
Tebakan bu Sari benar, tidak lama suara deruman mobil terdengar didepan rumah mereka.
"Sepertinya mereka sudah datang mah," kata Sandi.
"Iya San, kamu benar. Ayo kita sama-sama keluar menyambut mereka!," kata bu Sari.
"Ayo mah!," kata Sandi.
Farhan dan orang tuanya turun dari mobil. Bu Sari dan bu Rika berpelukan melepas rindu. Pak Faris dan pak Airlangga pun berpelukan hangat selayaknya seperti pria pada umumnya.
Tidak seperti Farhan dan Tiara yang menatap dengan tatapan serius satu sama lain.
"Lho kamu kan Farhan?," kata Sandi.
"Iya mas," kata Farhan.
Farhan dan Sandi pun bersalaman.
"Kamu sudah kenal dengan Farhan San?," tanya bu Sari.
"Sudah mah, tapi belum lama ini. Aku kenal Farhan saat aku mengantar Tiara ke kampus. Ternyata, Farhan ini adalah teman baik Tiara," kata Sandi.
"Kamu sudah banyak berubah ya San," kata bu Rika.
__ADS_1
"Iya tan," kata Sandi sembari mencium punggung tangan bu Rika.
"Farhan juga sudah semakin dewasa ya," kata bu Sari.
"Iya tan," kata Farhan sembari mencium kedua punggung tangan bu Sari.
"Kamu kan Tiara, teman kuliah Farhan," kata bu Rika.
"Iya bu," kata Tiara mencium kedua punggung tangan bu Rika dan kedua punggung tangan pak Faris.
"Sudah lama sekali kamu tidak Lagi berkunjung ke rumah nak," kata bu Rika.
"Iya nih bu, tugas kuliah semakin banyak, jadi tidak punya waktu luang untuk main ke rumah bu," kata Tiara memberikan alasan.
"Oh begitu. Ngomong-ngomong kamu kok bisa ada disini malam-malam begini," tanya bu Rika yang belum tahu jika Tiara sudah menjadi bagian keluarga sahabatnya.
"Benarkah? ternyata kamu San suami dari Tiara? wah, selamat ya San dan Tiara juga," kata bu Rika.
"Iya Tan," kata Sandi.
"Biar ngobrolnya lebih santai lebih baik didalam saja" kata pak Airlangga.
"Oh iya, keasyikan ngobrol sampai lupa suruh masuk ke dalam," kata bu Sari.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke rumah secara bersamaan. Bu Sari segera menuntun tamunya itu ke ruang makan.
"Ayo dimakan!," kata bu Sari.
"Iya mbak," kata bu Rika.
Dimeja makan tersebut, hanya bu Rika dan bu Sari saja yang terus mengobrol. Yang lain hanya sebagai pendengar.
Semuanya terlihat sangat lahap menyantap hidangan makanan yang tersaji didepan mereka.
"Ini masakannya enak sekali mbak, siapa yang masak makanan ini?," tanya bu Rika.
"Aku donk Rik, tapi dibantu menantu perempuanku juga, Tiara serta beberapa asisten rumah tangga," kata bu Sari menjelaskan.
"Pantas saja enak. Ternyata kamu jago masak juga ya Tiara. Ibu menyesal tidak pernah mengajak kamu masak dirumah waktu kamu sering berkunjung ke rumah," kata bu Rika.
"Ah, ibu bisa saja," kata Tiara tersenyum.
Farhan memperhatikan Tiara dengan tatapan datar.
"Oh iya tadi sempat kepotong nih Rik. Bagaimana bisa kamu begitu nampak akrab dengan menantuku ini?," tanya bu Sari.
"Begini lho mbak, Tiara ini teman kuliah Farhan. Mereka satu kelas dan satu jurusan. Jadi, mereka juga bisa dibilang berteman baik. Nah, kalau ada tugas, mereka sering mengerjakan tugas tersebut secara bersama-sama," kata bu Rika.
__ADS_1
"Oh begitu ternyata. Akhirnya, terjawab juga rasa penasaranku," kata bu Sari dengan tawa kecil.
"Ngomong-ngomong, kenapa saat pernikahan Sandi dan Tiara dilaksanakan mbak tidak mengundang kami?," tanya bu Rika.