Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 63


__ADS_3

"Mamah paham Tir, diposisi kamu yang sekarang ini," kata bu Sari.


"Iya mah," kata bu Tiara.


Jika mereka memiliki waktu kebersamaan, itu artinya akan lebih cepat bagi Tiara untuk mengandung. Batin bu Sari tersenyum.


Mereka melanjutkan obrolan yang lain diruang santai itu sampai menunggu jam tidur.


Saat ini pak Fariz, bu Rika, dan Farhan sudah duduk bersama diruang tengah. Pak Fariz merasa waktu yang tepat untuk menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.


"Han, sekarang papah akan menyampaikan sesuatu yang papah ingin sampaikan tadi kepada kamu," kata pak Faris.


"Iya pah, papah sampaikan saja!," kata Farhan.


"Jadi begini nak, sebenarnya papah dan mamah ingin menjodohkan kamu dengan seorang gadis," kata pak Faris.


"Papah ingin menjodohkan aku dengan seorang gadis?," tanya Farhan.


"Iya Han, dia adalah putri dari mantan pacar papah saat lajang dulu," kata pak Faris.


"Kenapa papah tiba-tiba ingin menjodohkan Farhan dengan gadis itu pah?," tanya Farhan.


"Papah ingin balas budi nak kepada ibunya," kata pak Faris.


"Apa papah pernah menerima kebaikan dari ibu gadis itu ya?," tanya Farhan.

__ADS_1


"Iya Han," kata bu Rika menjawab pertanyaan Farhan.


Farhan melirik ke arah ibunya.


"Dulu mamah pernah kecelakaan saat awal-awal menikah dengan papahmu. Saat itu mamah kehilangan banyak darah sedangkan stok darah dirumah sakit juga sudah habis untuk golongan darah mamah. Golongan darah mamah juga terbilang langka, jadi sulit untuk menemukan pendonornya," kata bu Rika.


"Lalu mah?," kata Farhan.


"Lalu, ibu dari gadis itu, namanya mbak Anita juga sedang berada dirumah sakit karena ayahnya sedang sakit. Tidak sengaja, mbak Nita bertemu papah kamu dirumah sakit. Mbak Anita yang melihat papahmu kebingungan pun bertanya," kata bu Rika.


Cerita dimasa lalu.


"Mas, kenapa mas terlihat bingung?," tanya Nita.


"Astaga, aku turut sedih mas mendengarnya," kata Nita.


"Sekarang dia juga sedang membutuhkan darah karena ia banyak kehilangan darahnya saat kecelakaan tadi sore. Tapi stok darah dirumah sakit sekarang lagi kosong sedangkan golongan darah istriku sangat langka susah sekali untuk mencari pendonornya," kata Faris.


"Memangnya golongan darah Rika apa mas?," tanya Nita.


"B+ Nit," kata Faris.


"B+? itu artinya golongan darah kami sama donk mas," kata Nita.


Faris yang mendengar perkataan Nita merasa senang dan merinding.

__ADS_1


"Apakah kamu bersedia untuk mendonorkan darahmu untuk Rika Nit?," tanya Faris memegang kedua tangan mantan kekasihnya itu.


"Aku sangat bersedia mas," kata Rika.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita temui dokter untuk mengecek apakah kamu bisa mendonorkan darah untuk Rika?," kata Faris.


"Baik mas," kata Nita mengiyakan.


Mereka berdua pun pergi untuk menjumpai dokter.


"Golongan darah sahabat saya ini B+ dok. Sama dengan golongan darah yang dimiliki istri saya," kata Faris menjelaskan kepada dokter.


"Baiklah kalau begitu. Kita akan cek apakah sahabat bapak ini bisa mendonorkan darahnya kepada pasien atau tidak," kata dokter.


"Baik pak," kata Faris.


Dokter pun membawa Nita untuk melakukan pengecekan secara mendalam. Tidak lama setelahnya, dokter keluar membawa kabar bahagia.


"Bagaimana hasilnya pak?," tanya Faris.


"Ibu Nita memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya untuk pasien. Pendonoran darah akan dilakukan segera," kata dokter.


"Terima kasih dokter," kata Faris.


Setelah Nita mendonorkan darahnya, ia kembali menemui Faris.

__ADS_1


__ADS_2