Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 103


__ADS_3

Sandi memang sengaja membeli kalung mas tersebut saat Tiara sedang sibuk memilih tas karena dirinya ingin memberikan kalung ini kepada Tiara sebagai hadiah kejutan.


Ia mendatangi toko perhiasan yang menurutnya terlihat menarik untuk dikunjungi.


"Selamat malam mas, ada yang bisa kami bantu?," kata salah satu karyawan perempuan penjaga toko perhiasan tersebut.


"Iya mbak, saya mau beli kalung mas untuk istri saya," kata Sandi.


"Baik mas, ini ada banyak pilihan," kata karyawan.


"Ada model lainnya tidak mbak?," tanya Sandi.


"Ada mas, tunggu sebentar ya! biar saya ambilkan," kata karyawan.


"Baik mbak," kata Sandi.


Sandi menunggu karyawan mengambilkan perhiasan yang ia minta.


Tidak lama, karyawan toko perhiasan tersebut membawakan beberapa kalung emas untuk Sandi.


"Ini mas pilihan lainnya," kata karyawan.

__ADS_1


"Baik mbak, saya akan lihat-lihat pilihannya," kata Sandi.


Sandi kemudian menjatuhkan pilihannya pada kalung mas yang bermata kan bunga sebagai lambang keindahannya.


"Saya suka dengan kalung ini mbak. Saya mau beli kalung ini mas," kata karyawan toko.


"Baik mas, harga kalung ini 20 juta rupiah mas," kata karyawan toko.


Setelah mendengar harga kalung tersebut, Sandi mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar kalung yang ia beli itu.


Sandi menyerahkan kartu debitnya kepada karyawan. Setelah selesai membayar kalung tersebut Sandi membawa perhiasan tersebut.


"Terima kasih banyak mas sudah berbelanja ditoko perhiasan kami," kata karyawan toko.


Sandi meninggalkan toko perhiasan tersebut untuk segera menyusul Tiara. Dia takut Tiara akan kecarian jika dirinya tidak cepat-cepat menemui Tiara.


Sama seperti Sandi, Tiara juga sudah selesai berbelanja tas, ia membeli dua tas. Dia merasa tidak karena Sandi tidak ada. Dia tidak memiliki uang untuk membayar dua tas yang ia pilih tersebut.


Mas Sandi kemana sih? kenapa tidak kelihatan? aku sudah terlanjur memilih dua tas ini. Bagaimana aku akan membayarnya?. Batin Tiara merasa takut.


Sandi akhirnya sampai ditempat Tiara membeli tas. Tiara merasa sangat senang melihat kedatangan Sandi, hal itu dapat dilihat dari ekspresi raut wajahnya yang tersenyum.

__ADS_1


"Mas kemana saja sih, aku ketakutan tahu," kata Tiara.


"Ketakutan kenapa? apa ada yang mengancam kamu atau yang membuat kamu merasa tidak nyaman?," tanya Sandi.


"Bukan begitu mas, aku sudah selesai memilih tasnya tapi aku tidak memiliki uang untuk membayar tas ini," kata Tiara.


"Oh karena itu, ya sudah ayo kita bayar!," kata Sandi.


Sandi membayar tas yang dipilih oleh Tiara kepada kasir. Setelah membayar tas tersebut mereka melanjutkan memainkan beberapa wahana tapi tidak banyak karena malam sudah semakin larut.


Sesudah puas memainkan beberapa wahana permainan, Sandi dan Tiara memutuskan kembali pulang menuju hotel.


Kini mereka dua sama-sama duduk dikursi santai karena mereka sangat lelah. Sandi melihat Tiara sepertinya sangat senang dengan kegiatan mereka hari ini.


"Mas, aku merasa gerah nih, aku mau mandi dulu," kata Tiara.


"Oh ya sudah, tidak apa-apa," kata Sandi.


Tiara meninggalkan Sandi sendiri dikursi ruang tamu. Sesudah mandi, Tiara keluar dengan pakaian tidurnya yang tidak terlalu tipis.


Sandi merasa ini waktu yang tepat untuk memberikan Tiara hadiah kejutan yang ia beli tadi saat berada dipusat perbelanjaan.

__ADS_1


"Tir, aku ada hadiah kejutan untuk kamj," kata Sandi.


"Hadiah kejutan? hadiah apa mas?," tanya Tiara yang penuh dengan harap.


__ADS_2