
Mereka beranjak meninggalkan restauran. Sandi dan Lisa berencana untuk mengunjungi pusat perbelanjaan yang lumayan jauh dari hootel tempat mereka menginap.
Hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan yang ada. Sandi takut kalau-kalau Tiara merasa bosan ia memutuskan untuk keluar hotel dan mencari hiburan yang menarik.
Sandi berpesan kepada Lisa agar menggunakan masker dan terlihat tertutup. Sandi tidak ingin ada orang yang melihat kebersamaan mereka dipublik. Hal itu hanya akan membuat masalah yang runyam.
Sandi dan Lisa mulai berbelanja. Tapu kali ini aneh, biasanya Lisa berbelanja tanpa memikirkan apa pun. Ia berbelanja sepuasnya. Kali ini, ia hanya berbelanja pakaian untuk kebutuhan saja. Ia tidak membeli aksesoris lainnya.
Sandi merasa heran dengan sosok Lisa yang seperti itu. Lisa dan Sandi juga memainkan beberapa permainan yang ada diwahana.
Tiara mulai merasa khawatir kenapa Sandi belum pulang juga. Akhirnya Tiara memutuskan untuk menghubungi Sandi. Namun sayang, panggilannya tidak diangkat. Dia memutuskan untuk menonton televisi.
Dirumah Sandi, bu Sari nampak berbincang hangat dengan suaminya pak Airlangga. Bu Sari berencana untuk melakukan resepsi pernikahan Sandi agar diketahui publik.
"Pah, bagaimana kalau kita buat resepsi pernikahan Sandi dan Tiara? agar publik juga tahu kalah anak kita sudah menikah secara sah," kata bu Sari menyampaikan niatnya.
''Ide bagus itu mah, tapi Sandi dan Tiara perlu ditanya juga bagaimana respon mereka dengan rencana mamah ini?," kata pak Airlangga.
__ADS_1
"Iya pah, kalau itu memang harus," kata bu Sari.
"Iya mah, kalau begitu kita tunggu saja nanti saat mereka pulang dari berbulan madu," kata pak Airlangga.
"Baik pah, kita akan tunggu mereka," kata bu Sari.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 21:30, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Sandi. Tiara pun mencoba menghubungi Sandi untuk kedua kalinya. Sama seperti panggilan yang pertama, panggilan kedua ini pun tidak mendapatkan respon dari Sandi.
Tiara pun memutuskan untuk tidur karena ia sudah mulai merasa mengantuk. Sandi yang melihat malam sudah mulai larut meminta agar dirinya dan Lisa sebaiknya kembali ke hotel.
Sandi dan Lisa sudah berada didepan pintu kamar hotel Lisa.
"Kamu tidak masuk dulu sayang?," tanya Tiara.
"Maaf sayang, aku langsung saja. Soalnya Tiara pasti sudah menungguku," kata Sandi.
"Baiklah sayang, hati-hati dijalan ya dan terima kasih untuk waktunya hari ini" kata Lisa memeluk Sandi.
__ADS_1
"Iya sayang," kata Sandi membalas pelukan Lisa dengan hangat.
Sandi segera dengan cepat kembali ke hotel. Sandi sudah sampai dikamar hotelnya. Dia menggunakan kunci kamar yang ia miliki. Saat Sandi masuk dirinya kaget melihat Tiara yang sudah terlelap.
Dia memandang wajah Tiara dengan perasaan merasa bersalah.
Maafkan aku Tir untuk kesalahanku hari ini. Batin Sandi.
Dia menyelimuti tubuh Tiara. Sebelum menyusul Tiara tidur, Sandi terlebih dahulu menikmati kopi panas yang ia beli sebelum pulang.
Sandi membuka ponselnya. Dia melihat foto-fotonya bersama Tiara. Dia senyum-senyum sendiri saat melihat foto tersebut.
Tiara memang sosok yang sederhana. Batin Sandi.
Setelah mulai merasa lelah memainkan ponselnya dan kopi panas yang tadi menemaninya pun sudah habis akhirnya Sandi memutuskan untuk tidur.
Ia tidur dengan posisi menyamping dan mengikuti arah tidur Tiara. Dia tidak lupa mematikan lampu kamar.
__ADS_1