Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 172


__ADS_3

"Yang om Andre katakan memang benar. Selvi juga sedang mempertimbangkan tentang kepulangan Selvi dalam waktu dekat ini," kata Selvi.


"Bagus sekali itu Selv. Bagaimana kalau kamu pulangnya bareng om dan tante saja ke Jakartanya?," pak Andre memberikan tawaran yang baik.


"Boleh juga tuh, tapi Selvi harus mengurus hal-hal penting dikantor dulu om. Selvi juga harus mengurus beberapa pekerjaan yang selesai," kata Selvi.


"Iya, tidak apa-apa Selv. Tapi kamu harus menyelesaikannya dalam beberapa hari ini ya. Soalnya lusakan Lia wisuda, besoknya kami sudah harus kembali ke Jakarta. Om dan tante juga punya banyak pekerjaan yang ditinggal," kata pak Andre.


"Iya deh om. Mudah-mudahan pekerjaan Selvi sudah selesai saat nanti om kembali ke Jakarta," kata Selvi.


"Ok Selv. Satu lagi, jangan lupa datang ke acara wisudanya Lia besok ya," pak Andre mengingatkan.


"Iya om, nanti Selvi usahakan," kata Selvi.


Mereka kemudian melanjutkan obrolan mereka dengan berbagai jenis pembahasan.


Disisi lain, Tiara dan Sandi sedang sarapan pagi. Mereka menyantap menu-menu terbaik yang berada dihotel Sandi.


Setelah selesai sarapan, Sandi mengajak Tiara untuk melihat-lihat hotel. Sandi sekaligus ingin mengecek sejauh mana persiapan pembangunan hotel miliknya itu.

__ADS_1


Waktu pun terus berjalan. Sandi merasa pembangunan hotel sudah mengalami peningkatan yang luar biasa. Sudah waktunya mereka melakukan peluncuran hotel ke publik.


Sandi kemudian mengajak Tiara kembali ke kamar hotel untuk beristirahat. Tapi mereka terlebih dahulu makan siang.


"Mas, kita pulangnya hari ini atau besok?," tanya Tiara.


"Kalau kamu pinginnya hari ini atau besok," tanya Sandi.


"Besok deh mas, aku ingin sekali menghabiskan waktu berenang malam ini. Soalnya, aku lihat ada kolam renang panas tadi," kata Tiara.


"Oh begitu, baiklah kalau istriku menginginkan itu. Kita akan menginap satu malam lagi,' kata Sandi.


"Iya sayang," Sandi mengelus kepala Tiara.


Tiara mengajak Sandi kembali ke kamar hotel. Dia ingin menonton acara televisi kesukaannya.


Sandi yang merasa lelah pun langsung menghempaskan dirinya ke atas kasur sedangkan Tiara memilih menonton acara televisi kesukaannya.


Selvi, Lia dan bu Asta nampak kompak dalam memasak sedangkan pak Andre memainkan ponselnya. Mereka memasak menu makanan Amerika.

__ADS_1


Selvi dan Lia yang sudah lihai memasak menu makanan barat nampak seperti sedang mengajari bu Asta.


Sore pun tiba, Sandi terbangun dari tidurnya sedangkan Tiara sedang berlulur tubuh di kamar mandi.


Sandi yang terbangun pun merasa aneh karena ruangan kamar tercium semerbak wangi. Dia pun melihat keberadaan Tiara yang tidak terlihat disekitar kamar.


"Sepertinya bau wangi ini karena Tiara sedang luluran dikamar mandi," gumam Sandi.


Sandi pun mengirim pesan kepada salah satu karyawan hotel supaya membawanya es kopi dan es teh dan beberapa cemilan juga.


Sandi mengirimkan pesan kepada Lisa.


"Sayang, kenapa kamu menghubungi aku kemarin? apa ada hal penting? maaf, aku tidak bisa mengangkat telepon kamu kemarin karena aku sedang berada dihotel bersama istriku," kata Sandi menjelaskan.


"Tidak apa-apa sayang, kamu lagi perjalanan bisnis atau apa? kenapa menginap dihotel bersama istri kamu?," tanya Lisa.


"Tidak sayang, aku hanya jalan-jalan biasa. Oh iya sayang, kenapa kamu tadi menghubungiku?," tanya Sandi.


"Oh, aku ingin menyampaikan ucapan selamat ke kamu sayang. Soalnya kamu kan berhasil menyelesaikan proyek besar," kata Lisa.

__ADS_1


__ADS_2