
"Baik mah akan Farhan lakukan seperti yang mamah nasihatkan," kata Farhan.
"Iya nak, baguslah kalau begitu," kata bu Rika.
"Kamu sudah makan siang belum?," tanya bu Rika.
"Belum mah," kata Farhan.
"Ya sudah, bagaimana kalau kita makan siangnya sekarang? soalnya mamah juga belum makan siang," kata bu Rika.
"Boleh mah," kata Farhan.
Mereka berdua beranjak dari duduknya dan berjalan ke ruang makan.
Sore pun tiba, tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul 15:00 sore. Tiara pun terbangun dari tidur siangnya yang cukup nyenyak siang ini.
Ia beranjak dari ranjang kasurnya. Sebelum turun ke bawah ia mencuci wajahnya terlebih dahulu dikamar mandi. Setelahnya, ia pun turun ke bawah.
Sesampainya dibawah, Tiara melihat ibunya masih menonton acara televisi.
"Kenapa mamah belum bersiap-siap untuk memasak makanan untuk nanti malam," tanya Tiara.
"Kamu sudah bangun ternyata? mamah masih menunggu asisten rumah tangga yang sedang berbelanja semua kebutuhan dan bahan-bahan untuk memasak menu makanan nanti malam," kata bu Sari.
"Begitu ya mah, iya deh," kata Tiara.
__ADS_1
"Oh iya mamah lupa," kata bu Sari.
"Tentang apa mah?," tanya Tiara.
"Mamah ada sesuatu untuk kamu," kata bu Sari menyerahkan sebuah kotak vitamin dan minuman herbal.
"Apa ini mau?," tanya Tiara yang merasa asing.
"Ini beberapa vitamin untuk kesehatan dan kecantikan dan minuman herbal ini untuk membantu kamu cepat mengandung," kata bu Sari.
Tiara menjadi salah tingkah setelah ibu mertuanya tersebut memberikan vitamin dan minum-minuman herbal tersebut.
"Terima kasih mah," kata Tiara dengan senyuman.
"Iya sayang, sama-sama. Vitamin dan minum-minuman herbal ini mamah pesan dari dokter kepercayaan mamah dan dijamin aman. Cara pemakaiannya juga sudah tertera pada kemasannya," kata bu Sari.
Bu Sari tersenyum.
Para asisten rumah tangga yang diminta bu Sari untuk belanja kebutuhan dan bahan-bahan masakan pun datang. Mereka membawa lumayan banyak belanjaan ditangan mereka.
"Baguslah kalian sudah datang," kata bu Sari.
Mereka pun bersama-sama berjalan menuju dapur untuk mengolah bahan-bahan tersebut.
"Kalian sebaiknya istirahat dulu, kalian sudah sangat lelah saat berbelanja tadi," kata bu Sari pada para asisten rumah tangga yang ia minta berbelanja tadi.
__ADS_1
"Baik bu, terima kasih," kata asisten rumah tangga dengan kompak.
Tiara dan bu Sari dan dibantu dua asisten rumah tangga lainnya mulai bergerak mengolah bahan-bahan masakan tersebut.
Tiara nampak sergap membantu ibu mertuanya tersebut.
Sandi kini sudah sampai dirumah karena jam kerjanya sudah selesai. Ia heran karena rumah sepi. Dia pun bertanya-tanya kenapa rumah menjadi sepi?.
Salah satu asisten rumah tangga yang tidak sengaja melihat kedatangan Sandi pun memberi tahu Tiara.
"Non, tuan muda sudah datang," kata asisten rumah tangga.
"Iya bik, saya mengerti," kata Tiara.
Tiara segera mengambil gelas dan mengambil bubuk kopi serta gula. Ia meracik bubuk kopi itu menjadi segelas kopi yang memiliki aroma yang nikmat.
Bu Sari senang melihat inisiatif Tiara yang menyiapkan segelas kopi untuk suaminya tanpa diminta.
Tiara membawa segelas kopi tersebut ke hadapan Sandi.
"Ini kopinya mas," kata Tiara.
"Oh, iya Tir," kata Sandi tersenyum melihat perhatian istrinya itu.
"Aku kira kamu kemana tadi? soalnya rumah sangat sepi sekali," kata Sandi.
__ADS_1
"Aku dan mamah sedang didapur mas," kata Tiara.