Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Keluarga buatan


__ADS_3

Selamat membaca...


***


Glen membawa Zeny duduk di meja paling pojok diikuti oleh Dira Yang sudah mengetahui apa Yang akan terjadi. Glen memanggil pelayan Dan memesan makanan serta minuman lalu ia menatap Zeny dengan begitu Lama.


"Hehh, mengapa kau kabur? " Tanya Glen membuka suara.


"Bukan urusanmu. " Jawab Zeny.


"Apa karena perjodohan Yang dibuat tante Dan om? " Tanya Glen lagi.


"Kau hanya bocah, tidak tahu apa-apa. " Ucap Zeny sambil memberikan Glen tatapan sinis


"Hei, aku hanya berbeda beberapa bulan denganmu! Lagian... Aku lebih tinggi kok" Ucap Glen sambil memberikan senyuman mengejek.


Dira yang melihat itu pun langsung menggeleng-gelengkan kepala. Ia sudah tahu bahwa pria yang didepannya itu adalah Glen yang sering Zeny bicarakan.


"Memang benar ternyata omongan Zeny. Ni anak ngeselin tingkat atas deh. "Gumam Dira sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


"Lu ngapain sih pendek, geleng geleng kepala? " Tanya Glen sambil menyengir.


"Idih, mentang mentang lu tinggi mau nyombong lu huh? Gw sepak ****** lu. " Ucap Dira menatap tajam Glen.


"Hadehh mereka ini." Gumam Zeny.


"Eh Zen! Kenapa kau kabur? " Tanya Glen.


"Ih apaan sih formal banget dari tadi kalo ngomong sama gue. " Jawab Zeny.

__ADS_1


"Yaudah, kan lu kakak gue, walau gue lebih tinggi hha. " Ucap Glen sembari tertawa kecil.


"Ha-ha-ha-ha" Ucap Zeny memaksakan tawanya.


"Lu ngapain kabur? Cerita aja ke gue, gak usah pake ditutupin. " Pinta Glen sambil menatap sayu Zeny.


"Kepo banget si. " Ketus Dira.


"Bodo. "


"Kalian jangan berantem. Gue mau cerita Glen, tapi lu janji harus rahasiain ini dari semuanya ya!" Ucap Zeny dengan menatap Glen dengan penuh kecurigaan, ia takut Glen akan membocorkan semuanya karena memang selama ini Glen adalah Ember bocor.


"Iya iya. " Ucap Glen dengan malas sambil mengingkarkan jari kelingkingnya dengan Zeny untuk tanda perjanjian.


Setelah itupun Zeny langsung menceritakan semuanya. Mulai dari perjodohan, kabur, dipecat, diusir dan juga ia tak lupa menceritakan kebaikan Kirei kepada Glen. Glen yang mendengarkan kisah Zeny menggeleng gelengkan kepalanya dan sesekali bertanya. Glen sangat kesal pada tante dan om-nya yang telah memaksa dan menelantarkan sepupu kesayangannya itu.


Selama ini memang Glen dan Zeny sangat dekat satu sama lain. Mereka selalu bersama dari kecil. Zeny sudah menganggap Glen adalah kakak lelakinya walau ia lebih tua beberapa bulan dari Glen. Walau begitu sikap Glen jauh lebih dewasa dari pada Zeny. Zeny dan Glen saling menyayangi. Mereka seringkali berbagi cerita bahkan curhat layaknya sepasang kekasih. Suka dan duka mereka lalui selama ini.


"Gue gak tahan Zen... Om sama tante itu jahat banget tau, masa dia nelantarin anaknya sendiri. " Ucap Glen sambil berusaha menenangkan dirinya.


"Udalah gpp. Sekarang gue udah ada lu, Dira, Jihan dan Kirei. Asal kalian disisi gue, gue gak butuh yang lain. " Ucap Zeny tersenyum lembut sambil menatap Glen dan Dira secara bergantian.


"Sekarang gimana? Dimana lo tinggal? " Tanya Dira sambil nimbrung.


"Nanti aja gue kasih tau.."


Glen sekarang tampak masih sangat kesal dengan cerita Zeny. Ia kemudian langsung berdiri dan berjalan keluar cafe meninggalkan kedua gadis yang sekarang masih bingung.


"Eh zen, kejar yuk! Takutnya si Glen ketempat orang tua lu, ntar bahaya Zen! " Ucap Dira sambil mengoyang goyangkan lengan Zeny.

__ADS_1


"Oke oke, yuk. " Ucap Zeny sambil menarik tangan Dira.


Mereka berlari kecil dan kemudian menemukan Glen yang berada di samling Cafe dan sedang berbicara melalui telepon. Glen terlihat sedang marah marah. Dengan mengendap endap Zeny dan Dira mendekati Glen dan berusaha mendengarkan Glen.


"Aku tidak peduli! Kau harus mengantar aku ke tempat om dan tante!" Perintah Glen kepada asistennya.


"Tapi pak, bapak masih punya beberapa urusan penting. "


"Kau jemput aku sekarang atau kupecat? " Tanya Glen dengan nada dingin.


"Baiklah pak.. " Ucap Supir dengan pasrah.


Glen menghela napas dengan kasar lalu membalikkan badannya. Seketika matanya terbelalak melihat Zeny dan Dira berada dihadapannya saat ini. Ia melihat mata Zeny yang berkaca-kaca. Sebenarnya Zeny menangis karena sangat terharu kepada Glen yang sangat mengkhawatirkannya. Tanpa menunggu lama Zeny langsung berlari kecil dan memeluk Glen, ia terisak dipelukan sang kakak tercintanya. Dira menatap Zeny dengan tatapan terkejut begitu pun dengan Glen yang bingung mengapa Zeny bisa menangis seperti ini. Glen kemudian menatap Dira dan Dira mengisyaratkan agar Glen menenangkan Zeny. Glen membalas pelukan Zeny dan mengelus-ngelus punggung Zeny dengan lembut.


"udahlah Zen... " Pinta Dira sembari mendekat dan mengelap air mata Zeny. Zeny yang masih terisak langsung memeluk Dira dan Glen secara bersamaan. Lalu setelah beberapa lama Zeny sudah bisa menenangkan dirinya dan melepaskan pelukan


"Aku bangga memiliki keluarga seperti kalian,aku bangga memiliki kakak dan sahabat yang seperti kalian.. Walau hanya keluarga buatan,aku puas.." Pinta Zeny sambil membuat senyum manis untuk Glen dan Dira.


"Lain kali kalo ada masalah cerita Zen, lu ga sendiri kok, ada gue, Glen,jihan dan Kirei. Kita keluarga. " Ucap Dira kembali memeluk Zeny. Kemudian Zeny membalas pelukan Dira dan memberi tanda kepada Glen untuk ikut berpelukan bersama. Glen yang melihat itu pun langsung menurut.


"Kita keluarga kan? " Tanya Zeny pada Glen dan Dira.


"Kita keluarga! " Ucap Glen dengan nada yang lembut.


***


Jangan lupa like ya❤❤


Sekalian coment dong biar rame, hehe..

__ADS_1


Author bakal usahain update lebih sering kok, asal gak sibuk.


Makasih pengertiannya:)


__ADS_2