Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
106


__ADS_3

"Apa? dokter? dirawat di klinik? kok bisa anak saya berada di klinik ibu dokter?," tanya bu Lilis yang merasa terkejut.


"Iya bu, putri ibu tadi pingsan diapotek saat hendak membeli obat," kata dokter Risma.


"Haduh kok bisa ya, bagaimana dengan suaminya? apa ada suaminya disitu bu dokter?," tanya bu Lilis.


"Suami? putri ibu sudah menikah? tidak ada siapa-siapa yang menemani pasien bu. Ibu adalah orang pertama dari kerabat pasien yang bisa saya ajak berbicara," kata dokter Risma.


"Dia sudah memiliki suami dok. Harusnya suaminya selalu bersama dia," kata bu Lilis.


"Begitu ya bu, coba ibu hubungi suami pasien agar datang ke klinik saya melihat pasien," kata dokter Risma memberi saran.


"Baik dok, saya akan menghubungi suaminya supaya segera menemui putri saya ke klinik dokter," kata bu Lilis.


"Bak bu. Oh iya saya mau tanya sesuatu, ibu ada what's app?," tanya bu dokter.


"Ada bu dokter? kenapa ya bu dokter?," tanya bu Lilis.


"Saya akan share lokasinya ke ibu," kata dokter Risma.

__ADS_1


"Baik bu, nomor yang saya gunakan untuk menghubungi Tiara ini juga saya gunakan sebagai nomor what's app bu," kata bu dokter.


"Baiklah bu, terima kasih bu," kata dokter Risma.


"Iya bu, sama-sama," kata bu Lilis.


Sambungan telepon bu Lilis dan dokter Risma pun berakhir.


"Bagaimana sih Sandi? kok bisa-bisanya dia tidak ada bersama Tiara. Sebenarnya apa yang dilakukan Sandi? sampai-sampai dia meninggalkan Tiara sendiri seperti itu," gumam bu Lilis merasa sangat kesal kepada menantu laki-lakinya itu.


Bu Lilis segera menghubungi Sandi. Sambungan telepon bu Lilis terhubung dengan ponsel Sandi.


Sandi sedang menikmati momen kebersamaan dengan Lisa. Mereka nampak sedang menikmati steak daging dipinggir pantai. Nampak sangat mesra.


"Siapa sayang? kenapa tidak kamu angkat?," tanya Lisa heran.


"Ibu mertuaku sayang, kamu jangan bersuara ya!," kata Sandi.


"Ia sayang, aku mengerti," kata Lisa.

__ADS_1


"Halo bu," kata Sandi.


"San, kamu itu dimana sih sekarang?," tanya bu Lilis.


Sandi terkejut mendengar nada bicara ibu mertuanya yang tidak seperti biasa. Sandi bingung menjawab pertanyaan ibu mertuanya yang bernada seperti itu.


"Sandi sedang dibali bu," kata Sandi.


"Kalau itu ibu tahu, kamu itu sebenarnya becus tidak sih nak menjaga Tiara istrimu? kamu kenapa tinggalkan dia? sekarang dia itu dirawat diklinik," kata bu Lilis.


"Apa? apa yang terjadi pada Tiara? bu?," tanya bu Sandi.


"Kamu bertanya apa yang terjadi padanya? sudah berapa lama kamu tinggalkan Tiara San? kenapa kamu tidak bertanggung jawab seperti itu," kata bu Lilis.


"Maaf kan Sandi bu, Sandi ada urusan penting diluar," kata Sandi mencari alasan.


"Urusan apa sih? sampai-sampai istri masuk klinik kamu tidak tahu," kata bu Sari terus memojokkan menantu laki-lakinya itu.


"Maaf bu, sekali lagi Sandi minta maaf," kata Sandi.

__ADS_1


"Tiara tadi pingsan saat hendak membeli obat diapotek, lalu karyawan yang ada diapotek membawa Tiara ke klinik terdekat. Sekarang kamu tinggalkan urusan kamu yang kamu anggap sangat penting itu! dan susul Tiara ke klinik tempat ia dirawat sekarang," kata bu Lilis.


"Baik bu, Sandi akan menyusul Tiara kesana," kata Sandi.


__ADS_2