Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 96


__ADS_3

Mereka pasti sudah melakukannya dengan bergairah dan penuh semangat. Batin bu Sari riang.


"Kenapa mamah tertawa?," tanya Tiara melihat ibunya menertawakan sesuatu.


"Tidak apa-apa nak, kalau kamu merasa gerah sesudah meminum obat dan vitamin itu, kamu tidak perlu khawatir. Itu hanya efek yang ditimbulkan obat itu Tir," kata bu Sari.


"Begitu ya mah, Tiara sempat takut kemarin," kata Tiara.


"Kamu tidak perlu takut. Hal seperti itu biasa terjadi karena efek samping dari obat yang dikonsumsi. Kadang ada juga yang sampai jantungnya berdetak cepat. Ada juga yang sampai keringat dingin. Banyak efek samping yang ditimbulkan Tir, jadi kamu tidak perlu risau," kata bu Sari.


"Baiklah bu," kata Tiara.


"Oh iya, Sandinya mana? mamah mah bicara sama dia juga," kata bu Sari.


"Mas Sandi masih tidur mah," kata Tiara.


"Jam segini?," kata bu Sari.


"Iya mah," kata Tiara berbohong.


Aku tidak mau mamah sedih kalau tahu hari ini mas Sandi tidak bersama," Batin Tiara.


Sandi pasti kelelahan karena pertempuran tadi malam. Batin bu Sari.


"Baiklah nak," kata bu Sari.

__ADS_1


"Iya bu," kata Tiara.


Tiara melanjutkan sarapan paginya saat mengakhiri sambungan telepon dengan ibu mertuanya tadi.


Kebersamaan antara Sandi dan Lisa semakin nampak. Mereka menghabiskan waktu disiang hari ini dengan bermain dipantai. Sama seperti halnya saat bersama Tiara, Sandi juga bermain Speed boat bersama Lisa.


Lisa sangat senang dapat bermain speed boat bersama Sandi. Dia merasa sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Sandi.


Hari mulai sore. Mereka berdua pun bersantai dicafe dekat pantai.


"Sayang, hari ini aku sangat bahagia bisa melakukan banyak hal-hal yang menyenangkan bersama kamu," kata Lisa.


"Hehehe, aku juga sama. Aku lebih dari kata bahagia bisa menghabiskan waktu bersama kamu hari ini," kata Sandi.


Tiara merasa bosan karena seharian ini dikamar tidur. Dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa Sandi belum pulang juga? padahal sudah lewat magrib.


Tiara memutuskan untuk makan malam dibawah dari pada didalam kamar lagi. Dia sepertinya ingin mencari udara segar.


Berbeda dengan Tiara, Sandi dan Lisa menikmati santap malam direstaurant berdua.


"Sayang, kamu masih lama tidak disini?," tanya Lisa.


"Paling sekitar 10 hari lagi aku udah pulang kok sayang," kata Sandi.


"Begitu ya," kata Lisa.

__ADS_1


"Kalau kamu berapa lama disini?," tanya Sandi balik.


"Aku cuma seminggu sayang. Besok pagi juga sudah full syuting," kata Lisa.


''Lumayan lama sih," kata Sandi.


"Ia sayang, tapi aku tidak bisa seperti kamu dan Tiara bisa bersenang-senang," kata Lisa.


"Hm, kamu mulai deh," kata Sandi yang mulai merasa tersindir.


"Aku tidak sedang menyindir kamu sayang. Aku hanya bermaksud ingin mengatakan bahwa kamu dan Tiara bisa menghabiskan waktu untuk berlibur tanpa beban kerja," kata Lisa.


"Oh iya sayang, aku paham. Aku kira kamu sedang menyindir aku, hehehe," kata Sandi.


"Hm. Oh iya sayang, aku ingin sekali kita menghabiskan malam ini dipusat perbelanjaan," kata Lisa.


"Kamu pingin belanja?," tanya Sandi.


"Bukan hanya belanja sayang, banyak hal yang bisa kita lakukan disana," kata Lisa.


"Baiklah kalau itu keinginan kamu. Selesai kita makan malam ini, kita langsung kesana," kata Sandi.


"Baik sayang. Terima kasih ya, kamu memang yang terbaik," kata Lisa.


"Hehehe, gitu donk sayang beri aku pujian, jangan hanya sindiran dan raut wajah yang cemberut," kata Sandi.

__ADS_1


__ADS_2