Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 41


__ADS_3

Panggilan tersebut tidak dapat respon, hal itu karena Sandi yang terlihat tidur cukup nyenyak sehingga ia tidak bisa mendengar dering ponsel yang sedang berbunyi.


"Haduh, kenapa tidak diangkat sih?," dengus Lisa kesal.


Lisa mencoba sekali lagi menghubungi Sandi. Dia berharap percobaannya kali ini berhasil.


Akan tetapi, sama seperti sebelumnya. Panggilan Lisa tidak digubris Sandi.


"Apa-apaan ini? kenapa Sandi tidak mengangkat telepon dariku?," kata Lisa merasa jengkel.


Lisa nampak merasa tidak nyaman.


"Ya sudahlah, aku akan coba menghubunginya nanti saja," kata Lisa.


Lisa memilih mengakhiri panggilannya.


Disela-sela kesibukannya mengurus coffee shop, Farhan berinisiatif untuk menyenangkan diri malam ini. Dia sudah terlalu sibuk beberapa malam terakhir.


Namun dia tidak ingin menyenangkan diri sendiri semata, dia ingin jalan-jalan bersama Tiara malam ini. Dia pun segera mengirimkan pesan teks melalui aplikasi what's app.


"Tir, jalan bareng yuk malam ini," kata Farhan dalam pesan singkatnya.

__ADS_1


Tiara saat ini sedang sibuk didapur, dia masih menyiapkan bahan masakan untuk makan malam nanti.


Mendengar ponsel pintarnya berdering, Tiara pun mengeceknya.


"Tir, jalan bareng yuk malam ini," itulah pesan yang dilihat Tiara dilayar ponselnya.


Haduh, kenapa Farhan mengajakku jalan-jalan malam ini? bagaimana aku hendak membalas pesannya ini?. Batin Tiara menggerutu


"Apalagi alasan yang harus ku buat untuk menolak ajakan dari Farhan kali ini?," kata Tiara berbicara sendiri.


Tiara mencoba berfikir untuk mencari alasan yang tepat. Farhan masih menunggu jawaban Tiara karena ia sudah melihat bahwa pesan what's appnya sudah terbaca oleh Tiara.


"Maaf ya Han, malam ini aku tidak bisa keluar dengan kamu, soalnya bapak dan ibuku pasti tidak mengizinkan," kata Tiara membalas pesan Farhan.


Pesan tersebut pun segera masuk pada ponsel pintar milik Farhan. Setelah membaca pesan itu, Farhan merasa kecewa. Padahal ia tadi sudah merasa senang sekali dengan rencana yang ia ingin lakukan bersama Tiara.


"Baiklah Tir, aku dapat mengerti. Aku memang seharusnya tidak mengajak kamu jalan-jalan malam ini," kata Farhan tanpa membuat usaha kedua kali untuk mengajak Tiara jalan-jalan.


"Iya Han, tidak apa-apa. Aku minta maaf ya Han tidak bisa mengiyakan ajakan kamu untuk jalan-jalan malam ini," kata Tiara.


"Tidak apa-apa Tir," kata Farhan.

__ADS_1


Tiara membalas pesan Farhan itu dengan "emoticon senyum manis".


Farhan pun membalas dengan emoticon yang sama dengan yang dikirimkan oleh Tiara.


Balas membalas pesan tersebut pun berakhir.


Maafkan aku ya Han karena menolak ajakanmu. Entah mengapa sampai sekarang aku belum berani memberitahumu tentang pernikahanku? aku rasa itu karena aku tahu kamu menyukaiku. Tapi aku tidak akan lama-lama memberimu harapan Han. Aku akan segera memberi tahumu tentang pernikahanku. Batin Tiara menghela nafas panjang.


Tiara melanjutkan kembali pekerjaannya menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak. Jam dinding didapur sudah menunjukkan pukul 17:00 Sore. Tapi belum ada tanda-tanda kepulangan pak Arifin dan bu Lilis.


"Tir," panggilan Sandi mengagetkan Tiara. Sehingga jarinya teriris pisau. Melihat jari istrinya teriris pisau, Sandi segera sigap mengisap jari Tiara.


Tiara kagum melihat ketampanan Sandi. Entah mengapa jantungnya sedikit berdegup?.


"Dimana kotak obat?," tanya Sandi.


"Ada diruang tamu mas," kata Tiara


"Ya sudah, kamu tunggu disini! aku akan mengambilnya ke ruang tamu," kata Sandi.


Sandi pun pergi ke ruang tamu untuk mengambil obat untuk Tiara.

__ADS_1


__ADS_2