Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 38


__ADS_3

"Ini pah, jusnya silahkan diminum!," kata bu Sari.


"Iya mah, terima kasih," kata pak Airlangga.


"Kenapa Sandi dan Tiara tidak pulang hari ini mah?," tanya pak Airlangga.


"Mereka hari ini pergi jalan-jalan pah," kata bu Sari.


"Jalan-jalan? hanya mereka berdua saja?," tanya pak Airlangga.


"Tidak pah, mereka ditemani adik laki-laki Tiara," kata bu Sari.


"Begitu ya mah? baguslah. Itu akan memperdekat hubungan antara Sandi dan keluarga mertuanya," kata pak Airlangga.


"Iya pah, mudah-mudahan saja,", kata bu Sari.


Waktu tidak terasa, kini sore sudah tiba. Tiara dan Sandi juga sudah lelah berbelanja. Namun mereka tetap merasa senang karena bisa memilih barang-barang yang mereka sukai.


Akan tetapi, Tiara tetap membatasi dirinya dan membatasi Doni pula pastinya agar tidak berbelanja berlebihan.


Sandi juga meminta kepada Tiara untuk membelikan pakaian untuk ibu dan ayah mertuanya. Bukan hanya untuk ayah dan ibu mertuanya, tapi untuk pak Airlangga dan bu Sari Tiara juga diminta oleh Sandi untuk memilihkan pakaian yang terbaik untuk mereka.


Karena semua sudah merasa senang dan puas untuk jalan-jalan hari ini, Sandi mengajak mereka pulang ke rumah. Sandi merasa cukup lelah hari ini.


Dalam perjalanan pulang, dimobil Sandi nampak melihat ekspresi Doni tersenyum-senyum.

__ADS_1


"Kenapa kamu tersenyum-senyum sendiri Don?," tanya Sandi.


"Tidak apa-apa mas, aku hanya merasa senang sekali untuk semua yang mas belikan ini untukku, aku betul-betul berterima kasih ya mas," kata Doni.


"Oh begitu, iya sama-sama Don. Mas senang bisa membelikan itu semua kepadamu. Jujur, mas dulu merindukan seorang adik laki-laki. Akan tetapi sepertinya Tuhan tidak memberikannya," kata Sandi.


"Kenapa mas ingin sekali punya adik laki-laki?," tanya Doni.


"Karena mas ingin memiliki teman bermain dan teman bercanda ria," kata Sandi.


"Gitu ya mas," kata Doni dengan nada polos.


"Iya Don," kata Sandi.


"Mas, berhenti donk," kata Tiara.


"Kenapa memangnya?," tanya Sandi.


"Aku mau beli ikan dan beberapa kebutuhan dapur," kata Tiara.


"Kenapa tidak beli dimall saja tadi? lebih segar dan higienis," kata Sandi.


"Maaf mas, aku lupa. Aku baru ingat sekarang. Itupun karena aku melihat pasar tradisional ini tadi," kata Tiara.


"Hmm, ya sudah tidak apa-apa," kata Sandi.

__ADS_1


"Aku keluar sebentar ya mas, mas tunggu disini sebentar," kata Tiara.


"Iya," kata Sandi.


Pasar tradisional ini sangat ramai penjual ikan dan sayuran. Tiara akan bebas memilih jenis ikan dan sayur-sayuran yang ia inginkan.


Ia melihat ada seorang ibu penjual ikan yang diserbu banyak orang. Tiara kemudian berinisiatif untuk membeli ikan disana saja.


Kalau banyak yang beli ikan disini, itu berarti kualitas ikannya dapat terjamin. Batin Tiara.


Sudah 15 menit lebih Sandi menunggu. Ia mulai merasa bosan.


"Cuma beli ikan sama sayur saja lama sekali dia," kata Sandi menggerutu.


"Bagaimana kalau kita susul saja kak Tiara?,'' kata Doni bereaksi setelah mendengar Sandi menggerutu.


"Ah, tidak usahlah dek, lagi pula mas yakin sebentar lagi kak Tiara datang kok," kata Sandi.


"Ya sudah mas," kata Doni.


Kini akhirnya Tiara mendapat giliran untuk dilayani setelah lama mengantri.


"Mau beli ikan apa mbak?," tanya ibu penjual ikan.


"Saya mau beli ikan Nila dan ikan mas bu," kata Tiara.

__ADS_1


__ADS_2