
"Halo mah," kata pak Airlangga.
"Papah dimana sekarang?," tanya bu Sari.
"Papah dikantor lah mah, dimana lagi?," kata pak Airlangga.
"Oh, papah sudah makan siang belum?," tanya bu Sari.
"Sudah mah, baru saja malahan," kata pak Airlangga.
"Gitu ya pah?," kata bu Sari.
"Iya mah, memangnya kenapa mah?," tanya pak Airlangga.
"Mamah mau ajak papah makan siang bareng direstaurant dekat kantor yang biasa jadi langganan kita," kata bu Sari.
"Mamah mau ke kantor donk berarti," kata pak Airlangga.
"Iya pah, mamah mau ke kantor tapi tidak sendirian, mamah kesana bersama Tiara," kata bu Sari.
"Baguslah mah, supaya Tiara tahu perusahaan kita dan tempat suaminya bekerja," kata pak Airlangga.
"Iya pah, mamah mau sekaligus mengenalkan Tiara kepada karyawan juga," kata bu Sari.
"Itu ide yang bagus sekali mah," kata pak Airlangga.
"Iya pah, Sandi ada dikantor tidak ya pah?," tanya bu Sari.
"Harusnya dikantor sih mah, soalnya tidak ada jadwal untuk direktur utama keluar kantor hari ini," kata pak Airlangga.
"Kok harusnya pah?," tanya bu Sari.
"Iya kan papah tidak tahu kalau misalnya Sandi ada urusan pribadi diluar kantor," kata pak Airlangga.
__ADS_1
"Baiklah pah," kata bu Sari.
"Ok mah, papah tunggu," kata pak Airlangga
"Baik pah," kata bu Sari.
Sambungan telepon berakhir.
"Bagaimana mah?," tanya Tiara.
"Papahmu tidak bisa nak," kata bu Sari.
"Bagaimana dengan mas Sandi," tanya Tiara
"Ini mamah mau telepon dia," kata bu Sari.
Saat Sandi sedang mengobrol dengan Lisa, ponsel milik Sandi berbunyi.
"Telepon dari siapa sayang?," tanya Lisa.
"Halo mah," kata Sandi mengangkat telepon.
"Halo nak, kamu dimana sekarang?," tanya bu Sari.
Sandi terdiam beberapa saat.
Kalau aku jawab dikantor nanti takutnya mamah nanyain ke sekretarisku atau ke papah ketahuan donk nanti aku berbohong. Batin Sandi.
Bu Sari sering bertanya kepada sekretaris Sandi yaitu Nanda, perihal apa yang sedang dilakukan Sandi? dan kemana saja dia pergi?.
"Aku sedang makan diluar mah," kata Sandi.
"Makan dimana? mamah malah mau ajak kamu makan siang bersama dengan Tiara sekarang," kata bu Sari.
__ADS_1
"Direstaurant dekat kantor yang biasa mamah makan," kata Sandi.
"Kamu disana? baguslah," kata bu Sari.
"Kok bagus sih mah," kata Sandi kebingungan.
"Bagus donk sayang, mamah kan mau kesana sekarang," kata bu Sari.
"Apa?," kata Sandi setelah mendengar perkataan ibunya.
"Kenapa nak? kamu kok terdengar seperti sangat terkejut mendengar mamah mau kesana.
"Aku hanya kaget saja mah, soalnya mamah jarang kesini apalagi sampai bawa Tiara juga," kata Sandi mencari alasan.
"Oh karena itu rupanya, mamah memang sengaja membawa Tiara ikut supaya dia tahu dimana perusahaan kita dan tempat kamu bekerja," kata bu Sari.
"Baiklah mah, aku akan tunggu direstaurant," kata Sandi.
"Baiklah nak," kata bu Sari menutup sambungan telepon tersebut.
"Kenapa sayang? kenapa kamu terlihat terkejut?," tanya Lisa.
"Mamah sudah mau sampai kesini sayang," kata Sandi.
"Apa? haduh kok bisa?," tanya Lisa.
"Aku juga tidak tahu sayang, dan yang lebih parah lagi, mamah datang bersama istriku," kata Sandi.
"Jadi gimana donk?," tanya Lisa.
"Sebaiknya kamu pergi sayang sekarang! soalnya aku bilang aku akan menunggu mereka disini," kata Sandi.
"Baiklah sayang," kata Lisa.
__ADS_1
"Kamu tidak marahkan padaku sayang?," tanya Sandi memegang tangan Lisa.
"Tidak donk sayang, ini kan supaya semuanya baik-baik saja," kata Lisa.