
"Terima kasih banyak ya bu. Saya berharap ibu dapat menerima kekurangan putri saya menjadi menantu dikeluarga ibu. Mohon selalu bimbing Tiara agar menjadi lebih baik!," kata bu Lilis. Ia memeluk bu Sari besannya itu dengan penuh kehangatan. Yang lainnya tersenyum melihat hal itu.
"Iya bu, jangan risaukan hal itu bu! saya akan memperlakukan Tiara seperti putri saya sendiri," kata bu Sari.
Bu Lilis melepaskan pelukannya dari bu Sari. Ia mendekati Tiara, putri sulungnya itu. Memegang kedua tangannya.
__ADS_1
"Tir, sekarang kamu sudah menikah. Itu artinya, kamu sudah menjadi istri dari laki-laki yang menikahimu. Kamu juga tidak lagi menjadi milik ibu sepenuhnya. Kamu sekarang sudah memiliki dua keluarga, yaitu ibu dan ayah dari suamimu. Kamu harus memperlakukan mereka seperti kamu memperlakukan kami, kedua orang tuamu ini nak. Pesan terakhir ibu, jadilah istri yang patuh kepada suami. Turuti perintahnya! jadikan dia imammu!. Apa kamu mengerti nak?," tanya bu Lilis.
"Tiara mengerti bu. Aku akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan ibu. Nasihat ibu akan selalu Tiara ingat," kata Tiara.
Bu Sari memeluk Tiara. Air matanya menangis tersedu-sedu.
"Dan terakhir untuk kamu nak Sandi. Sekarang kamu sudah menjadi suami putri ibu. Ibu berharap kamu dapat menerima Tiara dengan hati yang besar. Mungkin inilah takdir nak Sandi dari Allah, nak Sandi harus menikahi perempuan yang dijodohkan orang tua. Tapi, Insyaallah pilihan orang tua adalah pilihan yang baik. Ibu berharap lagi supaya nak Sandi dapat menjadi imam yang mampu memimpin Tiara kepada jalan yang diridhoi Allah. Kamu harus bersabar ya nak menghadapi Tiara jikalau ia belum dewasa," kata bu Lilis.
"Iya bu. Sandi akan berusaha melakukan apa yang ibu pinta," kata Sandi. Bu Lilis memeluk Sandi.
Pak Arifin juga melakukan hal yang sama seperti istrinya, memberikan berbagai nasihat yang baik. Usai memberikan nasihatnya, pak Arifin meninggalkan ruangan. Pak Airlangga, bu Sari, dan Sandi serta Tiara mengantarkan mereka sampai mobil. Pak Airlangga meminta orang suruhannya untuk mengantarkan Tiara.
"Sekarang kalian lebih baik ke kamar! kalian pasti sangat lelah hari ini," kata bu Sari.
"Betul kata mamah, kalian sebaiknya pergi ke kamar," kata pak Airlangga.
"Baik pah, mah," kata Sandi.
"Kami duluan ya pah, mah," kata Tiara.
"Ia nak," kata pak Airlangga dan bu Sari secara bersamaan.
Sandi dan Tiara berjalan ke kamar pengantin yang telah dipersiapkan. Sekarang mereka sudah berada dikamar. Sandi menutup pintu. Hanya ada mereka berdua dikamar saat ini.
Sandi mengarahkan pandangannya ke arah meja tv yang ada didalam kamarnya. Ia melihat ponselnya. Ia tersadar saat mengobrol dengan ibunya tadi pagi, ia membiarkan ponselnya dengan mode pesawat berada di meja tv.
Ia membuka mode pesawat itu, jaringan ponselnya kembali normal. Tiara hanya duduk diam diatas kamar. Tiara pernah menonton sebuah serial drama bahwa ketika suami istri menikah mereka akan melakukan hal yang kebanyakan orang lain lakukan, yaitu berhubungan intim dimalam pertama. Tiara nampak grogi. Namun Sandi sepertinya tidak terarah kesana. Ia hanya fokus melihat ponselnya.
__ADS_1
Sandi menghubungkan ponselnya ke layanan jaringan internet. ponselnya berada dimode on. Secara otomatis berbagai pesan what's app ia terima, ia sangat kaget banyak sekali pesan ucapan selamat kepadanya. Pesan itu datang daru teman dan rekan kerja. Namun ada satu pesan yang membuat ia terpaku diam.