
"Saya ingin bertanya bu, apakah Tiara atau nak Sandi sudah menghubungi ibu belum untuk memberi tahu mereka sudah sampai atau belum?," tanya bu Lilis.
"Oh belum bu, saya juga sudah mencoba menghubungi mereka berkali-kali tapi tidak ada jawaban," kata bu Sari.
"Begitu ya bu, berarti sama ya, saya juga dari tadi sudah menghubungi Tiara tapi tidak diangkat juga," kata bu Lilis.
"Mungkin mereka masih dipesawat atau mungkin mereka tidak mendengar bunyi dering ponselnya yang berbunyi bu, lebih baik kita berfikir positif saja," kata bu Sari.
"Mudah-mudahan mereka baik-baik saja bu. Jujur, saya cemas bu, karena ini kali pertama bagi Tiara naik pesawat. Dia belum pernah naik pesawat sebelumnya," kata bu Lilis.
"Iya bu, jangan khawatir. Saya yakin Sandi akan menjaga Tiara dengan baik," kata bu Sari.
"Iya bu, saya percaya akan hal itu. Hanya itu saja yang ingin saya tanyakan bu, maaf mengganggu ya bu,'' kata bu Lilis.
"Tidak apa-apa bu, santai saja," kata bu Sari.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 17:00, Entah disengaja atau tidak, Tiara dan Sandi terbangun secara bersamaan.
"Sudah pukul berapa mas?," tanya Tiara.
"Pukul 17:00 sore Tir," kata Sandi yang melihat jam tangannya.
"Sudah sore ya mas," kata Tiara yang beranjak bangun dari kasurnya.
__ADS_1
Sandi pun duduk dikursi santai yang terdapat diruang kamar tersebut. Ia menekan tombol telepon yang disediakan hotel, ia menelpon pihak pelayanan hotel. Sandi ternyata memesan satu cangkir kopi panas.
"Kamu mau minum apa Tir?," tanya Sandi.
"Es teh saja mas," kata Tiara.
Sandi memesan satu gelas es teh untuk Tiara.
Tiara merasa kagum dengan pelayanan hotel yang mereka tempati. Sangat memuaskan.
Sambil menunggu pesanan kopi panas dan es teh datang, Sandi memainkan ponsel pintarnya.
Ia pun terkejut, melihat panggilan masuk yang begitu banyak dari ibu Sari. Sandi segera menelepon balik ibunya.
"Halo San, kenapa dari tadi nomor kamu dan Tiara dihubungi masuk tapi tidak diangkat?," tanya bu Sari.
"Maaf mah, Sandi dan Tiara ketiduran," kata Sandi memberikan alasan.
"Hm gitu ya, ya sudah tidak apa-apa. Pukul berapa tadi sampainya?," tanya bu Sari.
"Pukul 13.30 kami sudah melakukan reservasi dihotel," kata Sandi..
"Cepat juga ya, bagus deh kalau begitu. Mudah-mudahan kalian menikmati bulan madu ini ya," kata bu Sari.
__ADS_1
"Iya mah," kata Sandi.
"Sekarang Tiara dimana?," tanya bu Sari.
"Lagi mandi mah, memangnya kenapa mah?," tanya Sandi.
"Tidak apa-apa, dari tadi bu Lilis juga menghubungi nomor Tiara tapi tidak diangkat," kata bu Sari.
"Oh iya mah, nanti aku akan minta Tiara menghubungi balik ibu mertuaku," kata Sandi.
"Oh ya sudah, kalau begitu mamah tutup teleponnya ya," kata bu Sari.
"Iya mah," kata Sandi.
Setelah menghubungi ibunya, Sandi juga menghubungi papahnya dan memberi tahukan bahwa dirinya dan Tiara telah berada dihotel.
Tiara memanggil Sandi dari dalam kamar mandi. Sandi segera bangkit dari kursi menghampiri Tiara.
"Mas, tolong ambilkan aku kimono handuk yang ada dilemari," kata Tiara yang melihat kimono handuk yang difasilitasi oleh hotel.
"Iya," kata Sandi.
Sandi mengambil kimono handuk itu dan memberikannya pada Tiara.
__ADS_1
Sandi kembali duduk dikursinya. Tidak lama kemudian, pelayan datang mengantarkan kopi panas dan es teh pesanannya tadi.