Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 113


__ADS_3

"Iya pak, Sandi lalai. Seharusnya Sandi memberi tahukan Tiara tapi Sandi tergesa-gesa," kata Sandi.


"Iya nak, kamu jangan merasa kesal bapak terlihat marah kepada kamu. Kamu memang benar-benar lalai sekali ini," kata pak Arifin.


"Iya pak, Sandi betul-betul minta maaf untuk kesalahan Sandi kali ini," kata Sandi merasa bersalah.


"Tidak apa-apa nak, bapak maafkan," kata pak Arifin.


"Terima kasih banyak ya pak," kata Sandi.


"Iya San. Bagaimana keadaan Tiara sekarang? apa dia sudah pulih?," tanya pak Arifin.


"Keadaan Tiara sudah mulai membaik pak. Dia sudah siuman," kata Sandi menjelaskan keadaan istrinya itu.


"Benarkah? syukurlah. Bagaimana penjelasan dokter mengenai keadaan Tiara? apa yang sebenarnya terjadi pada dia?," tanya pak Arifin.


"Kata dokter Tiara kelelahan pak. Dia juga sedang haid sekarang. Mungkin karena haidnya itu, dia jadi lemas dan tidak bertenaga pak. Itulah penyebab kenapa dia pingsan?,'' kata Sandi.


"Oh karena itu rupanya. Sebenarnya Tiara sudah beberapa kali mengalami itu setiap kali ia haid tapi dia akan baik-baik saja jika meminum obat yang biasa ia gunakan," kata pak Arifin.

__ADS_1


"Ia pak, itu dia salah satu masalahnya. Tiara lupa untuk membawa obat yang biasa ia konsumsi kalau sakitnya itu kambuh. Kemudian ia memutuskan membeli obat itu sendiri karena Sandi tidak bisa dihubungi. Alhasil, Tiara pun pingsan pak karena memaksakan diri," kata Sandi.


"Itu ternyata penyebabnya. Kalian berdua sama-sama lalai," kata pak Arifin.


"Iya pak," kata Sandi tidak dapat mengelak.


"Baiklah nak, bapak akan menghubungi kalian lagi nanti," kata pak Arifin.


"Baik pak," kata Sandi.


"Sebenarnya bapak ingin berbicara dengan Tiara tapi nanti saja nak, saat bapak sudah dirumah. Dan juga supaya Tiara bisa istirahat," kata pak Arifin.


"Baik pak," kata Sandi.


"Iya pak," kata Sandi.


Setelah menerima titipan berkas dari rekan kerja suaminya, bu Lilis kembali ke toko.


"Kenapa Sandi belum menghubungi saya juga sih? sudah sejak lama saya berbicara dengan bapak," gumam bu Lilis bertanya-tanya.

__ADS_1


Bu Lilis akhirnya memutuskan menghubungi Sandi sendiri.


"Halo bu," kata Sandi.


"Halo nak, kenapa dari tadi kamu tidak menghubungi ibu untuk memberitahukan keadaan Tiara?," tanya bu Lilis.


"Maaf bu, Sandi baru berbicara dengan bapak. Setelah mengakhiri komunikasi kami, Sandi berusaha untuk membantu Tiara untuk tidur," kata Sandi.


"Berusaha untuk membuat Tiara tidur? artinya Tiara sudah siuman? masa Allah, ibu sangat senang mendengarnya," kata bu Lilis.


"Iya bu, Sandi juga senang Tiara akhirnya siuman. Bukan hanya itu bu, kata dokter yang menangani Tiara juga mengatakan kalau keadaan Tiara semakin membaik tapi dia harus rawat inap sehari lagi," kata Sandi.


"Begitu ya nak, ya sudah tidak apa-apa. Kita turuti saja kata dokter karena pasti itu mereka lakukan demi kebaikan Tiara," kata bu Lilis.


"Iya bu," kata Sandi.


"Sebenarnya apa yang sedang dialami Tiara? apa itu penyakit yang serius atau apa nak? tolong kamu jujur dan jelaskan secara detail kepada ibu!," tanya bu Lilis.


"Begini bu, Tiara itu sedang haid saat ini. Kata Tiara dia pernah mengalami hal seperti ini. Hanya saja itu terjadi jika ia tidak mengkonsumsi obat peringan rasa nyeri saat haid. Tiara lupa membawa obat itu dari rumah saat hendak kesini," kata Sandi.

__ADS_1


__ADS_2