Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 72


__ADS_3

"Alasannya adalah karena papahku memintaku untuk menghabiskan waktu berdua dengan cara berbulan madu ini. Dengan cara itu kita bisa lebih dekat," kata Sandi.


"Kalau begitu kamu akan memiliki kesempatan untuk bisa menyukai dia," kata Lisa mengungkapkan rasa kekhawatiran yang ada didalam dirinya.


"Aku janji aku akan tetap menjaga jarak sayang," kata Sandi.


"Bagaimana kamu bisa menjaga jarak? sedangkan disana nanti kalian akan tidur satu kamar," kata Lisa.


"Aku tidak bisa menolak keinginan papahku sayang karena kalau aku terlalu banyak menolak permintaan papahku, papahku pasti akan curiga dan dia akan mengawasi aku dengan ketat sepanjang hari," kata Sandi.


Lisa menghembuskan nafasnya.


"Aku juga tidak bisa berkata-kata lagi kalau begini," kata Lisa.


"Maafkan aku sayang," kata Sandi menunjukkan rasa bersalah.


"Untuk apa kamu minta maaf sayang? kamu tidak bersalah, kamu juga tidak bisa memiliki kesempatan untuk menolak keinginan papah kamu," kata Lisa.


"Hal ini pasti akan berpengaruh untuk membuat aku sulit menjauh dari Tiara," kata Sandi.


"Itu pasti tapi kalau kamu sungguh-sungguh mencintai aku kamu tidak akan pernah berpaling hati dariku," kata Lisa.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin bisa berpaling dari kamu sayang," kata Sandi.


"Iya, kamu bisa berkata seperti itu sekarang, tapi kedepannya tidak ada yang tahu," kata Lisa memberikan sindiran.


"Kamu sedang menyindir aku ya," kata Sandi merasa tersindir.


"Kamu merasa ya? baguslah!," kata Lisa.


"Hm, kamu itu sayang selalu saja mencari-cari titik kelemahanku," kata Sandi.


"Ya sudah deh, kalau kamu mau berbulan madu dengan istri kamu ke Bali tidak apa-apa. Aku cuma pesan supaya kamu bisa tetap ingat untuk tujuan kamu dan aku untuk kelanjutan hubungan kita," kata Lisa.


"Ok sayang, aku jadi merasa lebih tenang sekarang setelah kamu berkata seperti itu," kata Lisa.


"Baik sayang, aku senang kamu sudah merasa lebih baik dan juga aku sangat berterima kasih untuk kepercayaan yang kamu berikan kepadaku," kata Sandi.


"Bukankah selama ini hubungan kita bisa bertahan karena kita menaruh kepercayaan yang besar satu sama lain," kata Lisa


Maafkan aku sayang. Aku berbicara tanpa menyadari diriku yang telah mengkhianati kepercayaan yang kamu berikan kepadaku selama ini. Batin Lisa.


"Iya sayang, kamu benar," kata Sandi

__ADS_1


"Kamu sekarang lagi dimana?," tanya Sandi.


"Aku sedang dirumah, aku sudah terlalu banyak bekerja minggu-minggu ini. Aku ingin beristirahat karena jadwal syuting dan photo shoot ku juga akan padat untuk beberapa minggu kedepan," kata Lisa.


"Ya sudah sayang, jangan terlalu memaksa diri dalam bekerja," kata Sandi.


"Kamu juga ya," kata Lisa.


"Iya sayang," kata Sandi.


"Oh iya sayang, semenjak kamu menikah dengan Tiara aku belum pernah melihat dia tampil bersama keluarga kamu didepan publik," kata Lisa.


"Mamah dan papahku sudah mulai memperkenalkan Tiara ke karyawan kantor dengan membawanya kesinu kemarin," kata Sandi.


"Hm, begitu ya," kata Lisa.


"Kenapa kamu tiba-tiba mempertanyakan hal itu sayang?," tanya Sandi.


"Kalau begitu kamu sebaiknya cepat-cepat memisahkan dia supaya publik tidak begitu menunjukkan reaksi nantinya," kata Lisa.


Haduh, kenapa Lisa memberiku saran seperti itu? orang tuaku saja semakin mencintai dia sebagai menantu tapi aku lebih baik mengiyakan saja apa yang disampaikan oleh Lisa. Batin Sandi.

__ADS_1


__ADS_2