Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 141


__ADS_3

"Iya mas, sama-sama. Tiara kira mas lagi dimana tadi?," kata Tiara


"Kenapa? kamu mau minta dihajar lagi?," tanya Sandi dengan tatapan nakal.


"Ih mas Sandi apaan sih? aku bukan ingin itu. Aku hanya kaget mas Sandi tidak ada dikamar," kata Tiara.


"Iya, aku sedang lihat kamu tidur tadi jadi aku tinggal pergi saja. Aku sudah lama tidak berolahraga semenjak kita ke bali sampai sekarang baru sempat untuk berolahraga," kata Sandi.


"Gitu ya mas, Tiara juga ingin berolahraga," kata Tiara.


"Kamu mau olahraga apa?," tanya Sandi.


"Olahraga apa saja mas yang biasa dilakukan oleh wanita pada umumnya mas," kata Tiara.


"Baiklah, aku sudah selesai istirahatnya. Aku akan menuntun kamu untuk menggunakan alat-alat olahraga ini dengan baik," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara bersemangat.


Mereka pun berolahraga bersama-sama.


Setelah selesai berolahraga, Tiara mengobrol dengan Sandi untuk beberapa saat. Mereka membahas beberapa hal termasuk keinginan Tiara yang ingin mengunjungi rumah ibunya.


"Kalau kamu memang ingin mengunjungi rumah bapak dan ibu tidak apa-apa. Kita kesana besok," kata Sandi.


"Seriusan mas?," tanya Tiara.

__ADS_1


"Serius donk, hanya saja ya kita jangan menginap dulu. Kalau ada waktu yang pas, baru kita menginap disana," kata Sandi.


"Begitu ya mas? tidak apa-apa deh. Mas mau diajak kesana saja Tiara sudah tenang," kata Tiara.


"Iya deh, kamu jangan berfikir lain-lain. Mas sudah banyak kerjaan sekarang dikantor kamu juga kan pasti sudah banyak tertinggal mata kuliahnya kan," kata Sandi.


"Iya mas, kalau itu alasannya, memang tepat kita untuk tidak menginap dulu dirumah bapak dan ibu," kata Tiara.


"Iya sayang," kata Sandi.


"Dari tadi dikamar mas tidak panggil aku sayang," kata Tiara memberikan protes.


"Iya deh, maaf. Mas kadang kelupaan karena belum terbiasa," kata Sandi membela diri.


"Hm, mas ngeles saja," kata Tiara.


"Iya mas," kata Tiara.


Mereka sudah sampai dikamar. Sandi mulai bertingkah nakal.


"Sayang, aku mau mandinya digosok lagi badannya sama kamu," kata Sandi.


"Iya mas, tidak apa-apa," kata Tiara.


"Aku juga ingin kita melakukan hal itu lagi nanti didalam ya," kata Sandi dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Ih mas, baru saja tadi siang. Kenapa mas masih ingin minta lagi? tidak puas juga?," kata Tiara.


"Kalau untuk itu tidak ada puasnya sayang," kata Sandi.


"Hm, tapi mas," kata Tiara menolak.


Sandi kemudian menggendong paksa Tiara dari belakang. Mereka pun melakukan hal itu dikamar mandi.


Setelah mereka selesai membersihkan diri dari kamar mandi Tiara keluar dari kamar untuk menemui ibunya sebentar.


"Mas, aku turun sebentar ya mas. Mamah mau bicara," kata Tiara.


"Iya sayang. Oh iya sayang, kamu tolong bawakan aku secangkir kopi ya. Kamu minta asisten rumah tangga saja yang bawa," kata Sandi.


"Baik mas," kata Tiara tersenyum.


Tiara keluar dari kamar dan turun ke bawah. Bu Sari ternyata sudah menunggu Tiara diruang tengah diruang atad dari rumah megah itu.


"Mamah sudah disini," kata Tiara.


"Sudah nak," kata bu Sari.


"Oh iya mah, sebenarnya apa yang mau mamah sampaikan ke Tiara?," tanya Tiara.


"Mamah mau tanya sayang, tapi sebelumnya mamah minta maaf ya, soalnya pertanyaan mamah sangat intim," kata bu Sari.

__ADS_1


"Iya mah, tidak apa-apa," kata Tiara.


__ADS_2