
"Kamu sekarang tutup mata!," kata Sandi.
"Kenapa harus tutup mata segala mas," tanya Tiara.
"Inikan hadiah kejutan," kata Sandi.
"Baiklah mas, aku akan tutup mata," kata Tiara.
Sandi mengambil kalung emas tersebut dan memasangkannya dileher Tiara. Tiara merasakan sesuatu dilehernya.
"Sekarang kamu buka mata dan pandang ke cermin," kata Sandi.
Tiara membuka matanya dan memandang ke arah cermin. Dirinya tersenyum manis.
"Ini kan kalung emas mas," kata Tiara membalikkan badan dan memandang ke arah Sandi.
"Iya, ini hadiah kejutannya," kata Sandi.
"Astaga, Ini beneran untuk aku mas," tanya Tiara merasa terkejut.
__ADS_1
"Iya donk, jadi untuk siapa lagi kalau bukan untuk kamu?," kata Sandi.
"Kalung ini kan sangat mahal mas," kata Tiara.
"Memangnya kenapa kalau mahal?," tanya Sandi.
"Aku semakin merasa tidak enak hati kepada mas, mas sudah sangat baik memberikan kalung ini kepadaku," kata Tiara.
*Itu hal biasa, aku kan suami kamu, aku ingin istriku terlihat cantik. Kalau kamu menggunakan kalung itu, kamu semakin cantik dan juga semakin terlihat anggun," kata Sandi.
Tiara terharu. Ia menitikkan air matanya untuk kedua kali. Ia memeluk Sandi untuk kedua kalinya. Sandi pun membalas pelukan Tiara itu dengan hangat.
Pagi-pagi betul pak Arifin dan bu Lilis sudah nampak berbincang diruang tengah sambil menonton acara televisi yang disajikan.
"Pak, kenapa ya sudah seminggu Tiara berbulan madu dibali belum ada menghubungi kita?," kata bi Lilis.
"Ya mungkin saja Tiara dan Sandi menghabiskan waktu dari pagi sampai malam untuk bersenang-senang disana. Jadi mereka tidak terlalu mengingat hal-hal lainnya, termasuk untuk menghubungi ibu," kata pak Arifin.
"Iya juga sih pak, tapi ibu juga merasa khawatir kalau mereka tidak ada memberi kabar," kata bu Lilis.
__ADS_1
"Ya wajar sih bu, kamu berfikir seperti itu. Intinya ibu harus tetap berfikir dan berprasangka baik," kata pak Arifin.
"Iya pak, ibu paham," kata bu Sari.
"Kalau misalnya ibu masih merasa risau, nanti siang atau sekitar pukul 08:00 pagi nanti, ibu sebaiknya menghubungi Tiara," kata pak Arifin.
"Baik pak," kata bu Sari.
Sudah seminggu Tiara dan Sandi berbulan madu dibali. Mereka juga semakin dekat. Hubungan rumah tangga mereka juga semakin harmonis.
Lisa hari ini akan pulang kembali ke Jakarta. Dia meminta Sandi untuk datang menemuinya. Padahal masih sangat pagi. Sandi sebenarnya masih merasa kelelahan karena bertempur dengan Tiara tadi malam.
Tiara masih terlelap dalam tidur karena memang masih pagi sekali. Sandi beranjak dari kamar tidurnya. Dia langsung menemui Lisa dihotel tempat ia menginap.
Ia bahkan hanya mencuci wajahnya. Ia tidak sempat untuk mandi. Sesampainya dihotel, ia langsung memasuki kamar Lisa. Lisa tampil sangat sexy. Tapi Sandi nampaknya tidak terlalu bereaksi akan hal itu
Kini Tiara sudah terbangun dari tidurnya. Ia kaget karena Sandi tiba-tiba menghilang lagi sama seperti sebelumnya. Ia mencari Sandi ke kamar mandi ke balkon dan ke ruang ganti juga tidak ada.
Sandi juga tidak meninggalkan pesan apa-apa baik secarik kertas ataupun yang lainnya. Tiara menghubungi Sandi namun tidak bisa karena memang Sandi sedang mengisi daya baterai ponselnya dikamar hotel milik Lisa.
__ADS_1
"Kenapa kamu panggil aku kesini sayang?," tanya Sandi.